Abu Anak Krakatau Bikin Bandara Soetta Lumpuh, Penumpang Pilih Reschedule

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 20:23 WIB
Para penumpang pesawat ANA NH 872 tujuan Bandara Haneda, Jepang, terpaksa menunggu dalam ketidak pastian di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu pagi (6/8), karena pesawatnya dibatalkan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Dinarsa Kurniawan/JawaPos.com)
Para penumpang pesawat ANA NH 872 tujuan Bandara Haneda, Jepang, terpaksa menunggu dalam ketidak pastian di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu pagi (6/8), karena pesawatnya dibatalkan akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Dinarsa Kurniawan/JawaPos.com)

RADAR BANYUWANGI – Abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau membuat penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) kembali terhenti. Sejumlah calon penumpang yang sudah menunggu sejak dini hari akhirnya menyerah pada ketidakpastian: ada yang memilih reschedule, sementara lainnya mengambil opsi refund tiket.

Penutupan sementara Bandara Soetta, Tangerang, Banten, diperpanjang hingga pukul 17.30 WIB, Minggu (6/9/2026). Seluruh penerbangan keberangkatan dan kedatangan, baik domestik maupun internasional, terdampak penghentian sementara tersebut.

Situasi itu membuat penumpang yang sejak dini hari berada di terminal harus mengubah rencana perjalanan.

Penerbangan Pukul 02.00 WIB Berkali-kali Ditunda

Salah satunya Hadad. Dia seharusnya terbang menuju Ternate, Maluku Utara, dengan jadwal keberangkatan pukul 02.00 WIB.

Namun, penerbangan yang ditunggunya tak kunjung berangkat.

Jadwal sempat digeser hingga pukul 06.00 WIB. Setelah itu, penerbangan kembali mengalami pembatalan. Hadad akhirnya mengambil kembali bagasi yang sebelumnya telah dimasukkan melalui konter check-in.

“Jadwalnya itu tadi malam jam 2. Kemudian ditunda jam 6 ya tadi. Kemudian batal lagi, batal lagi,” kata Hadad saat ditemui di Terminal 3 Bandara Soetta, Minggu (6/9/2026).

Setelah menunggu berjam-jam, Hadad memilih tidak membatalkan perjalanan. Dia mengambil opsi reschedule dan kembali membawa bagasinya.

“Akhirnya kita ngambil bagasi kemudian naik ke sini untuk reschedule penerbangan kembali,” ujarnya.

Harapannya sederhana. Penerbangan segera kembali normal dan sebaran abu vulkanik berkurang sehingga pesawat dapat kembali beroperasi dengan aman.

Menunggu Sejak Pukul 04.00, Penumpang Pilih Refund

Cerita berbeda dialami Iqbal. Penumpang yang hendak terbang dari Jakarta menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, itu akhirnya memilih mengembalikan tiket.

Iqbal mengaku sudah berada di bandara sejak pukul 04.00 WIB. Namun, kepastian keberangkatan tidak kunjung didapat.

Waktu berjalan. Hingga sekitar pukul 09.00 WIB, dia akhirnya memutuskan masuk antrean untuk proses refund.

“Untuk refund tiket, Mas. Dari Jakarta ke Banjarmasin,” kata Iqbal.

Dia mengaku proses menunggu di bandara cukup panjang.

“Kalau di sininya dari jam 4 pagi, tapi kalau ngantre untuk refund-nya dari jam 9 pagi,” ujarnya.

Setelah tiket dikembalikan, Iqbal memilih langsung pulang. Menurutnya, waktu menunggu yang telah dihabiskan di bandara sudah terlalu lama.

“Balik, Bang. Nungguin sebegini lama,” katanya.

Soetta Tutup hingga 17.30 WIB

Penutupan Bandara Soetta bukan sekadar gangguan jadwal penerbangan. Seluruh penerbangan yang masuk dan keluar bandara, termasuk rute domestik dan internasional, sementara dihentikan.

Wakapolres Bandara Soetta AKBP Sendi Antoni mengatakan informasi penutupan tersebut disampaikan berdasarkan pemberitahuan resmi dari stakeholder terkait, termasuk AirNav.

“Baik, dari informasi kita dari stakeholder terkait, dari AirNav, bahwa sudah diumumkan secara resmi untuk penerbangan masuk dan keluar dari Bandara Soekarno-Hatta ditutup sampai dengan pukul 17.30 WIB,” kata Sendi di lokasi, Minggu (6/9/2026).

Dengan keputusan tersebut, penumpang yang memiliki jadwal penerbangan pada periode penutupan harus menunggu informasi lanjutan dari maskapai maupun pengelola bandara.

Bagi sebagian penumpang, pilihannya adalah menunggu dan menjadwal ulang perjalanan. Bagi lainnya, perjalanan terpaksa dihentikan dan tiket dikembalikan.

Di tengah ketidakpastian itu, satu hal menjadi jelas: abu vulkanik Gunung Anak Krakatau bukan hanya mengubah jadwal penerbangan, tetapi juga memaksa ribuan rencana perjalanan di Bandara Soetta ikut berubah. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Anak Krakatau Penerbangan Soetta Refund tiket bandara soetta Abu Vulkanik