RADAR BANYUWANGI – Operasi pencarian Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa memasuki fase krusial. Hingga Senin (14/9) siang, 108 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, 6 orang ditemukan meninggal dunia, sementara 129 penumpang masih dalam pencarian.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan, total data korban yang dihimpun Tim SAR Gabungan mencapai 243 orang.
“Dari 243 korban, telah terevakuasi sebanyak 108 korban dalam kondisi selamat dan 6 korban dalam kondisi meninggal dunia. Sehingga korban dilaporkan masih dalam pencarian sejumlah 129 penumpang,” ungkap Syafii.
Angka tersebut menjadi dasar bagi Tim SAR Gabungan untuk memperluas pencarian di kawasan perairan Laut Jawa. Operasi tidak hanya mengandalkan kapal, tetapi juga diperkuat unsur udara dan personel dengan kemampuan khusus.
16 Korban Selamat Dievakuasi KN SAR Laksmana 241
Dari keseluruhan korban yang telah dievakuasi, sebanyak 85 orang dibawa menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Sementara itu, KN SAR Laksmana 241 bersama TB Mauhaw IX mengevakuasi 17 korban. Rinciannya, 16 orang selamat dan satu orang meninggal dunia.
Berikut nama 16 korban selamat yang dievakuasi KN SAR Laksmana 241 dan TB Mauhaw IX:
-
Dodit Mujiono, 41 tahun, asal Situbondo
-
Yahya, 23 tahun, asal Jombang
-
Apriyanto, 34 tahun, asal Tulungagung
-
Edi Sutrisno, 42 tahun, asal Kediri
-
Muh. Fathir, 20 tahun, asal Garut
-
Deny Agung Presetno, 31 tahun, asal Nganjuk
-
Herman, 24 tahun, asal Banjarmasin
-
Nur Kartika Basmono, 40 tahun, asal Tuban
-
Azam Umami, 38 tahun, asal Pemalang
-
Syaiful Anwar, 42 tahun, asal Blitar
-
Kukuh Sugiarto, 39 tahun, asal Kediri
-
Nanang Yulianto, 52 tahun, asal Purbalingga
-
Danang Yulianto, 31 tahun, asal Klaten
-
Fajri Akbar, 23 tahun, asal Tegal
-
Arief Yunianto, 38 tahun, asal Lamongan
-
Rahmad, 43 tahun, asal Banjarmasin
MV Haida Evakuasi 69 Orang
Selain KN SAR Laksmana 241 dan TB Mauhaw IX, MV Haida juga terlibat dalam proses evakuasi.
Kapal tersebut membawa 69 orang, terdiri atas 11 anak buah kapal (ABK) dan 58 penumpang.
Sebelas ABK yang berhasil dievakuasi melalui MV Haida yakni:
-
Didit Setiawan, 46 tahun, ABK
-
Anif, 34 tahun, Masinis IV
-
Devin, 22 tahun, Kelasi
-
Irvan Purban, 23 tahun, Mualim IV
-
Heri Risnandi, Masinis I
-
Sumarsum, 39 tahun, Kelasi
-
Ainul, 26 tahun, Kelasi
-
Sugiono, 29 tahun, Kelasi
-
Bayu, 23 tahun, Kadet Deck
-
Juhadi, Juru Mudi
-
Nurdianto, Juru Mudi
Sementara itu, 58 penumpang yang telah didata dan dievakuasi melalui MV Haida terdiri atas Adi Suseno, Rais Dny, Rohim, Arief Tofan, Nanang Priyanto, Bayu Kusuma, Fransiskus Afridos, Arman Firmasyah, Anif Iwat, Sumarsum, Gunggun, Irfan Purba, Najib, Henvi, Rizal, Ahmad, Rizki, Rehan, Ahmad Akmal, Bagus, dan Wakid.
Kemudian Abdul Rohman, Andre Fajar, Faizal, Abu Bakar, Qimikus Poko, Ahmad Murdilah, Doni, Hermus, Heru Pramono, Iwan, Davio, Karna Ocit, Rino, Aldianus, Pujianto, Ponimin, Marsianus, Lucky Wahyu, Zahrim, Sachilin, Rianda, Prastika, Syaiful Nurudin, Lutfi Arisandi, Sifri, Heri, Arifin, Rizal, Fery, Lehadi, Agus, Shopian, Devin, Ainuli, Sugianto, serta Bambang Melon.
Lima Pesawat dan 17 Kapal Dikerahkan
Dengan masih adanya 129 orang yang dinyatakan dalam pencarian, Basarnas memastikan operasi SAR belum dihentikan.
Syafii menegaskan seluruh kekuatan yang tersedia akan dimaksimalkan untuk menemukan korban yang masih hilang.
“Jadi, yang kami akan laksanakan operasi ini atas dasar memang ada korban yang dinyatakan masih dalam pencarian,” ujarnya.
Untuk pencarian dari udara, sedikitnya lima pesawat dikerahkan untuk menyisir kawasan yang menjadi lokasi operasi.
Sementara dari unsur laut, sebanyak 17 kapal diterjunkan.
Sejumlah kapal yang terlibat antara lain KN SAR Laksamana, KN SAR Wisanggeni, KN SAR Kamajaya, KN SAR Permadi, KRI I Gusti Ngurah Rai, KRI Nalah, KRI Pulau Fanildo, dan KRI Canopus.
Operasi juga melibatkan berbagai unsur terkait, mulai PSDKP, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), kepolisian, hingga unsur Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
Tidak hanya mengandalkan pencarian di permukaan laut, operasi juga diperkuat personel dengan kemampuan khusus. Salah satunya unsur penyelam dari Komando Pasukan Katak (Kopaska).
“ Kami laksanakan dan hasil operasi kami akan arahkan dan akan kami maksimalkan,” tegas Syafii.
Pencarian 129 Korban Jadi Prioritas
Dengan 129 orang masih dinyatakan hilang, pencarian Virgo Transport 8 menjadi operasi besar yang membutuhkan koordinasi lintas unsur.
Tim SAR Gabungan kini mengoptimalkan pencarian melalui tiga jalur sekaligus: udara, laut, dan penyelaman.
Setiap temuan di lokasi akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan arah pencarian berikutnya.
Sementara keluarga korban masih menanti kepastian mengenai keberadaan anggota keluarga mereka.
Bagi Tim SAR, operasi belum selesai selama masih terdapat korban yang dinyatakan dalam pencarian. Target utama kini adalah memperluas jangkauan pencarian sekaligus memastikan seluruh korban dapat ditemukan dan terdata secara akurat. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : jawapos.com