Demo DPR 27 Agustus, Hindari Gatot Subroto dan Siapkan Jalur Ini

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:00 WIB
ILUSTRASI. Kepadatan kendaraan Jalan Gatot Subroto akibat buruh berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Senin (7/2/2022). (ANTARA/Walda)
ILUSTRASI. Kepadatan kendaraan Jalan Gatot Subroto akibat buruh berunjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Senin (7/2/2022). (ANTARA/Walda)

RADAR BANYUWANGI – Aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senayan, Kamis (27/8/2026), berpotensi membuat arus lalu lintas di sejumlah ruas utama Jakarta tersendat. Pengendara yang melintas kawasan Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan perlu mengantisipasi kepadatan, terutama di sekitar Gatot Subroto, kompleks parlemen, dan sejumlah akses menuju Senayan, serta menyiapkan jalur alternatif sebelum perjalanan dimulai.

Demo tersebut melibatkan sejumlah kelompok masyarakat dengan agenda dan tuntutan berbeda. Salah satunya Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) yang mendesak percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset serta mendorong hukuman mati bagi pelaku korupsi. Massa AMPB telah berdatangan ke kawasan Gedung DPR menjelang aksi. 

Sementara itu, Polda Metro Jaya sebelumnya telah menerima pemberitahuan aksi dari DPP Brigade Merah Putih Indonesia dan Aliansi Tiga Pilar Demokrasi Bogor Raya. Berdasarkan pemberitahuan tersebut, masing-masing kelompok memperkirakan jumlah peserta sekitar 200 dan 100 orang.

Karena berlangsung pada hari kerja, potensi kepadatan tidak hanya perlu diantisipasi oleh peserta aksi. Pengguna jalan yang memiliki aktivitas di sekitar Senayan, Palmerah, Jakarta Pusat, hingga Jakarta Selatan juga perlu memperhitungkan kemungkinan perlambatan dan pengalihan arus.

Gatot Subroto Jadi Titik yang Perlu Diwaspadai

Kawasan depan Gedung DPR RI di Jalan Gatot Subroto menjadi salah satu ruas yang paling perlu diperhatikan. Ketika konsentrasi massa meningkat, pergerakan kendaraan di sekitar kompleks parlemen berpotensi ikut terdampak.

Kepadatan juga dapat menjalar ke ruas jalan yang menjadi akses menuju dan meninggalkan Senayan. Pengendara yang tidak memiliki kepentingan di kawasan tersebut sebaiknya mempertimbangkan rute lain sejak sebelum memasuki kawasan rawan.

Selain Senayan, kawasan Patung Kuda, Gambir, juga perlu menjadi perhatian. Lokasi tersebut selama ini kerap menjadi titik konsentrasi massa dalam berbagai aksi di Jakarta sehingga dampaknya terhadap lalu lintas dapat meluas ke ruas di sekitarnya.

Namun, titik dan bentuk rekayasa lalu lintas dapat berubah mengikuti kondisi lapangan. Karena itu, pengendara tidak disarankan terpaku pada satu jalur alternatif.

Pilihan Rute untuk Menghindari Kawasan DPR

Ada sejumlah pilihan yang dapat dipertimbangkan pengendara apabila kepadatan mulai terjadi di sekitar kompleks parlemen.

Dari arah Jalan Gatot Subroto, kendaraan dapat mempertimbangkan akses melalui Jalan Gerbang Pemuda, kemudian menuju kawasan Senayan atau Jalan Asia Afrika, sesuai tujuan perjalanan dan kondisi arus.

Sementara dari kawasan Senayan atau Asia Afrika, salah satu pilihan adalah melalui Jalan Tentara Pelajar. Perjalanan kemudian dapat diarahkan menuju Pejompongan, Penjernihan, hingga Jalan KH Mas Mansyur.

Bagi pengendara yang masih memungkinkan menggunakan jalan tol dalam kota, akses melalui tol juga dapat dipertimbangkan dengan menyesuaikan kondisi lalu lintas. Akses keluar melalui kawasan Slipi atau Semanggi dapat menjadi pilihan sebelum melanjutkan perjalanan ke tujuan.

Dari Slipi, kendaraan dapat mengambil arah Jalan KS Tubun. Pilihan lainnya adalah melalui jalur Pejompongan–Penjernihan–KH Mas Mansyur untuk menghindari kawasan yang berdekatan dengan Gedung DPR.

Jika tujuan perjalanan berada di Jakarta Selatan, pengendara juga dapat mempertimbangkan Jalan Palmerah Timur atau Jalan Tentara Pelajar menuju Permata Hijau dan Kebayoran Lama.

Polisi Siapkan Rekayasa Secara Situasional

Polda Metro Jaya menyatakan rekayasa lalu lintas akan menyesuaikan perkembangan situasi di lapangan. Pengalihan maupun penutupan ruas tertentu dapat dilakukan apabila kondisi aksi membutuhkan pengaturan tambahan.

Polisi sebelumnya menyebut telah menerima pemberitahuan sejumlah aksi terkait RUU Perampasan Aset di kawasan DPR. Rentang pemberitahuan aksi yang diterima berada pada 20–28 Agustus 2026. 

Di sisi lain, aksi 27 Agustus tidak membawa satu tuntutan yang seragam. Selain AMPB yang fokus pada RUU Perampasan Aset dan pemberantasan korupsi, kelompok lain juga membawa agenda masing-masing. Karena itu, besarnya dampak terhadap lalu lintas akan sangat bergantung pada jumlah massa dan pola konsentrasi peserta di lapangan. 

Jangan Hanya Mengandalkan Jalur Alternatif

Bagi warga yang harus bepergian melalui Jakarta pada Kamis (27/8), menghindari kawasan demonstrasi sejak awal perjalanan dapat menjadi pilihan paling aman untuk menghemat waktu.

Pengendara juga perlu memantau perkembangan lalu lintas secara berkala melalui informasi kepolisian dan aplikasi navigasi. Jalur yang terlihat lancar pada pagi hari belum tentu memiliki kondisi sama ketika massa mulai terkonsentrasi.

Intinya, hindari mendekati kawasan Gedung DPR jika tidak memiliki kepentingan di sana, berangkat lebih awal, dan siapkan lebih dari satu rute cadangan. Dengan begitu, aktivitas di tengah potensi demo besar tetap bisa berjalan tanpa terlalu terjebak kepadatan lalu lintas. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Lalu lintas Jakarta demo 27 Agustus macet Jakarta demo dpr jalur alternatif