Aksi Blokir Pelabuhan Ketapang Berakhir, ASDP Sepakati Tambah Armada

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 05:56 WIB
Sopir truk melakukan aksi unjukrasa di dekat pintu masuk Pelabuhan Ketapang, Kamis sore (4/9). Pemicunya, sudah berhari-hari mereka tidak bisa masuk pelabuhan. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Sopir truk melakukan aksi unjukrasa di dekat pintu masuk Pelabuhan Ketapang, Kamis sore (4/9). Pemicunya, sudah berhari-hari mereka tidak bisa masuk pelabuhan. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Aksi blokir akses menuju Pelabuhan Ketapang akhirnya berujung pada kesepakatan penambahan armada penyeberangan. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama BPTD, KSOP, asosiasi pelayaran, dan perwakilan pengemudi truk menyepakati penambahan kapal Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) di lintasan Ketapang–Gilimanuk untuk membantu mengurai antrean kendaraan.

Kesepakatan tersebut tercapai setelah sejumlah pengemudi truk menutup akses masuk Pelabuhan Ketapang selama sekitar 2,5 jam, Kamis (3/9) sore. Para pengemudi sebelumnya menuntut agar kapal berkapasitas besar tetap dioperasikan sekaligus meminta tambahan armada untuk mempercepat penyeberangan menuju Bali.

Penutupan akses sempat membuat kendaraan yang hendak masuk pelabuhan tertahan. Situasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas pihak untuk mencari solusi terhadap antrean kendaraan yang tak kunjung terurai.

Kapal Disesuaikan dengan Berat Muatan

Dalam koordinasi yang melibatkan ASDP, BPTD, KSOP, perwakilan pengemudi truk, asosiasi pelayaran, dan stakeholder terkait, disepakati pola pengoperasian kapal berdasarkan berat muatan kendaraan.

Truk dengan muatan kurang dari 30 ton akan diarahkan menggunakan kapal motor (MV) yang tersedia.

Sementara kendaraan dengan muatan lebih dari 30 ton akan diarahkan menggunakan kapal LCM dan MB IV. Skema tersebut diharapkan membuat penggunaan kapal menjadi lebih tepat sesuai karakteristik kendaraan dan kapasitas masing-masing armada.

Tidak berhenti di situ. BPTD dan ASDP juga berkomitmen menambah kapal dengan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

Pola TBB memungkinkan kapal yang tiba langsung melakukan proses bongkar kendaraan. Setelah proses selesai, kapal segera diberangkatkan kembali sehingga waktu kapal berada di dermaga dapat ditekan.

Penambahan armada dan pengaturan berdasarkan berat muatan itu akan dipertahankan secara berkelanjutan dengan menyesuaikan kebutuhan serta kondisi operasional di lapangan.

Sopir Diminta Ikuti Arahan Petugas

Kesepakatan juga mencakup komitmen para pengemudi truk. Mereka menyatakan siap mengikuti arahan petugas ketika proses pemuatan kendaraan ke kapal berlangsung.

Kepatuhan tersebut menjadi bagian penting dalam mempercepat proses bongkar-muat. Semakin tertib kendaraan mengikuti pola yang ditentukan, semakin kecil potensi terjadinya penumpukan di area pelabuhan.

Di sisi lain, KSOP berkomitmen mempercepat penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bagi kapal yang akan beroperasi. Namun, percepatan administrasi tetap dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan pelayaran.

Asosiasi pelayaran juga mendukung kesepakatan tersebut dengan mengoptimalkan jumlah perjalanan (trip) dan kapasitas muatan kapal yang tersedia.

Akses Pelabuhan Kembali Dibuka

Setelah seluruh pihak mencapai kesepakatan, aksi penutupan akses Pelabuhan Ketapang akhirnya dihentikan.

Sekitar pukul 17.15 WIB, akses menuju pelabuhan kembali dibuka. Kendaraan yang sebelumnya tertahan dapat kembali diarahkan menuju kawasan penyeberangan.

Bagi ASDP, kesepakatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengatasi antrean kendaraan yang terjadi di lintasan Ketapang–Gilimanuk.

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk memastikan layanan penyeberangan tetap berjalan.

“ASDP berkomitmen untuk terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait untuk memastikan operasional penyeberangan berjalan lancar serta mengurai antrean kendaraan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan pengguna jasa,” ujarnya. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
antrean Ketapang Tambah kapal pelabuhan ketapang asdp ketapang ketapang gilimanuk