Antrean Ketapang Mulai Susut, dari 8 Kilometer Kini Jadi 5 Kilometer

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 22:00 WIB
BANTU WISATAWAN: Anggota Satlantas Polresta Banyuwangi membantu wisatawan mencarikan angkutan umum untuk menghindari kemacetan di Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi, Kamis (3/9). (Humas Polresta Banyuwangi)
BANTU WISATAWAN: Anggota Satlantas Polresta Banyuwangi membantu wisatawan mencarikan angkutan umum untuk menghindari kemacetan di Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi, Kamis (3/9). (Humas Polresta Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Antrean truk logistik menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, mulai menunjukkan tanda-tanda mereda, tetapi belum sepenuhnya terurai. Setelah sempat mengular hingga 8 kilometer pada Sabtu (5/9) malam, antrean turun pada Minggu (6/9), meski kembali mencapai sekitar 5 kilometer pada siang hari.

Situasi tersebut membuat kepolisian memperkuat pengaturan lalu lintas di jalur menuju pelabuhan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Sebanyak 60 personel dengan 30 sepeda motor diterjunkan untuk mengurai kepadatan sekaligus memastikan kendaraan tetap mengikuti antrean.

Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur Kombes Pol Rahmat Hidayat mengatakan personel Ditlantas bersama sejumlah Polres BKO membantu Polresta Banyuwangi menangani kemacetan yang telah berlangsung sekitar sepekan.

Antrean Sempat Mencapai 8 Kilometer

Kepadatan kendaraan terutama terjadi akibat meningkatnya volume truk logistik menuju Pelabuhan Ketapang.

Pada Sabtu malam, panjang antrean bahkan mencapai sekitar 8 kilometer. Minggu pagi, antrean sempat berkurang sekitar 1,7 kilometer dibandingkan kondisi malam sebelumnya.

Namun, situasi belum sepenuhnya stabil.

Memasuki Minggu siang, antrean kembali bertambah hingga sekitar 5 kilometer.

“Dengan bantuan dari Kementerian Perhubungan dalam hal ini Ditjen Hubdat dan ASDP, kami harap bantuan kapal dan pola tiba-bongkar-berangkat (TBB) mungkin kemacetan akan semakin cepat berkurang,” kata Rahmat, dikutip Antara.

Polisi Fokus Cegah Kendaraan Ngeblong

Di tengah antrean panjang, salah satu persoalan yang menjadi perhatian polisi adalah kendaraan yang mencoba keluar dari barisan atau “ngeblong”.

Polisi menilai tindakan tersebut justru berpotensi memperparah kemacetan karena dapat mengganggu arus kendaraan lain yang sudah mengantre.

Karena itu, personel Ditlantas difokuskan mengatur arus di jalur utama menuju Pelabuhan Ketapang agar kendaraan tetap tertib sesuai antrean.

Petugas juga melakukan patroli untuk membantu pengguna jalan yang berada dalam kondisi mendesak, termasuk kendaraan seperti ambulans.

Rahmat mengimbau pengemudi tidak saling mendahului dan tidak mengambil jalur secara sembarangan.

Bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan mendesak, petugas dapat dihubungi sepanjang waktu. Kepolisian menyiapkan pola pengamanan dalam empat shift selama 24 jam.

Volume Truk Logistik Naik 16 Persen

Panjangnya antrean di Ketapang tidak muncul tanpa sebab.

Dalam beberapa hari terakhir, volume kendaraan logistik tercatat meningkat sekitar 16 persen dibandingkan periode yang sama pada bulan sebelumnya.

Lonjakan tersebut terjadi bersamaan dengan pengerjaan proyek peningkatan kapasitas dermaga di lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Satu pasang dermaga di Ketapang, Banyuwangi, dan Gilimanuk, Bali, tengah diperbaiki untuk meningkatkan kapasitas menjadi 50 ton.

Proyek tersebut merupakan bagian dari penguatan infrastruktur sekaligus persiapan menghadapi periode angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

24 Kapal Besar Dikerahkan

Untuk mengantisipasi kepadatan, sejak Sabtu (5/9) sebanyak 24 kapal berkapasitas besar dioperasikan untuk mengoptimalkan kemampuan angkut kendaraan.

Dari jumlah tersebut, enam kapal menerapkan pola tiba-bongkar-berangkat (TBB).

Pola tersebut ditujukan untuk mempercepat proses bongkar muat. Kapal diharapkan tidak terlalu lama berada di dermaga sehingga siklus pelayanan penyeberangan bisa berlangsung lebih cepat.

Skema tersebut menjadi salah satu harapan untuk memperpendek antrean truk yang masih terjadi di akses menuju Pelabuhan Ketapang.

Antrean Turun, Tantangan Belum Selesai

Penurunan antrean dari 8 kilometer menjadi 5 kilometer menunjukkan adanya perbaikan. Namun, angka tersebut juga memperlihatkan bahwa kepadatan belum sepenuhnya teratasi.

Kenaikan volume kendaraan logistik, proses peningkatan kapasitas dermaga, serta kebutuhan menjaga kelancaran arus kapal membuat penanganan antrean Ketapang harus dilakukan secara bersamaan dari sisi darat dan laut.

Polisi menjaga agar kendaraan tidak “ngeblong”, sementara pengelola penyeberangan mengoptimalkan kapal dan pola TBB.

Jika seluruh skema berjalan efektif, antrean di jalur menuju Pelabuhan Ketapang diharapkan terus menyusut.

Namun untuk sementara, 8 kilometer memang sudah turun menjadi 5 kilometer—tetapi kemacetan belum benar-benar selesai. (*)

Editor : Ali Sodiqin
truk logistik pelabuhan ketapang ketapang-gilimanuk antrean truk banyuwangi