Kabar Baik dari Pelabuhan Ketapang, Antrean Truk Menyusut Drastis Jadi 500 Meter

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 01:01 WIB
MULAI MENYUSUT: Antrean truk menuju Pelabuhan Ketapang kembali terjadi, Rabu (9/9). Ekor kemacetan di depan Mako Lanal Banyuwangi, sekitar 500 meter dari Pelabuhan Ketapang. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
MULAI MENYUSUT: Antrean truk menuju Pelabuhan Ketapang kembali terjadi, Rabu (9/9). Ekor kemacetan di depan Mako Lanal Banyuwangi, sekitar 500 meter dari Pelabuhan Ketapang. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan ASDP Ketapang, Kalipuro, Banyuwangi, mulai menunjukkan titik terang. Antrean yang sebelumnya mengular hingga belasan kilometer kini menyusut drastis menjadi sekitar 500 meter pada Rabu sore. Penurunan volume kendaraan dan penambahan armada kapal perbantuan menjadi dua faktor utama yang membuat arus lalu lintas berangsur terurai.

Pantauan di lapangan menunjukkan, sisa antrean kendaraan masih didominasi truk yang terkonsentrasi di sekitar Mako Lanal Banyuwangi, sekitar 500 meter dari gerbang Pelabuhan Ketapang.

Truk-truk tersebut mengantre untuk mendapatkan giliran sirkulasi menuju pelabuhan dari buffer zone Dermaga Bulusan. Meski kepadatan masih terasa di dalam kawasan penyangga, kondisi jalan raya utama sudah jauh lebih bergerak dibanding hari-hari sebelumnya.

Antrean Jalan Raya Tinggal 500 Meter

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi Ipda Tri Pepri Alfian membenarkan kondisi tersebut.

Menurut dia, kepadatan memang masih terjadi di buffer zone Bulusan. Namun, antrean yang berada di jalan raya utama telah berkurang signifikan.

"Yang padat di jalan raya tersisa sekitar 500 meter. Kondisi ini sudah jauh berkurang dari hari-hari sebelumnya," tegas Pepri.

Kondisi itu menjadi sinyal positif bagi kelancaran arus kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang, terutama kendaraan logistik yang sebelumnya terdampak panjangnya antrean.

Lima Kapal TBB Dikerahkan

Penguraian antrean juga didukung strategi operasional pelayaran. Otoritas tetap menerapkan skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB) untuk lima kapal khusus.

Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran BPTD Satpel Ketapang Rahut Sianturi mengatakan, lima kapal tersebut ditempatkan di dua titik strategis.

Sebanyak tiga kapal beroperasi di Dermaga Movable Bridge (MB). Sementara dua kapal lainnya disiagakan di Dermaga Landing Craft Machine (LCM).

"Tiga kapal TBB yang bertugas di Dermaga MB adalah KMP Portlink 7, KMP Surya Ayla, dan KMP Sumber Berkat 3. Sedangkan di Dermaga LCM disiagakan KMP Karya Maritim I dan KMP Trans Jawa 9," jelas Rahut.

Sementara itu, Dermaga Bulusan tidak mendapat jatah kapal TBB dalam skema tersebut.

27 Kapal Layani Ketapang-Gilimanuk

Secara keseluruhan, layanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk saat ini menggunakan pola operasional delapan trip dengan total 27 kapal aktif.

Dari jumlah tersebut, 13 kapal melayani Dermaga MB dan sembilan kapal berada di Dermaga LCM. Kapal lainnya mendukung operasional dermaga terkait.

Kapasitas muatan di kawasan Pelabuhan Ketapang sendiri tercatat sekitar 80 persen. Komposisi kendaraan masih didominasi angkutan logistik atau kendaraan barang.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa arus kendaraan belum sepenuhnya normal. Namun, penyusutan antrean di jalan raya menjadi perkembangan penting setelah sebelumnya kepadatan kendaraan mencapai belasan kilometer.

Kapal Besar Jadi Strategi Tambah Kapasitas

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan, penambahan armada kapal berukuran besar menjadi salah satu strategi perusahaan untuk memperkuat kapasitas lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Dua armada yang didatangkan, yakni KMP Jatra I dan Portlink 0, diharapkan mampu membantu mempercepat pergerakan kendaraan sekaligus mengurangi dampak kepadatan dari jalur Banyuwangi-Lombok.

ASDP, kata Media, akan terus memantau dinamika kendaraan di lapangan. Pola operasi juga dapat disesuaikan dengan kondisi aktual untuk menjaga kelancaran arus penyeberangan.

Dengan antrean di jalan raya yang kini tinggal sekitar 500 meter, tekanan lalu lintas menuju Pelabuhan Ketapang mulai mereda. Namun, dominasi kendaraan logistik dan kapasitas kawasan pelabuhan yang masih mencapai 80 persen membuat pengawasan arus tetap diperlukan. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
kapal TBB antrean Ketapang pelabuhan ketapang asdp ketapang ketapang gilimanuk