Jalur Tol Baru Jember–Bondowoso-Situbondo Mulai Dikaji, Ini Status dan Rencana Trasenya

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 16:00 WIB
Gus Fawait mengungkap rencana tol melewati Jember dan tersambung ke Bondowoso-Situbondo. Akses, investasi, logistik, dan ekonomi berpeluang tumbuh. (Instagram @dinas_kominfo_kab_jember)
Gus Fawait mengungkap rencana tol melewati Jember dan tersambung ke Bondowoso-Situbondo. Akses, investasi, logistik, dan ekonomi berpeluang tumbuh. (Instagram @dinas_kominfo_kab_jember)

RADAR BANYUWANGI – Rencana pembangunan tol yang menghubungkan Situbondo–Bondowoso–Jember belum masuk tahap konstruksi. Pemerintah masih mengkaji trase dan kelayakan konektivitas tersebut, dengan dorongan agar jalur baru itu nantinya menghubungkan wilayah tengah dan selatan Jember dengan koridor utara Jawa Timur serta terintegrasi dengan pengembangan Tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi).

Jika terealisasi, jalan bebas hambatan tersebut berpotensi mengubah peta konektivitas tiga kabupaten sekaligus. Jember yang selama ini mengandalkan jalur darat melalui kawasan perbukitan Bondowoso untuk menuju Situbondo dan wilayah utara Jawa Timur bisa memiliki akses yang lebih langsung.

Namun, jalan menuju realisasi masih panjang. Saat ini pemerintah daerah bersama pemerintah pusat masih berada pada tahap kajian, pembahasan trase, dan penjajakan dukungan perencanaan.

Jember Dorong Trase Tol Tersambung ke Bondowoso

Pemerintah Kabupaten Jember sebelumnya telah menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk membahas rencana pembangunan jalan tol yang menghubungkan Jember dengan Situbondo.

Pemkab Jember juga disebut melakukan komunikasi dengan Bappenas untuk mendorong agar rencana jalur dari Situbondo dapat diarahkan melewati Bondowoso dan masuk ke wilayah Jember.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Jember dalam jaringan konektivitas jalan tol di Jawa Timur.

Selama ini, pengembangan Tol Probowangi lebih dikenal melalui koridor utara. Rencana koneksi menuju Jember dan Bondowoso membuka kemungkinan terbentuknya jaringan yang menghubungkan kawasan utara dengan pusat aktivitas ekonomi di bagian tengah dan selatan.

Dengan demikian, manfaat tol tidak hanya berhenti sebagai jalur perjalanan antarkota, tetapi juga berpotensi menjadi infrastruktur pendukung distribusi barang, investasi, pariwisata, dan mobilitas masyarakat.

Trase Sekitar 65 Kilometer Masih Berupa Proyeksi

Dalam sejumlah pembahasan awal, lintasan yang menghubungkan kawasan Jember dan Bondowoso menuju koridor Situbondo diproyeksikan memiliki panjang sekitar 65 kilometer pada wilayah yang dikaji.

Sejumlah kecamatan di Bondowoso masuk dalam pembahasan trase.

Namun, angka tersebut belum dapat diposisikan sebagai panjang final jalan tol. Penetapan trase membutuhkan kajian teknis, ekonomi, lingkungan, tata ruang, hingga pembebasan lahan.

Karena itu, perubahan jalur masih sangat mungkin terjadi seiring proses perencanaan.

Hal tersebut penting bagi masyarakat, khususnya pemilik lahan di kawasan yang berpotensi dilewati proyek.

Sebab, sebelum pembangunan fisik dimulai, pemerintah harus memastikan trase yang dipilih memiliki kelayakan teknis sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang optimal.

Jalur Saat Ini Masih Mengandalkan Koridor Jember–Bondowoso

Sambil menunggu rencana tol, perjalanan dari Jember menuju Bondowoso masih mengandalkan jalur darat eksisting.

Salah satu koridor utama melewati kawasan Jelbuk dan Maesan sebelum masuk wilayah Bondowoso.

Jarak Jember–Bondowoso relatif sekitar 35–40 kilometer, tergantung titik awal dan tujuan, dengan waktu tempuh normal sekitar satu hingga satu setengah jam dalam kondisi lalu lintas lancar.

Karakter jalur tersebut berbeda dengan jalan bebas hambatan.

Perjalanan masih bersinggungan langsung dengan aktivitas masyarakat, pusat perdagangan, persimpangan, serta kondisi geografis wilayah yang dilalui.

Dalam kondisi tertentu, kendaraan juga dapat menggunakan jalur alternatif lokal untuk menghindari kepadatan di sejumlah titik.

Situasi tersebut memperlihatkan mengapa konektivitas baru menjadi penting ketika volume kendaraan dan aktivitas ekonomi terus berkembang.

