RADAR BANYUWANGI – Harapan dan kecemasan bercampur di rumah keluarga Ponco Budi Raharjo, 46, warga Dusun Tegalrejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi. Hingga Senin (14/9), keluarga masih menunggu kepastian nasib Ponco yang tercatat sebagai penumpang KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Ponco diketahui bekerja sebagai kernet truk ekspedisi. Ia ikut mengawal armada barang dari Surabaya menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Bagi Ponco, perjalanan tersebut merupakan rute perdana menuju Banjarmasin setelah selama ini lebih sering mengawal armada dengan tujuan Samarinda.
Sang istri, Enik Tri Widayati, 41, mengatakan Ponco sebelumnya berangkat mengawal kendaraan ekspedisi dari Jakarta menuju Surabaya. Dari Surabaya, armada kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kalimantan melalui jalur laut.
“Biasanya rute Samarinda. Ini baru pertama kali dapat rute ke Banjarmasin,” tutur Enik saat ditemui di kediamannya.
Komunikasi terakhir Enik dengan suaminya terjadi pada Sabtu (12/9) pagi sekitar pukul 07.02. Saat itu, Ponco masih sempat mengabarkan kondisi perjalanan melalui grup WhatsApp keluarga.
Ponco memberi tahu bahwa kapal yang ditumpanginya akan segera berangkat dari pelabuhan.
“WA di grup keluarga, ngabarin kalau kapal berangkat jam 09.00,” kata Enik.
Setelah pesan tersebut, komunikasi keduanya terputus. Enik baru mengetahui adanya musibah pada Minggu (13/9) siang. Informasi itu justru datang dari sesama rekan sopir yang berada dalam jaringan grup WhatsApp.
Seorang rekan mengirimkan foto truk beserta SIM pengemudi kepada Enik untuk memastikan apakah kendaraan tersebut berkaitan dengan keberadaan suaminya.
“Teman sopir kirim foto truk dan SIM, menanyakan apakah benar suami saya ikut armada itu. Saya benarkan,” kenangnya.
Sejak saat itu, Enik hanya bisa menunggu perkembangan pencarian. Harapan untuk bertemu kembali dengan Ponco menjadi satu-satunya pegangan keluarga.
Keberangkatan Ponco ke Kalimantan sejatinya bukan sekadar pekerjaan. Ia bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menopang biaya pendidikan dua anak kembarnya, Savira Niken Raharjo dan Tiara Niken Raharjo, yang masing-masing berusia 19 tahun.
Keduanya kini tengah menempuh pendidikan di Universitas Jember (Unej).
“Ini sudah satu bulan tidak pulang, berangkat kerja sejak 12 Agustus lalu,” ujar Enik.
Bagi Enik, Ponco dikenal sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab. Ia rela bekerja jauh dari rumah demi memastikan kebutuhan istri dan kedua anaknya terpenuhi.
“Dia suami yang sangat bertanggung jawab. Tidak mau anak dan istrinya sengsara, apa pun dilakukan asalkan keluarga bahagia,” ucap Enik lirih, menahan tangis.
Kini, perempuan itu hanya berharap suaminya segera ditemukan dalam keadaan selamat.
“Saya berharap semoga segera ditemukan dalam keadaan selamat,” katanya.
Enik juga mengaku tidak merasakan firasat buruk sebelum Ponco berangkat. Pria yang baru sekitar setahun menekuni pekerjaan sebagai kernet tersebut sebelumnya pernah bekerja di kapal tongkang pengangkut batu bara.
Sebelum berangkat, Ponco juga sempat meninggalkan ciri-ciri fisik yang kini menjadi penting dalam proses pencarian dan identifikasi korban.
Enik menyebut suaminya mengenakan baju bermotif garis-garis atau lorek saat terakhir berkomunikasi. Ponco memiliki tahi lalat di pipi bawah sebelah kanan, berjanggut atau brewok, berkulit gelap, serta bertubuh agak gemuk.
“Tadi saya sudah kirim ciri-ciri suami saya. Ada tahi lalat di pipi bawah sebelah kanan, brewok, kulitnya hitam, dan agak gendut,” tuturnya.
Pencarian 129 Penumpang Masih Berlanjut
Sementara itu, operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 masih dilakukan tim SAR gabungan di perairan Masalembo, Laut Jawa.
Berdasarkan data Basarnas per Senin (14/9) pukul 11.00, kapal tersebut tercatat mengangkut 243 orang. Sebanyak 114 orang telah berhasil dievakuasi, terdiri atas 108 orang dalam kondisi selamat dan enam orang meninggal dunia.
Dengan demikian, masih terdapat 129 penumpang yang dinyatakan hilang dan dalam pencarian.
Tim SAR gabungan terus menyisir kawasan perairan Masalembo untuk menemukan para penumpang yang belum diketahui keberadaannya, termasuk Ponco Budi Raharjo, warga Banyuwangi yang kini dinanti kepulangannya oleh istri dan dua anaknya. (sas/aif)
Editor : Ali Sodiqin