RADAR BANYUWANGI – Antrean kendaraan di jalur menuju Pelabuhan ASDP Ketapang memang mulai terurai, tetapi persoalan belum sepenuhnya selesai. PT ASDP Indonesia Ferry tetap menyiagakan KMP Jatra I dan KMP Portlink 0 untuk menjaga arus penyeberangan sekaligus mengantisipasi lonjakan kendaraan susulan, terutama truk logistik yang hingga Selasa (8/9) masih memenuhi kantong parkir Bulusan.
Kondisi itu menunjukkan satu hal: kelancaran di jalan raya belum otomatis berarti seluruh antrean sudah tuntas. Laporan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Satuan Pelayanan (Satpel) Ketapang mencatat kantong parkir Bulusan masih terisi penuh hingga 100 persen.
Truk-truk logistik masih menunggu giliran masuk kapal. Bedanya, penumpukan kali ini tidak lagi menjalar ke jalan utama.
Jalan Raya Mulai Lega, Truk Masih Menunggu
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang Media Syahrianto Heriawan mengatakan arus kendaraan saat ini jauh lebih baik dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Penumpukan kendaraan berhasil ditarik masuk ke area pelabuhan. Tidak ada lagi antrean truk yang mengular hingga keluar kawasan pelabuhan maupun menyumbat jalan protokol.
“Tidak ada kemacetan, jadi semua sudah masuk ke dalam pelabuhan. Tinggal kendaraan di dalam area kantong parkir,” ujar Media.
Dengan kondisi tersebut, fokus ASDP kini bukan sekadar mengurai antrean di jalan, tetapi memastikan kendaraan yang masih tertahan di dalam area penyangga dapat segera diseberangkan.
Kapal Bantuan Bergerak dengan Skema TBB
Untuk mempercepat pergerakan kendaraan, salah satu kapal bantuan dioperasikan menggunakan skema TBB, yakni tiba, bongkar, kemudian langsung berangkat kembali.
Pola tersebut membuat kapal tidak terlalu lama berada di dermaga. Begitu kendaraan selesai diturunkan, kapal dapat segera bergerak mengangkut muatan berikutnya.
“Artinya kita menggunakan TBB. Alhamdulillah bisa mengangkut agak lumayan kendaraan. Hari ini diangkut sekitar 60 kendaraan, campuran,” kata Media.
Skema ini menjadi salah satu cara ASDP menjaga ritme pelayanan ketika volume kendaraan logistik masih tinggi.
Di sisi lain, keberadaan dua kapal bantuan membuat kapasitas layanan bisa dibagi sesuai kebutuhan di dua pelabuhan.
Jatra I di Ketapang, Portlink 0 Jaga Tanjungwangi
KMP Jatra I difokuskan untuk memperkuat layanan lintasan Ketapang–Gilimanuk. Sementara itu, KMP Portlink 0 disiapkan di Pelabuhan Tanjungwangi untuk mengantisipasi kepadatan pada layanan jarak jauh menuju Lembar, Lombok.
Pembagian tugas tersebut membuat dua kapal yang sebelumnya didatangkan sebagai kapal bantuan atau “Sapu Jagat” tidak hanya menjadi solusi sementara untuk antrean Ketapang.
Keduanya juga menjadi lapisan pengamanan apabila terjadi peningkatan arus kendaraan di pelabuhan lain.
“Harapan tinggal Portlink itu mengurai kemacetan atau mengantisipasi kemacetan jika terjadi di Tanjungwangi. Satu kapal di Tanjungwangi, satu kapal di sini (Ketapang),” terang Media.
ASDP akan terus mengevaluasi pola operasi kedua kapal tersebut dalam beberapa hari mendatang. Evaluasi menjadi penting karena kondisi antrean kendaraan, khususnya truk logistik, masih sangat dinamis.
Kantong Bulusan Masih Penuh
Di tengah membaiknya situasi di jalan raya, kantong parkir Bulusan menjadi indikator bahwa arus kendaraan belum sepenuhnya kembali normal.
Kapasitas kantong parkir yang masih terisi 100 persen menunjukkan kendaraan logistik tetap membutuhkan waktu untuk masuk ke kapal. Karena itu, kelancaran jalan utama harus dijaga agar antrean tidak kembali meluber ke luar kawasan pelabuhan.
ASDP juga memastikan kebutuhan dasar pengguna jasa tetap diperhatikan. Penyediaan makanan dan minuman menjadi bagian dari antisipasi apabila kembali terjadi penumpukan kendaraan maupun penumpang di kawasan pelabuhan.
Langkah tersebut menjadi penting dalam situasi ketika kendaraan harus menunggu lebih lama akibat ketidakseimbangan antara volume kendaraan dan kapasitas angkut kapal.
Targetnya Satu: Jangan Sampai Antrean Kembali ke Jalan
Situasi di Ketapang kini memasuki fase berbeda. Jalan raya sudah kembali lancar, tetapi pekerjaan belum selesai karena kendaraan masih menunggu di kantong parkir.
Karena itu, optimalisasi kapal bantuan dan koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar antrean yang sudah berhasil ditarik ke dalam pelabuhan tidak kembali tumpah ke jalan.
ASDP berharap kondisi tersebut dapat dipertahankan secara konsisten, sembari terus memantau kemungkinan lonjakan kendaraan di Ketapang maupun Tanjungwangi.
“Mudah-mudahan kita harapannya nggak ada antrean lagi,” pungkas Media.
Dengan Jatra I tetap berjaga di Ketapang dan Portlink 0 disiapkan di Tanjungwangi, ASDP memilih menjaga kewaspadaan meski tekanan antrean di jalan utama mulai mereda. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin