RADAR BANYUWANGI – Kapal Virgo Transport 8 diduga mulai miring setelah dihantam ombak dari sisi lambung kanan sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam di Laut Jawa, Minggu (13/9/2026). Basarnas kini masih mencari 129 orang yang belum ditemukan dari total 243 orang yang berada di kapal dalam pelayaran Surabaya-Banjarmasin.
Informasi mengenai penyebab awal kemiringan kapal itu diperoleh Basarnas langsung dari nakhoda Virgo Transport 8 saat operasi pencarian dan pertolongan berlangsung.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso mengatakan, hantaman ombak dari sisi kanan lambung menjadi salah satu informasi penting yang diterima tim SAR untuk mengurai kronologi kecelakaan.
"Disampaikan oleh nakhoda Kapal Virgo tersebut terkait kejadian kemiringan kapal, ini juga akibat dari hantaman ombak dari lambung kanan. Ini info yang kami dapatkan langsung dari kapten Kapal Virgo tersebut dalam operasi pencarian, khususnya yang kapal hilang kontak maupun kapal tenggelam," kata Edy di Jakarta, dikutip dari Antara.
Temuan awal itu sekaligus memberi gambaran bahwa kondisi laut menjadi salah satu faktor yang sedang diperhatikan dalam penyelidikan insiden Virgo Transport 8. Namun, penyebab pasti kapal terbalik dan tenggelam masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
129 Orang Masih Dicari
Basarnas mencatat operasi SAR hingga Minggu pukul 15.30 WIB telah mengevakuasi 114 orang dari sejumlah kapal yang membantu proses penyelamatan.
Dari jumlah tersebut, 98 orang dinyatakan selamat dan enam orang meninggal dunia.
Sementara itu, 129 orang masih dalam pencarian.
Angka tersebut dihitung berdasarkan data manifes yang mencatat total 243 orang berada di atas Virgo Transport 8.
Komposisinya terdiri atas 213 penumpang dan 30 kru kapal.
Data manifes tersebut menjadi salah satu dasar Basarnas untuk menentukan cakupan operasi pencarian sekaligus menghitung jumlah orang yang masih harus ditemukan.
Enam Korban Meninggal, Ratusan Masih Dicari
Basarnas merinci proses evakuasi dari sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Dari TB Mauhaw, sebanyak 16 orang berhasil dievakuasi. Sebanyak 15 orang selamat, sedangkan satu orang meninggal dunia.
Kemudian, TB TCP mengevakuasi enam orang. Hanya satu orang yang dinyatakan selamat, sementara lima lainnya meninggal dunia.
Sementara itu, proses evakuasi dari KM Haida menjadi salah satu yang terbesar. Sebanyak 69 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Dari Kapal Nelayan Cahaya Bahari yang kemudian dipindahkan ke Kapal Intandaya, sebanyak 22 orang berhasil diselamatkan.
Satu orang lainnya ditemukan selamat dari Kapal Nelayan Sri Asih.
Jika dirinci, data sementara Basarnas menjadi:
| Kapal Penolong | Selamat | Meninggal |
|---|---|---|
| TB Mauhaw | 15 | 1 |
| TB TCP | 1 | 5 |
| KM Haida | 69 | 0 |
| Cahaya Bahari/Intandaya | 22 | 0 |
| Sri Asih | 1 | 0 |
| Total | 108 | 6 |
Catatan penting: rincian per kapal yang disebutkan menghasilkan 108 orang selamat, sedangkan keterangan Basarnas yang dikutip dalam data utama menyebut 98 orang selamat dari total 114 orang dievakuasi. Perbedaan ini menunjukkan data operasi masih berkembang dan perlu disinkronkan dengan pendataan resmi terbaru.
Dalam kondisi operasi SAR yang masih berlangsung, angka korban dapat berubah seiring ditemukannya korban dan proses verifikasi identitas.
Virgo Transport 8 Berlayar Surabaya-Banjarmasin
Virgo Transport 8 merupakan kapal yang melayani pelayaran dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Kapal tersebut mengalami insiden di Laut Jawa pada Minggu dini hari.
Sebelum kehilangan kontak, kapal dilaporkan menghadapi kondisi laut yang kemudian berujung pada kemiringan kapal.
Keterangan dari nakhoda mengenai hantaman ombak dari lambung kanan menjadi salah satu petunjuk penting dalam penyelidikan awal.
Namun, hantaman ombak belum dapat disebut sebagai satu-satunya penyebab kecelakaan.
Masih diperlukan pemeriksaan terhadap kondisi kapal, stabilitas, muatan, cuaca, kemampuan operasional, serta faktor lain yang mungkin berkontribusi terhadap kecelakaan.
Basarnas Kerahkan Unsur Laut dan Udara
Basarnas memastikan operasi pencarian dan pertolongan terus dimaksimalkan.
Seluruh unsur yang berada di lapangan dikerahkan, baik unsur laut maupun udara.
Fokus utama operasi saat ini adalah menemukan 129 orang yang masih dinyatakan belum ditemukan.
Tim SAR juga harus menghadapi tantangan kondisi perairan, jarak lokasi kejadian, serta luas wilayah pencarian.
Setiap informasi dari kapal yang berada di sekitar lokasi menjadi penting untuk mempersempit area pencarian.
Ombak Jadi Petunjuk Awal, Bukan Kesimpulan Akhir
Kesaksian nakhoda mengenai hantaman ombak dari lambung kanan memberikan satu potongan penting dalam teka-teki kecelakaan Virgo Transport 8.
Namun, potongan tersebut belum menjadi kesimpulan final penyebab kapal terbalik.
Dalam kecelakaan kapal, kemiringan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan, mulai dari kondisi gelombang, stabilitas kapal, distribusi muatan, kondisi teknis, hingga faktor manusia.
Karena itu, investigasi tetap menjadi kunci untuk memastikan mengapa Virgo Transport 8 bisa kehilangan keseimbangan hingga terbalik.
Sementara penyebab kecelakaan masih ditelusuri, pekerjaan paling mendesak bagi Basarnas belum berubah: menemukan 129 orang yang masih dalam pencarian dan memastikan seluruh korban mendapat penanganan.
Operasi SAR pun terus berlangsung dengan mengerahkan unsur laut dan udara di sekitar lokasi kejadian. (*)
Editor : Ali Sodiqin