RADAR BANYUWANGI – Kemacetan panjang menuju Pelabuhan Ketapang nyaris membuat waktu menjadi musuh bagi seorang pasien pascaoperasi. Terjebak di tengah kepadatan kendaraan di Jalan Raya Nasional Situbondo-Banyuwangi, pasien tersebut akhirnya berhasil dievakuasi Tim Urai Satlantas Polresta Banyuwangi bersama personel Ditlantas Polda Jatim dan dilarikan ke RS Fatimah untuk mendapat penanganan medis segera.
Peristiwa itu terjadi di sebelah selatan Rest Area Grafika Resto, kemarin. Saat itu, arus kendaraan menuju Pelabuhan Ketapang dalam kondisi sangat padat hingga nyaris tak bergerak.
Informasi mengenai adanya warga sakit yang terjebak di tengah antrean kendaraan langsung direspons petugas. Personel kepolisian bergerak menuju kendaraan yang membawa pasien untuk memastikan kondisi sekaligus mencari cara agar pasien bisa segera mendapatkan pertolongan.
Situasi semakin mendesak karena pasien merupakan warga yang baru menjalani operasi dan membutuhkan penanganan medis secepatnya.
Di tengah kepungan kendaraan, sebuah ambulans kebetulan melintas di lokasi. Kesempatan tersebut langsung dimanfaatkan petugas. Pasien dipindahkan dari kendaraan pribadi ke ambulans untuk selanjutnya dibawa menuju RS Fatimah.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi Ipda Tri Pepri Alfian mengatakan, langkah evakuasi dilakukan karena kondisi pasien membutuhkan penanganan segera.
"Kami membantu evakuasi masyarakat sakit yang terjebak macet dan membutuhkan penanganan segera menuju RS Fatimah," ujar Pepri.
Tak sekadar memindahkan pasien, polisi kemudian melakukan pengawalan terhadap ambulans. Petugas membuka akses di antara antrean kendaraan yang mengular agar kendaraan medis tersebut bisa bergerak lebih cepat menuju rumah sakit.
Aksi tersebut menjadi gambaran lain dari pelayanan kepolisian di tengah kemacetan parah jalur menuju Pelabuhan Ketapang. Di saat ribuan pengendara harus menghadapi antrean panjang, personel di lapangan juga dituntut mampu membaca situasi dan mengambil keputusan cepat ketika muncul kondisi darurat.
Bagi pasien yang membutuhkan pertolongan medis, setiap menit menjadi sangat berarti. Karena itu, pengawalan ambulans dilakukan untuk meminimalkan hambatan perjalanan hingga pasien tiba di rumah sakit.
Kemacetan di jalur nasional menuju Pelabuhan Ketapang sendiri masih menjadi perhatian aparat. Sebanyak 240 personel gabungan disiagakan secara bergantian selama 24 jam di sejumlah titik rawan.
Mereka tidak hanya bertugas mengurai antrean kendaraan. Personel juga mengantisipasi pengendara yang mencoba menyerobot jalur sehingga berpotensi memperparah kepadatan.
Patroli berkala turut dilakukan di sepanjang jalur nasional tersebut. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan petugas bisa memberikan respons cepat apabila kembali ditemukan masyarakat yang membutuhkan pertolongan dalam situasi darurat.
Menurut Pepri, kondisi seperti itu menuntut personel untuk tidak sekadar fokus pada kelancaran arus lalu lintas. Keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas ketika situasi darurat terjadi di tengah kepadatan kendaraan.
"Ketika warga membutuhkan pertolongan, personel di lapangan juga dituntut sigap berpacu dengan waktu demi keselamatan masyarakat," pungkas Pepri. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin