Tol Prosiwangi Tahap Satu Rampung, Operasional Ditargetkan Sebelum Libur Nataru

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 14:43 WIB
Progres pembangunan Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) Tahap 1 Gending-Besuki sepanjang 49,68 km sudah selesai 100 persen. (Dok. Kementerian PU)
Tol Prosiwangi tahap 1 rampung, tapi belum bisa dipakai, ini alasannya. (Dok. Kementerian PU)

RADAR BANYUWANGI - Jalur utama Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) Tahap 1 sepanjang sekitar 50 kilometer telah rampung. Namun, pengendara belum bisa langsung melintas karena pengoperasian jalan bebas hambatan tersebut masih menunggu Sertifikat Operasi dan penetapan tarif resmi dari pemerintah.

Tol Prosiwangi Tahap 1 yang membentang dari Gending hingga Besuki tersebut menjadi salah satu proyek strategis untuk memperkuat konektivitas wilayah timur Jawa Timur. Kehadirannya diharapkan mampu membagi beban kendaraan dari jalur Pantura yang selama ini menjadi salah satu koridor utama pergerakan orang dan barang.

Secara teknis, pembangunan ruas tersebut terbagi menjadi tiga paket pekerjaan. Paket 1 mencakup Gending-Kraksaan sepanjang 12,88 kilometer, Paket 2 Kraksaan-Paiton sepanjang 11,20 kilometer, dan Paket 3 Paiton-Besuki sepanjang 25,60 kilometer.

Kepala Tim Pembangunan Tol Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali Ya'foor Sulaiman mengatakan, pekerjaan jalan utama atau main road telah mencapai 100 persen.

"Kalau jalan utamanya (main road) sudah 100 persen selesai. Untuk Paket 1 dan 2, SLFO-nya sudah keluar dan sedang mengajukan Sertifikat Operasi. Keluar sertifikat ini nantinya akan berbarengan dengan penentuan tarif," kata Ya'foor, Rabu (9/9).

Dua Paket Sudah Kantongi SLFO

Untuk Paket 1 Gending-Kraksaan dan Paket 2 Kraksaan-Paiton, proses kelayakan teknis telah lebih dahulu dilalui. Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi (SLFO) telah terbit sejak Februari.

Saat ini, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) sedang memproses pengajuan Sertifikat Operasi.

Berbeda dengan dua paket tersebut, Paket 3 Paiton-Besuki masih harus menyelesaikan sejumlah tahapan. Pengujian laik fungsi baru rampung pada awal Agustus.

BUJT kini menindaklanjuti rekomendasi hasil pengujian, baik yang berkaitan dengan kondisi lapangan maupun kelengkapan administrasi. Setelah seluruh rekomendasi dipenuhi, SLFO untuk ruas tersebut dapat diterbitkan.

Artinya, meskipun aspal dan jalur utama sudah siap digunakan, status operasional tol belum otomatis berlaku. Sertifikat Operasi menjadi salah satu syarat penting sebelum jalan tersebut resmi dibuka untuk masyarakat.

Rest Area Baru 22 Persen

Pekerjaan belum sepenuhnya berhenti. Di Paket 3 Paiton-Besuki, fasilitas pendukung berupa Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) atau rest area masih dalam tahap pembangunan.

Hingga akhir Agustus, progres pembangunan rest area di jalur A dan B baru sekitar 22 persen. BUJT menargetkan fasilitas tersebut selesai pada November.

Meski demikian, pembangunan rest area tidak diperkirakan menghambat pengoperasian jalan utama. Pembangunannya dilakukan secara paralel dan pelayanan darurat dapat disediakan secara bertahap ketika ruas tol mulai beroperasi.

Dengan skema tersebut, kesiapan jalan utama menjadi prioritas, sementara fasilitas pendukung terus dikebut setelahnya.

Simpang Susun Gending Juga Jadi Titik Krusial

Selain rest area, titik lain yang menjadi perhatian adalah koneksi menuju Simpang Susun Gending yang terhubung dengan Tol Pasuruan-Probolinggo.

Jalur penghubung sepanjang sekitar 500 meter tersebut baru menjalani uji laik fungsi pada pertengahan Juli. Tindak lanjut terhadap rekomendasi hasil pengujian kini telah mencapai sekitar 95 persen.

Penyelesaian titik sambungan ini penting karena jalan tol tidak hanya membutuhkan kesiapan ruas utama, tetapi juga konektivitas antarruas agar kendaraan dapat masuk dan keluar secara aman serta lancar.

Uji Keselamatan Jadi Perhatian

Dalam uji laik fungsi, tim gabungan tidak hanya melihat kondisi fisik jalan. Aspek keselamatan dan kesiapan prasarana turut diperiksa secara menyeluruh.

Salah satu perhatian adalah sistem drainase. Faktor tersebut menjadi penting mengingat wilayah timur Jawa Timur memiliki curah hujan tinggi dan karakter geografis tertentu yang didominasi batuan keras.

Dari sisi lalu lintas, sejumlah titik juga mendapat penanganan. Pelebaran jalan di persimpangan, termasuk kawasan exit tol Besuki, telah diselesaikan untuk meminimalkan potensi kemacetan ketika kendaraan mulai menggunakan ruas baru tersebut.

"Dari sisi lalu lintas, pelebaran jalan di titik persimpangan seperti exit tol Besuki juga telah diselesaikan guna meminimalkan dampak kemacetan pada jalan nasional existing," ujar Ya'foor.

Diharapkan Siap Sebelum Nataru

Pemerintah dan pengelola tol kini berpacu dengan waktu. Harapannya, seluruh proses administrasi serta penetapan tarif dapat diselesaikan sebelum periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Jika terealisasi, Tol Prosiwangi Tahap 1 berpotensi memberikan alternatif baru bagi kendaraan yang melintasi jalur Pantura. Beban arus lalu lintas di jalan nasional diharapkan dapat terbagi sehingga potensi kemacetan dapat ditekan.

Namun, perjalanan Tol Prosiwangi belum berhenti di Besuki.

Tahap berikutnya direncanakan melanjutkan konektivitas dari Besuki menuju Ketapang, Banyuwangi. Untuk pembangunan Tahap 2 tersebut, BBPJN Jawa Timur-Bali masih menunggu arahan dan kebijakan lebih lanjut dari pemerintah pusat.

"Kemudian untuk kelanjutan pembangunan Tahap 2 yang melintasi Besuki hingga Ketapang, Banyuwangi, kami masih menunggu arahan dan kebijakan lebih lanjut dari pemerintah pusat," terangnya.

Dengan demikian, Tol Prosiwangi Tahap 1 kini berada di ambang pengoperasian. Jalan utama sudah selesai, sebagian sertifikat kelayakan telah terbit, dan sejumlah fasilitas pendukung terus dikebut. Tinggal menunggu dua hal penting: Sertifikat Operasi dan tarif resmi.

Bagi pengguna jalan, dua dokumen tersebut menjadi penanda paling penting kapan jalur bebas hambatan Gending-Besuki benar-benar bisa digunakan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : Jawa Pos
Tol Besuki Sertifikat Operasi tol prosiwangi Tol Probolinggo tarif tol