GT Trihanggo Hampir Rampung, Koneksi Tol Jogja-Solo dan Jogja-Bawen Makin Nyata

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 22:30 WIB
Tol Solo-Yogyakarta bisa memangkas waktu perjalanan Anda. Dari semula bisa menghabiskan waktu selama 5 jam, kini bisa ditempuh 50 menit saja.
Tol Solo-Yogyakarta bisa memangkas waktu perjalanan Anda. Dari semula bisa menghabiskan waktu selama 5 jam, kini bisa ditempuh 50 menit saja.

RADAR BANYUWANGI – Koneksi Tol Jogja-Solo dan Tol Jogja-Bawen di wilayah Sleman mulai memperlihatkan bentuk nyatanya. Struktur utama Gerbang Tol (GT) Trihanggo di Kronggahan, Gamping, telah rampung, sementara jalan penghubung kedua jaringan tol tersebut juga sudah tersambung dan memasuki tahap akhir pengerjaan.

Perkembangan itu membuat GT Trihanggo semakin dekat menjadi salah satu simpul penting konektivitas jalan tol di kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Humas Proyek Tol Jogja-Solo Seksi 2 Paket 2.2 PT Adhi Karya, Agung Murhandjanto, mengatakan struktur utama GT Trihanggo sudah selesai. Pekerjaan saat ini tinggal menyelesaikan sejumlah bagian akhir sebelum gerbang tersebut benar-benar rampung.

“Sudah, secara strukturnya sudah,” kata Agung saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (13/9).

Jalan Penghubung Sudah Tersambung

Bukan hanya bangunan gerbang tol yang mulai menunjukkan bentuk akhirnya. Jalan yang menghubungkan jaringan Tol Jogja-Bawen dengan Tol Jogja-Solo di kawasan Trihanggo juga sudah tersambung.

Pekerjaan rigid pavement pada bagian tersebut telah selesai. Tahap berikutnya adalah pengaspalan untuk menyelesaikan konstruksi jalan penghubung.

“Sudah, ini sudah tahap tersambung dan rigid sudah selesai dan pengaspalan nanti di situ,” ujar Agung.

Dengan tersambungnya konstruksi tersebut, koneksi fisik antarkedua jaringan tol semakin terlihat. Namun, sejumlah pekerjaan dan tahapan teknis masih harus diselesaikan sebelum koneksi tersebut dapat dimanfaatkan secara penuh.

GT Trihanggo Dihiasi Siluet Ratu Boko

Menariknya, penyelesaian GT Trihanggo tidak hanya menyangkut aspek konstruksi. Gerbang tol tersebut juga akan membawa identitas budaya lokal.

Pada bagian atas gerbang akan dipasang siluet Situs Keraton Ratu Boko. Ornamen tersebut menjadi elemen visual yang membedakan GT Trihanggo sekaligus memasukkan unsur budaya Yogyakarta ke dalam infrastruktur modern.

Selain siluet Ratu Boko, gerbang tersebut juga dilengkapi tulisan menggunakan aksara Jawa dan huruf Latin.

Konsep tersebut serupa dengan ornamen yang digunakan pada GT Purwomartani di Kalasan.

“Betul, itu tinggal siluetnya, siluet Situs Keraton Ratu Boko itu dinaikkan. Itu nanti kemudian finishing di situ, insyaallah selesai,” kata Agung.

Dengan begitu, pekerjaan GT Trihanggo saat ini lebih banyak berfokus pada tahap finishing, pemasangan ornamen, dan kelengkapan desain, setelah struktur utamanya selesai.

Bukan Sekadar Gerbang Tol

Di balik bentuk fisiknya, GT Trihanggo memiliki fungsi yang lebih strategis. Gerbang tersebut menjadi bagian dari sistem konektivitas jalan tol yang menghubungkan jaringan Tol Jogja-Solo dan Tol Jogja-Bawen.

Lokasinya berada di kawasan Kronggahan, yang menjadi salah satu titik penting dalam koneksi jaringan tol menuju kawasan perkotaan DIY.

Agung menjelaskan, jaringan Tol Jogja-Bawen memiliki keterkaitan dengan Tol Jogja-Solo melalui kawasan Trihanggo Junction.

Koneksi tersebut dibutuhkan terutama untuk kendaraan dari jaringan Tol Jogja-Bawen yang hendak melanjutkan perjalanan menuju kawasan perkotaan Yogyakarta.

“Jadi Tol Kronggahan ini hanya sifatnya feeder atau membantu Tol Jogja-Bawen. Jadi Tol Jogja-Bawen itu nanti untuk keluar ke kota itu pasti harus butuh tol yang Jogja-Solo yang ada di Kronggahan,” jelasnya.

Efeknya bagi Mobilitas Yogyakarta

Jika seluruh jaringan tersebut telah tersambung dan beroperasi sesuai tahapan yang direncanakan, keberadaan GT Trihanggo akan membuat perjalanan antarkawasan menjadi lebih terintegrasi.

Tol Jogja-Bawen tidak berdiri sebagai jaringan yang terpisah. Akses melalui jaringan Tol Jogja-Solo di kawasan Kronggahan menjadi bagian penting untuk mendukung pergerakan kendaraan menuju kawasan perkotaan Yogyakarta.

Karena itu, perkembangan GT Trihanggo bukan sekadar soal satu bangunan gerbang tol yang hampir selesai. Di balik siluet Ratu Boko yang akan menghiasi bagian atasnya, gerbang ini menjadi salah satu keping penting dalam membentuk jaringan tol yang menghubungkan Yogyakarta, Solo, dan Bawen.

Kesimpulan

Struktur GT Trihanggo di Kronggahan, Gamping, Sleman, telah rampung dan jalan penghubung Tol Jogja-Solo dengan Tol Jogja-Bawen juga sudah tersambung. Pekerjaan kini berlanjut pada pengaspalan serta finishing, termasuk pemasangan siluet Situs Keraton Ratu Boko dan ornamen aksara Jawa. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Tol Jogja-Bawen GT Trihanggo Tol Jogja-Solo Trihanggo Junction Tol Sleman