RADAR BANYUWANGI – Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat konektivitas udara Banyuwangi–Jakarta terputus selama dua hari. Penerbangan rute Jakarta-Banyuwangi dan sebaliknya di Bandara Banyuwangi tidak beroperasi sejak Minggu (6/9) hingga Senin (7/9), sementara dua rute lain, yakni Surabaya dan Lombok, masih berjalan normal.
Dampaknya, aktivitas di Bandara Banyuwangi terlihat lebih lengang dibandingkan hari-hari biasa. Penumpang yang penerbangannya terdampak pembatalan juga diberikan dua pilihan oleh maskapai, yakni refund full atau reschedule free.
Jakarta-Banyuwangi Terhenti Dua Hari
General Manager Bandara Banyuwangi Muhammad Holik Muardi mengatakan, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau secara tidak langsung berdampak terhadap operasional penerbangan di Banyuwangi.
Penerbangan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menuju Bandara Banyuwangi (BWX) maupun penerbangan sebaliknya belum beroperasi selama dua hari terakhir.
“Penerbangan Jakarta-Banyuwangi PP masih belum beroperasi imbas dari erupsi Gunung Anak Krakatau,” ujar Holik, Senin (7/9).
Kondisi tersebut membuat suasana Bandara Banyuwangi relatif lebih sepi. Sejumlah calon penumpang yang hendak terbang menuju Jakarta juga diminta tidak datang ke bandara sebelum memastikan status penerbangannya kepada maskapai.
Penumpang Bisa Refund atau Ganti Jadwal
Bagi penumpang yang sudah membeli tiket, pembatalan penerbangan tidak serta-merta membuat perjalanan mereka kehilangan kepastian. Maskapai memberikan skema kompensasi berupa pengembalian uang secara penuh maupun perubahan jadwal tanpa biaya.
“Mereka diberi dua pilihan, reschedule free atau refund full,” kata Holik.
Skema tersebut diberikan kepada pengguna jasa yang penerbangannya terdampak pembatalan akibat kondisi vulkanik.
Dua Rute Tetap Beroperasi Normal
Di tengah penghentian sementara penerbangan Jakarta-Banyuwangi, aktivitas penerbangan dari dan menuju Banyuwangi melalui rute lainnya masih berlangsung.
Rute Lombok-Banyuwangi maupun sebaliknya tetap beroperasi. Begitu pula rute Surabaya-Banyuwangi dan sebaliknya.
Holik mencontohkan, pada Senin pagi terdapat penerbangan menuju Surabaya dengan membawa puluhan penumpang.
“Tadi pagi (kemarin) ada penerbangan yang berangkat ke Surabaya, total ada 28 penumpang,” tuturnya.
Artinya, dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap penerbangan di Bandara Banyuwangi tidak membuat seluruh operasional penerbangan berhenti. Gangguan terutama terjadi pada konektivitas rute Jakarta-Banyuwangi PP.
Penumpang Diminta Pantau Informasi
Holik mengingatkan calon penumpang agar terus memantau perkembangan kondisi penerbangan. Sebab, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau bersifat dinamis sehingga keputusan operasional penerbangan dapat berubah sewaktu-waktu.
“Untuk penumpang yang akan melakukan perjalanan ke Jakarta agar memonitor informasi terkini terkait dampak erupsi Anak Krakatau dan menghubungi maskapai sebelum perjalanan ke Bandara Banyuwangi,” jelasnya.
Imbauan tersebut dinilai penting agar calon penumpang tidak sia-sia menuju bandara ketika penerbangan yang akan digunakan kembali mengalami perubahan atau pembatalan.
Erupsi Gunung Anak Krakatau sebelumnya telah berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Banyuwangi. Penerbangan Jakarta-Banyuwangi dan sebaliknya dibatalkan sejak Minggu (6/9), dan hingga Senin (7/9) operasional rute tersebut masih belum kembali normal. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin