Peta Gempa Terbaru Ungkap 14 Megathrust, Aceh-Andaman Capai M9,2, Jawa 9,1

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 21:00 WIB
Peta gempa megathrust yang dirilis BMKG bikin geger.
Peta gempa megathrust yang dirilis BMKG. Peta Gempa Indonesia 2024 mencatat 14 zona megathrust yang berdampak ke Indonesia. Aceh-Andaman berpotensi M9,2, Jawa mencapai M9,1.

RADAR BANYUWANGI – Ancaman gempa besar di sekitar Indonesia tidak hanya datang dari satu zona. Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 mencatat 14 segmen megathrust yang berpotensi berdampak terhadap wilayah Indonesia, dengan potensi magnitudo maksimum hingga M9,2 di Megathrust Aceh-Andaman. Angka itu meningkat dibandingkan pemetaan sebelumnya yang mencatat 13 segmen pada 2017 dan 11 segmen pada 2010.

Pemutakhiran tersebut menunjukkan bahwa pemahaman mengenai sumber gempa terus berkembang seiring bertambahnya data dan penelitian kegempaan.

Dalam Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024, para peneliti menyebut segmentasi sumber gempa megathrust secara keseluruhan tidak mengalami peningkatan drastis. Namun, terdapat sejumlah pembaruan penting pada karakteristik dan potensi magnitudo beberapa segmen.

“Untuk segmentasi sumber gempa megathrust relatif tidak mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu berjumlah 14 segmen di tahun 2024, sedangkan tahun 2017 ada 13 segmen dan tahun 2010 ada 11 segmen,” tulis para ahli dalam dokumen tersebut.

Dari 14 segmen yang dinilai dapat berdampak terhadap Indonesia, 11 berada di wilayah Indonesia dan tiga lainnya berada di Filipina.

Segmen yang berada di luar wilayah Indonesia tetap diperhitungkan karena letaknya berdekatan dengan kawasan Indonesia dan memiliki potensi memengaruhi wilayah Tanah Air.

Mengapa Jumlah Megathrust Bertambah?

Pemutakhiran segmentasi dilakukan berdasarkan berbagai publikasi ilmiah yang terbit sepanjang periode 2017 hingga 2024.

Peneliti mengevaluasi kembali karakteristik sumber gempa, data seismik, serta penelitian terbaru yang berkaitan dengan zona subduksi.

Hasil evaluasi tersebut kemudian menghasilkan sejumlah perubahan. Ada segmen yang diperbarui, ada yang direvisi, dan terdapat pula perubahan dalam perhitungan potensi magnitudo maksimum.

Sebanyak tujuh segmen megathrust mengalami pembaruan data, terutama terkait potensi magnitudo maksimum.

“Sebanyak 7 segmen megathrust mengalami pembaruan data, di mana potensi magnitudo maksimum diperbaharui berdasarkan data terbaru,” tulis peneliti.

Salah satu pembaruan yang menarik perhatian adalah masuknya Megathrust Palung Cotabato dengan potensi magnitudo maksimum M8,3.

Secara geografis, Palung Cotabato berada di wilayah Filipina. Namun, posisinya yang relatif dekat dengan Kepulauan Talaud di Indonesia bagian utara membuat sumber gempa tersebut turut diperhitungkan dalam pemetaan yang dapat berdampak terhadap Indonesia.

Aceh-Andaman dan Jawa Punya Potensi Terbesar

Jika dilihat berdasarkan potensi magnitudo maksimum, Megathrust Aceh-Andaman menempati posisi teratas.

Zona tersebut memiliki potensi gempa maksimum M9,2.

Di bawahnya terdapat Megathrust Jawa dengan potensi magnitudo maksimum mencapai M9,1.

Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi energi gempa yang dapat tersimpan di zona subduksi tersebut. Namun, potensi magnitudo maksimum dalam peta sumber gempa bukan berarti gempa sebesar angka tersebut akan segera terjadi.

Peta tersebut digunakan untuk menggambarkan potensi sumber bahaya gempa berdasarkan kajian ilmiah dan data yang tersedia.

Sejumlah zona lainnya juga mengalami perubahan dalam estimasi magnitudo.

Megathrust Mentawai-Pagai, misalnya, mengalami peningkatan potensi magnitudo maksimum dari M8,5 pada Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017 menjadi M8,9 pada pembaruan 2024.

Megathrust Sulawesi Utara juga mengalami peningkatan, dari M7,9 menjadi M8,5.

Peneliti menilai peningkatan estimasi tersebut memperlihatkan pentingnya pengamatan dan penelitian lanjutan untuk memahami karakteristik seismik setiap wilayah.

Daftar 14 Zona Megathrust

Berikut 14 zona megathrust yang berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 berpotensi berdampak terhadap Indonesia:

1. Megathrust Aceh-Andaman
Potensi magnitudo maksimum M9,2.

2. Megathrust Nias-Simeulue
Potensi magnitudo maksimum M8,7.

3. Megathrust Batu
Potensi magnitudo maksimum M7,8.

4. Megathrust Mentawai-Siberut
Potensi magnitudo maksimum M8,9.

5. Megathrust Mentawai-Pagai
Potensi magnitudo maksimum M8,9.

6. Megathrust Enggano
Potensi magnitudo maksimum M8,9.

7. Megathrust Jawa
Potensi magnitudo maksimum M9,1.

8. Megathrust Jawa bagian barat
Potensi magnitudo maksimum M8,9.

9. Megathrust Jawa bagian timur
Potensi magnitudo maksimum M8,9.

10. Megathrust Sumba
Potensi magnitudo maksimum M8,9.

11. Megathrust Sulawesi Utara
Potensi magnitudo maksimum M8,5.

12. Megathrust Palung Cotabato
Potensi magnitudo maksimum M8,3.

13. Megathrust Filipina Selatan
Potensi magnitudo maksimum M8,2.

14. Megathrust Filipina Tengah
Potensi magnitudo maksimum M8,1.

Bukan Prediksi Gempa Akan Segera Terjadi

Besarnya angka magnitudo dalam peta tersebut perlu dibaca secara tepat.

Potensi magnitudo maksimum merupakan gambaran kemampuan suatu segmen sumber gempa untuk menghasilkan gempa berdasarkan kajian ilmiah. Angka tersebut bukan prediksi waktu kapan gempa akan terjadi.

Karena itu, keberadaan 14 segmen megathrust tidak dapat diterjemahkan sebagai tanda bahwa gempa besar akan segera mengguncang Indonesia.

Yang justru menjadi pesan penting dari pemutakhiran peta tersebut adalah perlunya memahami wilayah rawan gempa dan meningkatkan kesiapsiagaan.

Indonesia berada di kawasan tektonik aktif dengan sejumlah zona subduksi yang menjadi sumber gempa. Data mengenai karakteristik sumber gempa terus diperbarui seiring berkembangnya penelitian.

Dengan potensi maksimum hingga M9,2 di Aceh-Andaman dan M9,1 di Megathrust Jawa, pemahaman mengenai risiko kegempaan menjadi bagian penting dalam upaya mitigasi bencana.

Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2024 pada akhirnya bukan untuk menebak kapan gempa besar datang, melainkan menjadi dasar ilmiah untuk memahami di mana sumber bahaya berada dan seberapa besar potensi guncangannya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : BMKG
megathrust Indonesia gempa megathrust bahaya gempa Zona megathrust peta gempa