RADAR BANYUWANGI – Peta Tol Gilimanuk–Mengwi di Bali berubah drastis. Setelah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) membatalkan Seksi I Gilimanuk–Pekutatan, trase yang dilanjutkan kini fokus pada ruas Pekutatan–Mengwi sepanjang sekitar 42 kilometer. Dampaknya, jumlah desa yang semula masuk rencana trase menyusut dari 59 menjadi sekitar 36 desa di Jembrana, Tabanan, dan Badung.
Perubahan itu merupakan bagian dari re-scoping atau pemangkasan lingkup proyek strategis Jalan Tol Gilimanuk–Mengwi.
Jika sebelumnya trase dirancang membentang hingga wilayah barat Kabupaten Jembrana, termasuk kawasan Melaya dan Negara, rencana terbaru memulai perjalanan tol dari Pekutatan.
Dari titik tersebut, jalan bebas hambatan bergerak ke timur melewati sejumlah desa di Jembrana dan Tabanan sebelum berakhir di wilayah Mengwi, Badung.
Jembrana: 15 Desa Masuk Trase Baru
Kabupaten Jembrana menjadi pintu awal ruas baru Tol Pekutatan–Mengwi.
Trase tidak lagi melewati kawasan barat Jembrana seperti dalam rancangan awal. Setelah Seksi I dibatalkan, jalur baru dimulai dari Kecamatan Pekutatan dan berlanjut ke Kecamatan Mendoyo.
Di Kecamatan Pekutatan, terdapat enam desa yang masuk rencana trase, yakni:
-
Desa Medewi
-
Desa Pulukan
-
Desa Pekutatan
-
Desa Pangyangan
-
Desa Gumbrih
-
Desa Pengeragoan
Sementara di Kecamatan Mendoyo terdapat sembilan desa:
-
Desa Mendoyo Dauh Tukad
-
Desa Pohsanten
-
Desa Pergung
-
Desa Tegalcangkring
-
Desa Penyaringan
-
Desa Yehembang Kauh
-
Desa Yehembang
-
Desa Yehembang Kangin
-
Desa Mendoyo Dangin Tukad
Dengan demikian, terdapat 15 desa di Jembrana yang masuk trase baru berdasarkan rincian yang tersedia.
Tabanan Jadi Wilayah Terpanjang
Memasuki Kabupaten Tabanan, trase tol membentang lebih panjang. Sebanyak 19 desa disebut masuk dalam rencana lintasan di sejumlah kecamatan.
Di Kecamatan Selemadeg Barat, desa yang masuk antara lain:
-
Desa Selabih
-
Desa Lalanglinggah
-
Desa Lumbung
-
Desa Bengkel Sari
-
Desa Antosari
Berikutnya, di Kecamatan Selemadeg, trase mencakup:
-
Desa Serampingan
-
Desa Selemadeg
-
Desa Bajera Utara
Kemudian di Kecamatan Selemadeg Timur, terdapat:
-
Desa Megati
-
Desa Gadungan
-
Desa Bantas
Trase berlanjut ke Kecamatan Kerambitan, dengan desa:
-
Desa Timpag
-
Desa Meliling
-
Desa Sembung Gede
-
Desa Kesiut
-
Desa Batuaji
Sementara di Kecamatan Penebel, desa yang masuk adalah Desa Riang Gede.
Jalur kemudian bergerak menuju Kecamatan Marga, melintasi:
-
Desa Marga Dauh Puri
-
Desa Marga
-
Desa Kuwum
-
Desa Selanbawak
Sedangkan di Kecamatan Tabanan, desa yang tercantum dalam rencana adalah:
-
Desa Wanasari
-
Desa Buahan
-
Desa Denbantas
Tabanan dengan sebaran desa tersebut menjadi bagian penting dalam trase baru Pekutatan–Mengwi.
Badung Jadi Ujung Trase
Perjalanan tol kemudian berakhir di Kabupaten Badung.
Berbeda dengan Jembrana dan Tabanan yang memiliki sebaran desa lebih banyak, trase di Badung hanya mencakup dua desa di Kecamatan Mengwi, yakni:
-
Desa Sembung
-
Desa Werdi Bhuwana
Kedua desa tersebut sekaligus menjadi kawasan yang direncanakan sebagai ujung akhir ruas Tol Pekutatan–Mengwi.
