Ketapang Padat Lagi, Pembangunan Dermaga Gilimanuk Jadi Salah Satu Pemicu

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 00:30 WIB
Kemacetan kembali terjadi di jalur utara Pelabuhan Ketapang Banyuwangi hingga Terminal Sritanjung akibat lonjakan kendaraan dan kapasitas penyeberangan. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Kemacetan kembali terjadi di jalur utara Pelabuhan Ketapang Banyuwangi hingga Terminal Sritanjung akibat lonjakan kendaraan dan kapasitas penyeberangan. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Antrean kendaraan menuju Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, kembali mengular hingga kawasan Terminal Sritanjung, Jumat (28/8). Lonjakan volume kendaraan bertemu dengan belum maksimalnya kapasitas penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali, akibat pembangunan Dermaga MB 2. Tak hanya truk logistik, kendaraan pribadi yang hendak menyeberang ke Bali ikut terjebak kepadatan.

Kemacetan mulai terasa di jalur utara menuju Pelabuhan Ketapang. Deretan kendaraan bergerak perlahan, sementara arus kendaraan logistik tujuan Lombok ikut menambah beban lalu lintas di kawasan tersebut.

Situasi semakin rumit ketika sebagian pengendara tidak sabar menunggu antrean.

Sejumlah kendaraan pribadi memilih ngeblong atau menerobos barisan truk yang mengarah ke pelabuhan. Manuver tersebut membuat pergerakan kendaraan semakin tidak teratur dan berpotensi memperparah kepadatan.

Kapolsek Kalipuro AKP Sukirman mengatakan, salah satu faktor utama kepadatan berkaitan dengan pembangunan Dermaga MB 2 di Pelabuhan Gilimanuk.

Pembangunan tersebut membuat kapasitas kendaraan yang dapat diseberangkan dari Ketapang menuju Bali belum mencapai kondisi maksimal.

“Di Gilimanuk sedang ada pembangunan Dermaga MB 2, sehingga kendaraan yang bisa masuk atau menyeberang ke Bali tidak maksimal,” kata Sukirman.

Volume Kendaraan Meningkat sejak Kamis Malam

Selain persoalan kapasitas penyeberangan, jumlah kendaraan yang menuju Pelabuhan Ketapang juga meningkat.

Menurut Sukirman, peningkatan volume kendaraan sudah terjadi sejak Kamis (27/8) malam. Arus kendaraan yang terus bertambah kemudian membuat antrean tidak hanya menumpuk di dalam kawasan pelabuhan.

Kepadatan merambat keluar hingga ruas jalan menuju Terminal Sritanjung.

Kondisi tersebut membuat jalur utara Banyuwangi kembali menjadi titik rawan perlambatan lalu lintas, terutama bagi kendaraan yang hendak menuju pelabuhan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

Truk logistik menjadi salah satu kendaraan yang paling terlihat mendominasi antrean. Di sela-selanya, kendaraan pribadi yang hendak menuju Bali ikut bergerak perlahan.

Bukan karena Cuaca

Meski antrean kendaraan cukup panjang, aktivitas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk tetap berjalan.

Sukirman memastikan faktor cuaca tidak menjadi penyebab kemacetan.

Dengan kondisi penyeberangan tetap beroperasi, kepadatan lebih berkaitan dengan ketidakseimbangan antara volume kendaraan yang datang dan kapasitas kendaraan yang dapat diseberangkan menuju Bali.

“Kalau cuaca tidak ada masalah. Ini murni karena peningkatan volume kendaraan,” pungkasnya.

Situasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kelancaran arus menuju Bali tidak hanya bergantung pada kondisi di Pelabuhan Ketapang. Kapasitas layanan di Pelabuhan Gilimanuk turut menentukan seberapa cepat antrean kendaraan di sisi Banyuwangi dapat terurai.

Selama pembangunan Dermaga MB 2 di Gilimanuk belum membuat kapasitas penyeberangan kembali maksimal, lonjakan volume kendaraan menuju Ketapang berpotensi kembali mendorong antrean keluar kawasan pelabuhan, terutama ketika arus kendaraan meningkat sejak malam hari. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Kemacetan Banyuwangi Dermaga MB 2 Penyeberangan Bali antrean kendaraan pelabuhan ketapang