Ustadz Ghofar Terjebak Macet Ketapang, Hendak Isi Pengajian Maulid Nabi, Lolos Usai Dijemput Motor

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 09:38 WIB
Ustadz Ghofar terjebak macet Ketapang saat hendak mengisi pengajian Maulid Nabi. Panitia menjemputnya dengan motor karena antrean mencapai Bangsring. (Tangkapan layar video yang direkam Ust Ghofar saat terjebak macet di Bangsring, Kamis 17 September 2026 malam)
Ustadz Ghofar terjebak macet Ketapang saat hendak mengisi pengajian Maulid Nabi. Panitia menjemputnya dengan motor karena antrean mencapai Bangsring. (Tangkapan layar video yang direkam Ust Ghofar saat terjebak macet di Bangsring, Kamis 17 September 2026 malam)

RADAR BANYUWANGI – Kemacetan panjang menuju Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, membuat perjalanan KH Abdul Ghofar, dai kondang asal Rogojampi, nyaris terhenti total. Kamis (17/9/2026) malam, saat hendak mengisi pengajian Maulid Nabi di Wongsorejo, Ustadz Ghofar terjebak antrean kendaraan di kawasan Bangsring. Panitia akhirnya menjemput sang dai menggunakan sepeda motor agar tetap bisa tiba di lokasi acara.

Peristiwa tersebut menjadi gambaran betapa panjangnya antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang dalam beberapa hari terakhir.

Malam itu, Ustadz Ghofar tengah dalam perjalanan menuju Wongsorejo untuk memenuhi undangan pengajian Maulid Nabi. Namun, perjalanan dari arah selatan terhambat antrean kendaraan yang mengular menuju pelabuhan.

Kendaraan yang ditumpanginya ikut terseret dalam kepadatan.

Terjebak di Bangsring

Menurut H. Herman Suyitno, S.Ag., M.Pd.I. tokoh masyarakat asal Desa Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo, malam itu Ustadz Ghofar tidak datang-datang hingga pukul 21.00 WIB. 

"Ternyata beliau terjebak macet di Ketapang-Bangsring," ujar pria yang pernah aktif sebagai pengurus dan pimpinan di BAZNAS Kabupaten Banyuwangi tersebut.

Ustadz Ghofar dilaporkan terjebak kemacetan di kawasan Bangsring. Antrean kendaraan pada Kamis malam bahkan mencapai sekitar 10 kilometer menuju Pelabuhan Ketapang.

Bagi pengguna jalan biasa, antrean panjang sudah menjadi persoalan tersendiri. Namun bagi Ustadz Ghofar, kemacetan malam itu berhadapan dengan agenda pengajian yang sudah menunggu.

Panitia pun mengambil langkah cepat.

Kendaraan roda dua dikerahkan untuk menjemput Ustadz Ghofar dari tengah antrean. Dengan sepeda motor, sang dai kemudian melanjutkan perjalanan menuju Wongsorejo untuk memenuhi jadwal pengajian Maulid Nabi.

"Macet total. Kita naik sepeda motor. Ini Bangsring. Macet Total. Bangsring kek, sampean lihat. Ya Allah, jalannya sempit. Sempit jalannya," ujar Ustadz Ghofar dalam narasi video yang dikirimkan ke panitia.

Momen tersebut memperlihatkan dampak kemacetan Ketapang yang mulai terasa jauh dari kawasan pelabuhan. Perjalanan warga, agenda masyarakat, hingga kegiatan keagamaan ikut terdampak.

Pagi Ini Antrean Malah Makin Panjang

Kemacetan tidak berhenti pada Kamis malam.

Pada Jumat (18/9/2026) pagi, antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang dilaporkan semakin panjang. Kepadatan bahkan sudah mencapai Bangsring Underwater, atau sekitar 12,7 kilometer dari Pelabuhan Ketapang.

Antrean membentang dari kawasan utara pintu masuk Grand Watu Dodol hingga Pelabuhan ASDP Ketapang.

Ratusan kendaraan logistik juga tertahan dalam antrean selama berjam-jam.

Kondisi tersebut membuat jalur utama menuju pelabuhan berubah menjadi deretan kendaraan panjang. Truk-truk logistik yang seharusnya segera masuk kapal harus menunggu sebelum dapat melanjutkan perjalanan.

Sopir Logistik Ikut Mengeluh

Kemacetan panjang ini bukan persoalan baru. Dalam hampir satu bulan terakhir, antrean kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang disebut terjadi secara fluktuatif.

Panjangnya berkisar 4 hingga 12 kilometer, tergantung kondisi arus kendaraan dan layanan penyeberangan.

Nasrukin, salah satu sopir kendaraan logistik, mengatakan antrean membuat perjalanan pengiriman barang terganggu.

Ia rutin membawa berbagai bahan bangunan dari Situbondo menuju Banyuwangi setiap dua hari sekali.

Namun, kemacetan membuat waktu tempuh perjalanan menjadi sulit diprediksi.

Keluhan serupa disampaikan Agus, sopir kendaraan logistik lainnya. Ia mengaku sudah terjebak kemacetan sejak Kamis dini hari.

Bagi sopir truk, berjam-jam berada dalam antrean berarti jadwal perjalanan berikutnya ikut bergeser.

Ketika Macet Mengganggu Agenda Warga

Kisah Ustadz Ghofar menjadi salah satu contoh nyata dampak kemacetan Ketapang terhadap aktivitas masyarakat.

Jika sebelumnya antrean panjang identik dengan persoalan kendaraan yang hendak menyeberang ke Bali, kini dampaknya terasa hingga perjalanan warga yang tidak selalu berkaitan langsung dengan aktivitas pelabuhan.

Ustadz Ghofar bahkan harus meninggalkan kendaraan dan melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda motor agar bisa memenuhi agenda pengajian.

Kejadian tersebut juga memperlihatkan pentingnya kelancaran jalur utara Banyuwangi, terutama ketika volume kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang meningkat.

Antrean 12,7 Kilometer

Pada Jumat pagi, panjang antrean mencapai sekitar 12,7 kilometer hingga kawasan Bangsring Underwater.

Artinya, kepadatan kendaraan tidak hanya terjadi di sekitar pintu masuk pelabuhan, tetapi telah merambat jauh ke jalur utara Banyuwangi.

Situasi ini menjadi tantangan bagi pengendara, terutama kendaraan logistik yang harus menunggu berjam-jam.

Bagi masyarakat seperti Ustadz Ghofar, dampaknya bahkan bisa menyentuh agenda yang sudah terjadwal jauh sebelumnya.

Kesimpulannya, kemacetan menuju Pelabuhan Ketapang bukan hanya membuat sopir truk tertahan berjam-jam. Kamis malam, Ustadz KH Abdul Ghofar yang hendak mengisi pengajian Maulid Nabi di Wongsorejo ikut terjebak di Bangsring hingga panitia harus menjemputnya dengan sepeda motor. Jumat pagi, antrean kendaraan kembali memanjang hingga 12,7 kilometer dari pelabuhan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
macet Ketapang antrean Ketapang Ustadz Ghofar pengajian Maulid Bangsring Banyuwangi