RADAR BANYUWANGI – Setelah dua pekan membuat jalur utama Situbondo–Banyuwangi sesak oleh truk logistik, antrean kendaraan akhirnya terurai, Selasa (8/9). Jalan raya di utara Pelabuhan ASDP Ketapang hingga Terminal Sritanjung kembali landai, meski dua kapal besar bantuan ASDP belum sepenuhnya mengangkut kendaraan yang sebelumnya menumpuk.
Sejak pukul 08.00 WIB, tidak terlihat lagi barisan truk besar yang mengular hingga bahu jalan. Arus kendaraan di ruas Situbondo–Banyuwangi terpantau ramai lancar. Kepadatan kini lebih terkonsentrasi di buffer zone dermaga Bulusan, tempat kendaraan logistik menunggu jadwal penyeberangan.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi Ipda Tri Pepri Alfian mengatakan kondisi tersebut terpantau baik melalui pemantauan udara maupun pengecekan langsung di lapangan.
“Hari ini arus lalu lintas sudah lancar. Dari pantauan udara maupun di lapangan, sudah tidak ada kendaraan yang antre di jalan utama,” ujar Pepri.
Antisipasi Lonjakan Truk Logistik
Meski antrean di jalan utama sudah menghilang, aparat belum menarik seluruh personel pengamanan. Polresta Banyuwangi bersama Polda Jatim masih berjaga di sejumlah titik strategis.
Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi potensi lonjakan kendaraan, terutama truk logistik yang hendak menuju Pelabuhan Ketapang maupun jalur penyeberangan lainnya.
Pepri menyebut kondisi lalu lintas di Jalan Situbondo–Banyuwangi telah ramai lancar sejak dini hari. Pengawasan tetap dilakukan agar arus kendaraan tidak kembali tersendat.
“Anggota di lapangan masih memastikan arus lalin tetap normal,” tegasnya.
Kondisi yang mulai normal tersebut terjadi ketika dua kapal bantuan milik ASDP Indonesia Ferry mulai disiapkan untuk memperkuat layanan penyeberangan.
Dua armada itu adalah KMP Jatra I dan KMP Portlink 0. Keduanya merupakan kapal yang sebelumnya dikenal sebagai kapal “Sapu Jagat” dan beroperasi di lintasan Merak–Bakauheni.
KMP Jatra I diperbantukan untuk memperkuat pelayanan di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Sementara KMP Portlink 0 disiapkan untuk mendukung pengangkutan kendaraan logistik di lintasan Tanjungwangi–Lembar.
KMP Portlink 0 Tiba Tengah Malam
General Manager Pelindo Tanjungwangi Eko Budyasmoro mengatakan KMP Portlink 0 tiba di perairan Banyuwangi sekitar pukul 23.00 WIB, Senin (7/9).
Kapal tersebut langsung dipersiapkan untuk mendukung pengangkutan kendaraan logistik. Pelindo Tanjungwangi menempatkan kapal di posisi KD 3, berada di belakang kapal-kapal milik PT ALP.
Penempatan itu dilakukan dengan memperhitungkan aktivitas kapal lain yang masih beroperasi di kawasan pelabuhan.
“Kita siapkan di posisi KD 3, di belakang ALP. Jadi kapal milik ASDP ini bisa beroperasi bersamaan dengan kapal milik ALP,” kata Eko.
Dengan demikian, tambahan armada tidak sekadar menjadi alternatif, tetapi diharapkan mampu mempercepat pergerakan truk logistik yang menunggu penyeberangan.
Pada Senin (7/9), Pelabuhan Tanjungwangi sendiri mengoperasikan tiga kapal penumpang. Masing-masing kapal perintis Sabuk Nusantara, kapal milik ALP, dan KMP Portlink 0.
Pelindo kemudian menyiapkan ruang antrean sekitar 70 truk untuk mendukung proses pemuatan. Skema tersebut diharapkan membuat kendaraan yang hendak naik KMP Portlink 0 dapat langsung diarahkan ke area pelabuhan tanpa kembali memenuhi jalan umum.
Kapasitas 130 Kendaraan Jadi Harapan Baru
KMP Portlink 0 memiliki kapasitas sekitar 130 kendaraan. Tambahan kapasitas itu menjadi salah satu tumpuan untuk mengurangi kepadatan kendaraan logistik yang sebelumnya menumpuk di jalur menuju Pelabuhan Ketapang.
Pengoperasian kapal bantuan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mempercepat distribusi kendaraan logistik yang hendak menyeberang.
Dengan daya angkut yang relatif besar, KMP Portlink 0 diharapkan mampu memangkas antrean sekaligus mencegah truk kembali mengular di Jalan Situbondo–Banyuwangi.
Pelindo Tanjungwangi memastikan fasilitas pelabuhan disiapkan untuk mendukung kelancaran bongkar muat dan pergerakan kendaraan selama kapal bantuan beroperasi.
“Kita siapkan 70 kapasitas truk antre untuk masuk muatan. Kapasitas sekitar 130 truk. Kita harap bisa segera mengurai kepadatan,” pungkas Eko. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin