RADAR BANYUWANGI – Antrean kendaraan logistik menuju Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk masih terjadi hingga Minggu (6/9). Untuk mengejar kepadatan yang terus menekan kapasitas layanan, ASDP menyiapkan dua kapal berukuran besar, KMP Jatra I dan KMP Portlink 0, sekaligus mengoptimalkan pola operasi kapal di lintasan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari mitigasi ASDP untuk mempercepat pergerakan kendaraan sekaligus menjaga kelancaran distribusi logistik Jawa-Bali. KMP Jatra I diproyeksikan memperkuat lintasan Ketapang-Gilimanuk, sedangkan KMP Portlink 0 diperbantukan ke lintasan Tanjung Wangi-Lembar/Gili Mas.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, kepadatan kendaraan berdampak langsung terhadap waktu perjalanan dan kenyamanan pengguna jasa. Karena itu, langkah operasional dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan kondisi lalu lintas, kesiapan armada, hingga keselamatan pelayaran.
“Kami memahami bahwa kondisi kepadatan ini berdampak pada perjalanan masyarakat maupun pelaku logistik. Berbagai langkah operasional untuk menambah dan mengoptimalkan kapasitas layanan. Penggerakan armada menjadi salah satu upaya yang kami lakukan agar pergerakan kendaraan dapat lebih cepat terurai, dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kualitas pelayanan,” ujar Heru.
Volume Logistik Naik 10–12 Persen
Tekanan terhadap layanan penyeberangan bukan tanpa sebab. General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto menyebut pergerakan kendaraan logistik masih mengalami peningkatan sekitar 10 hingga 12 persen setiap hari.
Kenaikan volume tersebut membuat kapasitas penyeberangan terus berada dalam tekanan. ASDP pun memilih menambah armada sekaligus menggenjot optimalisasi kapal yang sudah tersedia.
Dua kapal tambahan tersebut telah diberangkatkan menuju Tanjung Wangi pada Sabtu (5/9). Setelah itu, KMP Jatra I diproyeksikan memperkuat pelayanan Ketapang-Gilimanuk, sementara KMP Portlink 0 membantu melayani lintasan Tanjung Wangi menuju Lembar/Gili Mas.
Dari sisi kapasitas, kedua kapal tersebut bukan armada kecil. KMP Portlink 0 mampu mengangkut sekitar 130 kendaraan campuran, sedangkan KMP Jatra I sekitar 50 kendaraan campuran.
Tambahan kapasitas ini diharapkan menjadi ruang baru untuk mempercepat penguraian kendaraan yang masih mengantre di jalur menuju Pelabuhan Ketapang.
Delapan Trip Didorong, TBB Diterapkan
Selain menambah armada, ASDP bersama regulator juga mengoptimalkan pola operasi kapal. Kapal yang beroperasi didorong memaksimalkan perjalanan hingga delapan trip per hari, dengan tetap menyesuaikan kondisi operasional di lapangan.
Sistem Tiba Bongkar Berangkat (TBB) juga diberlakukan untuk enam kapal yang beroperasi. Pola tersebut ditujukan untuk memangkas waktu tunggu kapal sehingga kapasitas penyeberangan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.
“Volume kendaraan logistik masih meningkat sekitar 10 sampai 12 persen per hari. Karena itu, kami bersama regulator terus mengoptimalkan kapal yang ada agar kepadatan bisa segera terurai,” ujar Media.
Upaya tersebut menjadi penting karena antrean kendaraan di Ketapang bukan sekadar persoalan kenyamanan pengguna jasa. Ketika kendaraan logistik tertahan, dampaknya bisa menjalar ke rantai distribusi barang antara Jawa dan Bali.
Puluhan Ribu Kendaraan Sudah Diseberangkan
Di tengah kepadatan tersebut, arus kendaraan yang berhasil diseberangkan tetap berada pada angka tinggi. Berdasarkan catatan ASDP, selama periode 31 Agustus hingga 5 September 2026, sebanyak 36.218 kendaraan berhasil diseberangkan dari Ketapang menuju Gilimanuk.
Dari arah sebaliknya, yakni Gilimanuk menuju Ketapang, tercatat 33.810 kendaraan telah mendapatkan layanan penyeberangan.
Angka tersebut menunjukkan besarnya volume kendaraan yang harus dilayani setiap hari di lintasan utama penghubung Jawa-Bali tersebut. Karena itu, tambahan armada dan optimalisasi pola operasi menjadi bagian penting untuk menjaga kelancaran arus.
ASDP juga terus berkoordinasi dengan KSOP, BPTD, dan stakeholder terkait untuk mengatur arus kendaraan dari maupun menuju pelabuhan. Koordinasi dilakukan agar tambahan kapasitas kapal benar-benar memberikan dampak terhadap penguraian antrean, bukan sekadar menambah armada di lintasan.
“Kami terus bekerja di lapangan dan melakukan evaluasi secara berkala. Setiap kapasitas yang tersedia kami optimalkan untuk mempercepat penguraian kepadatan,” tandas Media.
Dengan dua kapal tambahan dan pola operasi yang diperketat, ASDP kini membidik satu hasil utama: antrean kendaraan logistik di Ketapang-Gilimanuk segera terurai dan distribusi Jawa-Bali kembali bergerak lebih lancar. (fre/sgt)
Editor : Ali Sodiqin