Dari Bondowoso ke Situbondo, Ada Tantangan Arak-Arak

Perjalanan dari Bondowoso menuju Situbondo memiliki karakter geografis yang berbeda.

Salah satu jalur yang dikenal adalah koridor Wringin–Arak-Arak.

Kawasan tersebut berada di jalur perbukitan dengan karakter jalan berupa tanjakan, turunan dan tikungan yang membutuhkan kewaspadaan pengendara.

Pemandangan alam menjadi salah satu daya tarik kawasan Arak-Arak. Namun, kondisi geografis tersebut juga menjadi tantangan tersendiri bagi mobilitas kendaraan, terutama kendaraan besar dan angkutan logistik.

Dalam kondisi tertentu, jalur tersebut dapat menjadi bagian dari rute pengalihan lalu lintas.

Karakter medan seperti ini menjadi salah satu konteks yang perlu diperhatikan ketika pemerintah merancang konektivitas baru antara Jember, Bondowoso dan Situbondo.

Tol nantinya diharapkan tidak sekadar memperpendek jarak secara geografis, tetapi juga menciptakan jalur yang lebih efisien bagi distribusi orang dan barang.

Mengapa Tol Jember–Bondowoso–Situbondo Penting?

Ada sejumlah alasan mengapa konektivitas tersebut dinilai strategis.

Pertama, mobilitas masyarakat.

Jalur baru dapat mempercepat perjalanan antarkawasan jika trase dan aksesnya dirancang sesuai kebutuhan.

Kedua, distribusi logistik.

Jember memiliki aktivitas pertanian dan perdagangan yang besar. Bondowoso juga memiliki komoditas pertanian serta aktivitas ekonomi berbasis kawasan. Sementara Situbondo berada di koridor pantura yang memiliki fungsi penting untuk pergerakan barang di Jawa Timur.

Ketiga, pariwisata.

Ketiga wilayah memiliki karakter destinasi yang berbeda. Konektivitas yang lebih baik berpotensi memudahkan wisatawan menyusun perjalanan lintas kabupaten.

Keempat, investasi.

Infrastruktur transportasi menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan investor ketika menentukan lokasi kegiatan usaha.

Dengan konektivitas yang lebih baik, kawasan yang selama ini berada di luar jalur utama berpeluang mendapatkan akses pasar yang lebih luas.

Jangan Sampai Tol Hanya Jadi Jalan Lewat

Tantangan terbesar proyek tersebut bukan hanya membangun jalan.

Yang lebih penting adalah memastikan jalan tol benar-benar memberikan dampak terhadap kawasan yang dilaluinya.

Karena itu, penentuan trase dan titik akses menjadi sangat penting.

Jika akses tol terlalu jauh dari pusat aktivitas ekonomi, masyarakat mungkin tidak mendapatkan manfaat optimal.

Sebaliknya, akses yang dirancang berdasarkan kebutuhan kawasan dapat menjadi pintu masuk bagi pertumbuhan ekonomi baru.

Kawasan industri, sentra pertanian, UMKM, pusat perdagangan, dan destinasi wisata perlu diperhitungkan sejak tahap perencanaan.

Dengan begitu, tol tidak sekadar menjadi jalan cepat dari satu kabupaten ke kabupaten lain.

Tol dapat menjadi tulang punggung konektivitas baru Jawa Timur bagian timur.

Masih Tahap Awal, Belum Bisa Disebut Pasti

Untuk saat ini, masyarakat perlu memahami bahwa Tol Situbondo–Bondowoso–Jember masih merupakan rencana yang berada dalam tahap awal pengkajian.

Belum ada kepastian bahwa seluruh trase yang beredar akan menjadi jalur final.

Masih diperlukan serangkaian tahapan sebelum proyek dapat masuk ke pembangunan fisik, termasuk kajian kelayakan, penetapan trase, aspek tata ruang, lingkungan, pembiayaan, serta proses pengadaan atau pembebasan lahan.

Karena itu, setiap perkembangan mengenai jalur tol tersebut masih sangat mungkin berubah.

Namun, satu hal yang mulai terlihat jelas: kebutuhan memperkuat konektivitas Jember dengan Bondowoso dan Situbondo semakin mendapat ruang dalam pembahasan pembangunan infrastruktur.

Jika rencana itu akhirnya terealisasi dan terintegrasi dengan jaringan Tol Probolinggo–Banyuwangi, tiga wilayah tersebut berpotensi memiliki jalur konektivitas baru yang tidak hanya memangkas waktu perjalanan, tetapi juga membuka jalur baru bagi logistik, investasi, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Tol Jember Situbondo Tol Bondowoso Jember Tol Situbondo Bondowoso jalan tol Tol Probowangi