KMP Perkasa Prima 5 Masih Dikandangkan, Tunggu Restu BKI

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 10:02 WIB
KMP Perkasa Prima 5 bersandar di Dermaga LCM Ketapang setelah mengalami gangguan mesin saat menyeberangi Selat Bali, Sabtu (29/8). Tidak ada korban dalam insiden tersebut. (Yani untuk Radar Banyuwangi)
KMP Perkasa Prima 5 bersandar di Dermaga LCM Ketapang setelah mengalami gangguan mesin saat menyeberangi Selat Bali, Sabtu (29/8). Tidak ada korban dalam insiden tersebut. (Yani untuk Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – KMP Perkasa Prima 5 belum bisa kembali mengangkut penumpang dan kendaraan di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Kapal yang sempat mati mesin dan terseret arus di tengah Selat Bali itu masih bersandar di dermaga Lanal Banyuwangi sambil menunggu pemeriksaan serta persetujuan dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI).

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Seksi Status Hukum dan Sertifikasi Kapal (SHSK) Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjungwangi, Widodo. Menurut dia, kapal belum diizinkan beroperasi kembali karena proses pemeriksaan oleh BKI belum selesai.

"Masih belum beroperasi karena masih menunggu BKI," kata Widodo.

Kondisi Mesin Jadi Perhatian

Pemeriksaan BKI menjadi tahapan penting sebelum KMP Perkasa Prima 5 kembali melayani penyeberangan. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan kondisi kapal, khususnya sistem permesinan, benar-benar memenuhi persyaratan keselamatan pelayaran.

Widodo menjelaskan, kerusakan mesin kapal dapat dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya adalah bobot atau beban yang dibawa kapal saat berlayar.

Beban yang besar dapat berpengaruh terhadap kinerja mesin. Namun, untuk memastikan penyebab gangguan pada KMP Perkasa Prima 5, pemeriksaan teknis tetap diperlukan.

Karena itu, kapal belum bisa langsung dioperasikan meskipun telah berhasil dievakuasi dari perairan Selat Bali.

"Beroperasi kembali setelah mendapat persetujuan dari BKI," tegas Widodo.

Sempat Terseret Arus di Selat Bali

Sebelumnya, KMP Perkasa Prima 5 mengalami gangguan saat menyeberangi Selat Bali pada Sabtu (29/8) malam. Mesin induk sebelah kiri kapal mengalami mati mesin ketika kapal berada di tengah jalur penyeberangan.

Gangguan tersebut membuat kapal kehilangan daya dorong pada salah satu mesin. Dalam kondisi itu, KMP Perkasa Prima 5 sempat terseret arus hingga mendekati kawasan perairan Pulau Santen.

Proses evakuasi kemudian dilakukan hingga kapal berhasil diarahkan menuju daratan. KMP Perkasa Prima 5 akhirnya bersandar di Pelabuhan Landing Craft Machine (LCM) Ketapang sekitar pukul 20.05 WIB.

Seluruh muatan kapal juga telah dibongkar.

Kini, kapal tersebut belum kembali ke lintasan Ketapang–Gilimanuk. Status operasionalnya masih menunggu hasil pemeriksaan BKI dan persetujuan untuk memastikan kapal benar-benar layak serta aman digunakan kembali.

Dengan demikian, KMP Perkasa Prima 5 belum dapat melayani penyeberangan sebelum proses pemeriksaan dan persetujuan tersebut tuntas. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
KMP Perkasa Prima 5 mati mesin kapal BKI penyeberangan ketapang selat bali