IC Pekutatan Jadi Gerbang Barat
Perubahan trase membuat Interchange (IC) Pekutatan memiliki posisi strategis.
Simpang susun tersebut berada di Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana. Lokasinya berada di kawasan utara jalan nasional Denpasar–Gilimanuk, tepatnya pada area yang disebut merupakan lahan milik Perumda Kerta Bali Saguna (KBS).
Kawasan tersebut didominasi perkebunan karet di Banjar Sumbermis dan menjadi lokasi pelaksanaan groundbreaking proyek.
Gerbang tol direncanakan berada sekitar dua kilometer ke arah utara dari jalur jalan nasional utama.
Setelah Seksi I Gilimanuk–Pekutatan dibatalkan, posisi IC Pekutatan menjadi semakin penting. Titik ini diproyeksikan sebagai akses kendaraan dari arah Pelabuhan Gilimanuk yang hendak melanjutkan perjalanan menuju Mengwi melalui jalan tol.
IC Soka dan Kerambitan Layani Tabanan
Di tengah trase, pemerintah juga menyiapkan simpang susun untuk memperkuat konektivitas wilayah Tabanan.
Salah satunya Interchange Soka, yang disiapkan sebagai akses alternatif bagi kendaraan dari dan menuju pusat Kabupaten Tabanan maupun kawasan pesisir Soka.
Ada pula Interchange Kerambitan yang direncanakan berada di sekitar Desa Batuaji dan Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan.
Simpang susun tersebut diproyeksikan menjadi akses menuju pusat pemerintahan Kabupaten Tabanan, kawasan industri, serta sejumlah destinasi wisata.
Konektivitas menuju jalan nasional Denpasar–Gilimanuk juga disiapkan melalui jalan layang atau overpass/underpass sehingga pergerakan kendaraan di jalan tol tidak mengganggu lalu lintas lokal.
IC Mengwi Jadi Pintu Keluar
Di ujung timur, pintu keluar utama Tol Pekutatan–Mengwi berada di perbatasan Desa Sembung dan Desa Werdi Bhuwana, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.
Lokasi tersebut berada di kawasan utara Mengwi dan relatif dekat dengan jalur arteri utama Denpasar–Singaraja.
Dari titik ini, pengendara nantinya memiliki sejumlah pilihan konektivitas. Arus kendaraan dapat diarahkan menuju kawasan Bali Selatan, termasuk Canggu, Seminyak, dan Kuta melalui jaringan jalan yang tersedia.
Akses menuju kawasan wisata Tanah Lot di Tabanan dan pusat Kota Denpasar juga menjadi bagian dari konektivitas yang diharapkan terbentuk.
Sementara kendaraan yang melanjutkan perjalanan ke Bali Utara dapat memanfaatkan akses menuju jalur utama Bedugul.
Penlok Baru Masih Ditunggu
Meski daftar desa dan titik simpang susun telah tergambar dalam rancangan terbaru, peta tersebut belum sepenuhnya final.
Pemerintah masih memproses pemutakhiran Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) serta dokumen AMDAL setelah dilakukan re-scoping proyek.
Karena itu, batas bidang tanah dan detail trase di masing-masing desa masih berpotensi mengalami penyesuaian.
Artinya, nama-nama desa yang tercantum saat ini menjadi gambaran trase berdasarkan perencanaan terbaru, tetapi rincian bidang tanah baru dapat dipastikan setelah Penetapan Lokasi (Penlok) baru diterbitkan secara resmi.
Bagi masyarakat di Medewi, Pulukan, Pekutatan, Pangyangan, Gumbrih, Pengeragoan, Mendoyo hingga Sembung dan Werdi Bhuwana, perubahan trase ini menjadi informasi penting karena berkaitan langsung dengan rencana pembangunan jalan tol dan proses pengadaan tanah.
Tol yang semula dirancang sepanjang rute Gilimanuk–Mengwi kini menyusut menjadi sekitar 42 kilometer. Bersamaan dengan itu, peta desa yang berada di jalur proyek pun ikut berubah.
Dari 59 desa dalam rancangan awal, sekitar 36 desa kini berada dalam trase Pekutatan–Mengwi yang menjadi fokus kelanjutan proyek. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : Radar Bali