RADAR BANYUWANGI – Perubahan trase Tol Pekutatan–Mengwi mulai berdampak pada penataan ruang di Bali. Pemerintah Kabupaten Tabanan kini menyelaraskan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Kerambitan seiring kelanjutan proyek tol yang setelah di-re-scoping menyusut menjadi sekitar 42 kilometer dan melintasi sekitar 36 desa di Jembrana, Tabanan, dan Badung.
Pembahasan itu mengemuka dalam Rapat Konsultasi Publik (RKP) RDTR Kawasan Perkotaan Kerambitan, Selasa (18/8/2026).
Rapat diselenggarakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tabanan.
Forum tersebut dihadiri Dinas Pekerjaan Umum Bali, Sekretaris Daerah Tabanan, jajaran Pemkab Tabanan, serta sejumlah perbekel dari Jembrana, Badung, dan Tabanan.
Bagi pemerintah daerah, penyelarasan tata ruang menjadi penting karena trase baru Tol Pekutatan–Mengwi bersinggungan dengan wilayah permukiman, lahan, akses transportasi, hingga kawasan yang diproyeksikan berkembang.
Tol Gilimanuk–Mengwi Masuk Skema Baru
Perubahan bermula dari keputusan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan re-scoping terhadap proyek Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi.
Dalam skema awal, proyek tersebut terdiri atas beberapa seksi yang menghubungkan Gilimanuk hingga Mengwi. Namun, Seksi I Gilimanuk–Pekutatan dibatalkan.
Fokus pembangunan kemudian diarahkan pada Seksi II Pekutatan–Antosari–Selemadeg–Soka dan Seksi III Soka–Mengwi.
Pemangkasan tersebut membuat panjang trase menyusut menjadi sekitar 42 kilometer.
Tidak hanya panjang jalan yang berubah. Wilayah yang masuk rencana trase juga ikut berkurang.
Dari semula sekitar 59 desa/kelurahan, kini diperkirakan sekitar 36 desa berada dalam koridor trase baru.
15 Desa di Jembrana Masuk Trase
Di Kabupaten Jembrana, trase baru dimulai dari wilayah timur kabupaten.
Sebanyak 15 desa berada dalam rencana lintasan, tersebar di Kecamatan Pekutatan dan Mendoyo.
Di Kecamatan Pekutatan, desa yang masuk adalah:
-
Medewi
-
Pulukan
-
Pekutatan
-
Pangyangan
-
Gumbrih
-
Pengeragoan
Sedangkan di Kecamatan Mendoyo terdapat:
-
Mendoyo Dauh Tukad
-
Pohsanten
-
Pergung
-
Tegalcangkring
-
Penyaringan
-
Yehembang Kauh
-
Yehembang
-
Yehembang Kangin
-
Mendoyo Dangin Tukad
Sementara wilayah Kecamatan Melaya, Negara, dan kawasan Kota Jembrana tidak lagi masuk trase akibat pembatalan Seksi I.
Tabanan Jadi Wilayah dengan Desa Terbanyak
Perubahan trase paling banyak bersinggungan dengan wilayah Kabupaten Tabanan.
Sebanyak 19 desa tercatat masuk rencana lintasan Tol Pekutatan–Mengwi.
Di Kecamatan Selemadeg Barat, desa yang masuk trase meliputi Selabih, Lalanglinggah, Lumbung, Bengkel Sari, dan Antosari.
Kemudian di Kecamatan Selemadeg, terdapat Serampingan, Selemadeg, dan Bajera Utara.
Trase berlanjut ke Kecamatan Selemadeg Timur, yakni Megati, Gadungan, dan Bantas.
Untuk Kecamatan Kerambitan, terdapat lima desa yang masuk rencana lintasan:
Timpag, Meliling, Sembung Gede, Kesiut, dan Batuaji.
Dua nama terakhir menjadi penting dalam rencana akses simpang susun karena IC Kerambitan direncanakan berada di sekitar Desa Batuaji dan Desa Sembung Gede.
Sementara di Kecamatan Penebel terdapat Riang Gede.
Di Kecamatan Marga, trase meliputi Marga Dauh Puri, Marga, Kuwum, dan Selanbawak.
Sedangkan di Kecamatan Tabanan terdapat Wanasari, Buahan, dan Denbantas.
Dua Desa Badung Jadi Ujung Tol
Trase kemudian berakhir di Kabupaten Badung.
Hanya dua desa di Kecamatan Mengwi yang tercantum dalam rencana, yakni Desa Sembung dan Desa Werdi Bhuwana.
Kawasan di antara kedua desa tersebut menjadi lokasi rencana Interchange Mengwi, sekaligus pintu keluar utama ruas Tol Pekutatan–Mengwi.
Dari titik ini, jaringan jalan diharapkan dapat mengurai arus kendaraan menuju Bali Selatan, termasuk Canggu, Seminyak, dan Kuta.
Akses menuju Tanah Lot dan pusat Kota Denpasar juga menjadi bagian dari konektivitas yang diproyeksikan.
IC Pekutatan Jadi Gerbang dari Barat
Di sisi barat trase, Interchange Pekutatan disiapkan sebagai pintu masuk utama.
Lokasinya berada di Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, sekitar dua kilometer di sebelah utara jalan nasional.
Area tersebut disebut berada di kawasan perkebunan karet milik Perumda Kerta Bali Saguna (KBS) di Banjar Sumbermis.
Posisi IC Pekutatan menjadi semakin strategis setelah Seksi I Gilimanuk–Pekutatan dibatalkan.
Kendaraan dari arah Pelabuhan Gilimanuk yang hendak masuk ke ruas tol menuju Mengwi nantinya akan mengandalkan akses tersebut.
Kerambitan Disiapkan Jadi Titik Akses Penting
Di tengah trase, dua simpang susun disiapkan di wilayah Tabanan, yakni IC Soka dan IC Kerambitan.
IC Soka dirancang menjadi akses alternatif menuju pusat Kabupaten Tabanan dan kawasan pesisir Soka.
Sementara IC Kerambitan direncanakan berada di sekitar Desa Batuaji dan Desa Sembung Gede.
Fungsinya tidak hanya membuka akses ke pusat pemerintahan. Simpang susun ini juga diproyeksikan menunjang mobilitas menuju kawasan industri dan sejumlah destinasi wisata.
Integrasi dengan jalan nasional Denpasar–Gilimanuk direncanakan melalui overpass atau underpass agar arus kendaraan lokal tetap berjalan.
DPPT dan Amdal Masih Dimutakhirkan
Meski daftar desa dan titik akses sudah tergambar, masyarakat perlu mencermati bahwa trase tersebut belum sepenuhnya final.
Pemerintah masih melakukan pemutakhiran Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) setelah perubahan skema proyek.
Karena itu, batas bidang tanah di masing-masing desa masih berpotensi mengalami penyesuaian.
Rincian yang lebih pasti akan mengikuti penerbitan Penetapan Lokasi (Penlok) baru.
Bagi masyarakat Kerambitan, perubahan ini menjadi semakin penting karena RDTR dan pembangunan infrastruktur harus berjalan beriringan.
Jalan tol bukan hanya soal badan jalan sepanjang 42 kilometer. Di belakangnya ada perubahan pola ruang, kebutuhan akses baru, potensi perkembangan kawasan, hingga konsekuensi terhadap bidang tanah masyarakat.
Itulah sebabnya RKP RDTR Kawasan Perkotaan Kerambitan menjadi bagian penting dari proses penyesuaian tata ruang menghadapi perubahan besar trase Tol Pekutatan–Mengwi. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : Radar Bali