Ulta Levenia Nababan Singgung HAARP Saat Enam Gunung Api Erupsi, Ini Profilnya

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 19:29 WIB
Deputi Bidang Pembinaan Komunikasi Pemerintah di Badan Komunikasi (Bakom) Ulta Levenia Nababan (kiri) bersalaman dengan Presiden Prabowo Subianto. (Instagram Ulta Levenia)
Deputi Bidang Pembinaan Komunikasi Pemerintah di Badan Komunikasi (Bakom) Ulta Levenia Nababan (kiri) bersalaman dengan Presiden Prabowo Subianto. (Instagram Ulta Levenia)

RADAR BANYUWANGI - Pernyataan Deputi Bakom RI Ulta Levenia Nababan soal HAARP mencuri perhatian setelah ia menyinggung kemungkinan adanya faktor lain di balik erupsi enam gunung api di Indonesia yang terjadi dalam waktu berdekatan. Ulta menyebut pandangan tersebut sebagai pemikiran pribadi dan mengakui bahwa kaitan HAARP dengan cuaca, badai hingga gempa selama ini banyak muncul dalam spekulasi yang tidak didukung bukti ilmiah.

Sorotan terhadap pernyataan itu bermula dari unggahan Ulta di media sosial pada Senin (7/9/2026). Dalam unggahannya, ia mempertanyakan apakah rangkaian erupsi tersebut sepenuhnya merupakan fenomena alam atau masih ada kemungkinan lain yang perlu dipertimbangkan.

Pernyataan itu kemudian memicu perdebatan di ruang publik. Nama High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP) kembali menjadi perhatian, terutama karena proyek tersebut memang kerap muncul dalam berbagai teori konspirasi di internet.

Ulta sendiri menyadari kontroversi tersebut. Ia menegaskan bahwa pandangannya merupakan pemikiran pribadi dan bukan kesimpulan ilmiah mengenai penyebab erupsi gunung api.

“HAARP ini sering dikaitkan dengan teori konspirasi karena memang awalnya didanai oleh US Air Force, US Navy dan DARPA,” tulis Ulta dalam unggahannya.

Ia kemudian menyebut berbagai spekulasi yang selama ini mengaitkan HAARP dengan kemampuan mengendalikan cuaca, membuat badai hingga memicu gempa bumi. Namun, dalam pernyataan yang sama, Ulta juga mengakui tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut.

Apa Itu HAARP?

HAARP merupakan singkatan dari High-frequency Active Auroral Research Program. Program ini dikenal sebagai fasilitas penelitian yang digunakan untuk mempelajari ionosfer, lapisan atmosfer bumi yang berada pada ketinggian sangat tinggi.

Nama HAARP memang tidak asing dalam perbincangan mengenai teori konspirasi. Berbagai klaim di internet pernah menghubungkan fasilitas tersebut dengan cuaca ekstrem, gempa hingga bencana alam.

Namun, keberadaan teori tersebut tidak sama dengan adanya bukti bahwa HAARP dapat menyebabkan atau mengendalikan bencana alam.

Karena itu, pernyataan yang menghubungkan HAARP dengan erupsi gunung api perlu dibedakan antara pertanyaan atau spekulasi pribadi dengan kesimpulan ilmiah yang telah terverifikasi.

Ulta Sebut Dirinya Skeptis

Dalam penjelasannya, Ulta mengaku memiliki sikap skeptis terhadap penjelasan yang dianggap sudah lazim.

Sikap tersebut, menurut dia, membuatnya tidak menerima begitu saja satu penjelasan tanpa mempertimbangkan kemungkinan sudut pandang lain.

Meski demikian, pendekatan skeptis tetap membutuhkan pembuktian ketika sebuah dugaan diarahkan pada hubungan sebab-akibat tertentu. Dalam kasus erupsi gunung api, misalnya, klaim mengenai faktor penyebab perlu didukung data dan kajian ilmiah yang dapat diuji.

Poin inilah yang membuat pernyataan Ulta menjadi perhatian. Di satu sisi, ia mengajukan pertanyaan mengenai kemungkinan lain. Di sisi lain, hubungan HAARP dengan erupsi gunung api belum memiliki dasar ilmiah yang dapat mengubahnya menjadi kesimpulan faktual.

Siapa Ulta Levenia Nababan?

Ulta Levenia Nababan merupakan pejabat di Badan Komunikasi (Bakom) RI. Ia memiliki latar belakang akademik yang banyak bersinggungan dengan keamanan, konflik, dan terorisme.

Ulta menyelesaikan pendidikan sarjana Ilmu Politik di Universitas Indonesia. Ia kemudian menempuh pendidikan magister di University of Leeds, Inggris, dan meraih gelar Master of Arts dalam bidang insurgensi dan terorisme.

Ia juga pernah mengikuti program studi keamanan Indo-Pasifik di lembaga pertahanan Prancis.

Dalam perjalanan akademiknya, Ulta tercatat sebagai penerima beasiswa Chevening dan Fulbright.

Berpengalaman di Isu Keamanan

Karier Ulta tidak jauh dari isu keamanan nasional maupun internasional.

Ia pernah berkecimpung sebagai peneliti dan konsultan yang menangani isu kontra-terorisme serta radikalisme. Pengalaman tersebut membuatnya banyak terlibat dalam kajian mengenai konflik, ekstremisme, terorisme, dan dinamika keamanan kawasan.

Ulta juga aktif mengikuti berbagai seminar dan diskusi mengenai keamanan global, ideologi, serta geopolitik.

Dalam konteks politik nasional, ia pernah terlibat dalam Tim Kampanye Nasional Pemilu 2024. Namanya juga pernah masuk daftar 40 Under 40 figur muda yang dinilai berpengaruh di bidangnya.

Rekam Jejak Penelitian Konflik

Selain isu keamanan, Ulta memiliki pengalaman penelitian mengenai konflik di sejumlah wilayah.

Kajian dan penelitian lapangannya antara lain mencakup Afghanistan dan Filipina Selatan. Ia juga menaruh perhatian pada persoalan keamanan di Aceh dan Papua.

Berbagai pengalaman tersebut memperkaya perspektifnya dalam membaca konflik bersenjata, ekstremisme, serta dinamika keamanan di kawasan.

Tulisan dan analisis Ulta juga membahas jaringan terorisme, radikalisme, konflik global, serta dampak berbagai krisis terhadap keamanan regional.

Pernyataan Pribadi, Bukan Kesimpulan Ilmiah

Perhatian terhadap pernyataan Ulta pada akhirnya tidak hanya menyangkut sosok yang menyampaikannya, tetapi juga bagaimana sebuah dugaan dipahami publik.

Ketika istilah seperti HAARP muncul bersamaan dengan bencana alam, narasi tersebut mudah menyebar karena menyentuh rasa penasaran masyarakat. Namun, popularitas sebuah teori di media sosial tidak otomatis menjadikannya benar.

Kesimpulannya, Ulta Levenia Nababan memang mempertanyakan kemungkinan faktor lain di balik erupsi enam gunung api dan menyinggung HAARP, tetapi ia menyebutnya sebagai pemikiran pribadi. Klaim bahwa HAARP dapat mengendalikan cuaca atau memicu gempa juga masih berada pada ranah spekulasi dan tidak memiliki bukti ilmiah yang terverifikasi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
HAARP Ulta Levenia Deputi Bakom teori konspirasi Gunung Api