Tol Gending-Paiton Segera Dibuka 24 Jam, Truk Boleh Masuk tapi ODOL Ditolak

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 23:00 WIB
DIBUKA GRATIS: Direktur Utama PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) Adi Prasetyanto meninjau Gerbang Tol Kraksaan, Jalan Tol Probowangi, sebelum dioperasikan 16 hari selama libur Nataru.
DIBUKA GRATIS: Tol Prosiwangi seksi Gending-Kraksaan-Paiton segera dibuka sebelum akhir 2026. Gratis 14 hari, beroperasi 24 jam, dan kendaraan ODOL dilarang masuk. (Jasa Marga)

RADAR BANYUWANGI - Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) seksi 1 dan 2, Gending–Kraksaan–Paiton, dipastikan segera beroperasi sebelum akhir 2026. Ruas yang konstruksinya telah rampung 100 persen itu akan dibuka 24 jam setelah izin dari Kementerian PUPR terbit, dengan masa sosialisasi gratis selama 14 hari bagi masyarakat.

Kepastian tersebut disampaikan Manajer Operasi PT Jasamarga Probolinggo–Banyuwangi Nadila Sevitria, Jumat (10/9/2026).

Menurut Nadila, kesiapan tidak hanya dari sisi fisik jalan. Sistem transaksi, pengaturan lalu lintas, hingga pelayanan pengguna juga telah dipersiapkan.

“Secara konstruksi maupun kesiapan layanan, kami sudah mantap dan siap dibuka. Jalan ini sudah diuji fungsional beberapa kali, termasuk saat Lebaran lalu. Seluruh sistem transaksi dan pengaturan lalu lintas sudah kami siapkan,” ujar Nadila.

Gending-Paiton Rampung 100 Persen

Seksi 1 dan 2 yang menghubungkan Gending–Kraksaan–Paiton menjadi bagian pertama Tol Probowangi yang segera melayani masyarakat.

Seluruh pekerjaan konstruksi pada dua seksi tersebut disebut telah mencapai 100 persen. Uji fungsional juga sudah dilakukan beberapa kali sebagai bagian dari persiapan sebelum jalan tol digunakan secara penuh.

Pengelola memperkirakan sekitar 5.000 kendaraan per hari akan memanfaatkan ruas tersebut setelah dibuka.

Jumlah tersebut menunjukkan potensi pengalihan arus kendaraan dari jalur arteri menuju jalan tol, terutama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan di kawasan Probolinggo dan sekitarnya.

Gratis 14 Hari, Tetap Wajib Bawa Kartu Tol

Setelah izin pengoperasian dari Kementerian PUPR diterbitkan, ruas Gending–Kraksaan–Paiton akan dibuka selama 24 jam.

Namun, pada tahap awal pengoperasian diberlakukan masa sosialisasi selama 14 hari tanpa pungutan tarif.

Meski gratis, pengguna tetap tidak boleh mengabaikan prosedur transaksi di gerbang tol.

Pengendara diwajibkan menempelkan kartu uang elektronik ketika melewati gerbang. Karena itu, pengelola mengimbau masyarakat memastikan kartu tersedia dan memiliki saldo yang cukup.

“Kami imbau siapkan kartu uang elektronik dengan saldo cukup dan cek kondisi kendaraan sebelum berangkat, terutama untuk perjalanan jauh. Setelah masa sosialisasi selesai, tarif resmi akan berlaku sesuai ketetapan pemerintah,” jelas Nadila.

Setelah masa gratis berakhir, pengguna akan dikenakan tarif sesuai ketetapan pemerintah.

Truk dan Trailer Boleh Masuk, ODOL Ditolak

Tidak hanya kendaraan pribadi. Truk besar dan truk trailer juga diperbolehkan melintas di ruas tersebut.

Namun, ada satu aturan yang tidak bisa ditawar: kendaraan over dimension overloading (ODOL) dilarang masuk.

Petugas akan melakukan pemeriksaan dan penyaringan kendaraan di gerbang tol. Kendaraan yang tidak memenuhi persyaratan akan diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui jalan arteri.

Kebijakan tersebut diterapkan untuk menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan sekaligus melindungi kualitas dan umur layanan konstruksi jalan tol.

“Kami bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan dan Kepolisian. Kendaraan yang melanggar tidak akan diizinkan masuk,” tegas Nadila.

Seksi 3 Masih Tunggu Sertifikat

Meski seksi 1 dan 2 segera dibuka, masyarakat belum bisa menikmati seluruh koridor Tol Probowangi.

Seksi 3 yang menghubungkan Paiton–Situbondo masih menunggu Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dari Kementerian PUPR.

Ruas tersebut ditargetkan dapat beroperasi menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru.

Jika sertifikat dan izin pengoperasian telah terpenuhi sesuai tahapan, pengoperasian seksi berikutnya akan memperpanjang konektivitas jalan tol ke arah Situbondo.

Jadi Alternatif Jalur Pajarakan

Pembukaan Tol Prosiwangi seksi 1 dan 2 juga memiliki arti penting bagi lalu lintas di jalur arteri Probolinggo.

Kawasan Pajarakan selama ini menjadi salah satu titik yang dapat mengalami kepadatan. Kondisi lalu lintas juga berpotensi terganggu ketika jembatan atau ruas jalan utama membutuhkan perbaikan.

Dengan dibukanya jalan tol, masyarakat memiliki pilihan jalur alternatif untuk perjalanan.

Pengoperasian ruas tersebut diharapkan dapat membantu mengurai kepadatan sekaligus memberikan opsi perjalanan yang lebih lancar bagi pengguna kendaraan.

Pada akhirnya, Tol Prosiwangi seksi Gending–Kraksaan–Paiton bukan lagi sekadar proyek konstruksi. Ruas tersebut sudah memasuki fase menunggu izin untuk benar-benar digunakan masyarakat, dengan bonus masa gratis 14 hari sebelum tarif resmi diberlakukan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Gending Paiton kendaraan ODOL Tol Probolinggo Banyuwangi tol gratis tol prosiwangi