Akses Bokoharjo Dipercepat, Jalur Tol Baru Disiapkan untuk Pangkas Macet ke Gunungkidul

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:00 WIB
Akses Bokoharjo sepanjang 1,95 km dipercepat dan ditargetkan fungsional pada 2027 untuk mengurai macet wisatawan menuju Gunungkidul. (bpjt.pu.go.id)
Akses Bokoharjo sepanjang 1,95 km dipercepat dan ditargetkan fungsional pada 2027 untuk mengurai macet wisatawan menuju Gunungkidul. (bpjt.pu.go.id)

RADAR BANYUWANGI - Akses Bokoharjo sepanjang 1,95 kilometer pada Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo dipercepat pembangunannya dan ditargetkan bisa difungsionalkan pada triwulan I 2027. Jalur ini disiapkan untuk mengurai kepadatan kendaraan menuju Gunungkidul, terutama saat arus Lebaran dan musim liburan, sehingga kendaraan wisatawan dari luar daerah tidak perlu menumpuk di pusat Kota Yogyakarta.

Percepatan tersebut menjadi salah satu fokus Kementerian Pekerjaan Umum melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) bersama Komisi V DPR RI dan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Koordinasi dilakukan dalam peninjauan infrastruktur dan transportasi di DIY, Jumat (17/7/2026).

Semula, Akses Bokoharjo masuk rencana pembangunan pada 2040 berdasarkan Business Plan dan Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT). Namun, usulan Gubernur DIY mendorong pemerintah mempercepat pembangunannya agar manfaat konektivitas dapat dirasakan lebih awal.

Kepala BPJT Ni Komang Rasminiati mengatakan, akses tersebut diupayakan dapat difungsionalkan pada kuartal pertama 2027.

“Pada Business Plan maupun Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) awal, pembangunan Akses Bokoharjo sepanjang 1,95 km direncanakan dilaksanakan pada tahun 2040. Namun, menindaklanjuti usulan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, pembangunan akses tersebut diupayakan untuk dipercepat sehingga dapat difungsionalkan pada triwulan I tahun 2027,” jelas Ni Komang.

Jalur Pendek Menuju Gunungkidul

Akses Bokoharjo diproyeksikan menjadi simpul penting dalam jaringan transportasi DIY. Jalur tersebut akan memberikan alternatif bagi kendaraan yang bergerak menuju kawasan wisata Gunungkidul.

Selama ini, peningkatan arus kendaraan wisata pada masa libur panjang berpotensi membebani ruas jalan di pusat Kota Yogyakarta. Dengan adanya akses baru, kendaraan dari luar daerah yang hendak menuju Gunungkidul diharapkan memiliki jalur yang lebih efisien tanpa harus melewati pusat kota.

Manfaat tersebut diperkirakan semakin terasa saat arus mudik dan arus balik Lebaran 2027, serta ketika terjadi lonjakan wisatawan pada periode peak season.

Direktur Teknik PT Jasa Marga Jogja Solo (JMJ) Pristi Wahyono mengatakan, kajian lalu lintas yang dilakukan bersama Direktorat Jalan Bebas Hambatan dan BPJT menunjukkan Akses Bokoharjo berpotensi mengurangi kepadatan kendaraan.

“Akses Bokoharjo sepanjang 1,95 km merupakan salah satu simpul strategis dalam mendukung kelancaran jaringan transportasi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta,” ungkap Pristi.

Menurut dia, kesiapan dari sisi pengadaan lahan juga sudah sangat tinggi. Progres pengadaan lahan di lapangan telah mencapai 99,38 persen.

Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Hampir Rampung

Percepatan Akses Bokoharjo dilakukan bersamaan dengan perkembangan pembangunan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo.

Secara keseluruhan, jalan tol tersebut memiliki panjang 96,57 kilometer dengan total investasi Rp27,49 triliun. Sementara biaya pembebasan lahan mencapai Rp19,40 triliun.

Untuk Paket 1.2B yang membentang dari Prambanan hingga Purwomartani, pembebasan lahan telah mencapai 99,23 persen. Adapun progres konstruksinya mencapai 92,80 persen dengan target penyelesaian pada kuartal pertama 2027.

Sebelum seluruh pembangunan rampung, ruas tersebut juga disiapkan untuk dapat difungsionalkan pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) mendatang.

Langkah ini diharapkan memberikan tambahan pilihan perjalanan sekaligus membantu mengantisipasi lonjakan kendaraan pada periode mobilitas tinggi.

Terhubung dengan Rencana JORR

Akses Bokoharjo tidak berhenti sebagai jalur alternatif menuju Gunungkidul. Dalam pengembangan jaringan jalan DIY ke depan, akses tersebut direncanakan terhubung langsung dengan Jogjakarta Outer Ring Road (JORR).

Konektivitas ini dinilai dapat memperkuat sistem transportasi regional sekaligus mengurangi ketergantungan lalu lintas pada ruas-ruas jalan di pusat Yogyakarta.

Pemerintah Provinsi DIY sendiri telah membangun jalan konektivitas sepanjang 23 kilometer dari arah Prambanan menuju Gunungkidul.

Pristi menilai percepatan Akses Bokoharjo sejalan dengan program pemerintah daerah dalam mengurai penumpukan kendaraan wisatawan menuju Gunungkidul.

“Dari sisi pengadaan lahan, progres di lapangan saat ini telah mencapai 99,38 persen,” ujarnya.

Komisi V DPR Kawal Percepatan

Komisi V DPR RI menyatakan dukungan terhadap percepatan pembangunan Akses Bokoharjo, termasuk langkah administratif yang diperlukan agar proyek dapat segera direalisasikan.

Komisi V menilai kebutuhan infrastruktur konektivitas semakin mendesak ketika arus wisatawan dan pemudik meningkat pada periode peak season.

Danang Wicaksana, Kapoksi Komisi V DPR RI, mengatakan percepatan tersebut perlu dikawal agar tidak berhenti pada tahap perencanaan.

“Langkah yang diusulkan Pemprov DIY dan disiapkan Kementerian PU ini sangat tepat. Kami dari Komisi V DPR RI, khususnya yang mewakili daerah pemilihan DIY, tentu akan mengawal dan mendorong percepatan realisasi serta dukungan pembiayaannya,” tegas Danang.

Dengan progres pembebasan lahan yang hampir tuntas, pemerintah berharap pekerjaan fisik dapat bergerak lebih cepat. Targetnya jelas: Akses Bokoharjo dapat difungsionalkan pada triwulan I 2027 dan menjadi salah satu jalur penting untuk mengurai kemacetan menuju destinasi wisata Gunungkidul.

Jika terealisasi sesuai target, akses sepanjang 1,95 kilometer tersebut bukan hanya menjadi tambahan ruas jalan tol. Jalur itu diharapkan menjadi penghubung strategis antara jaringan tol, kawasan wisata, dan rencana JORR, sekaligus membuka ruang pertumbuhan baru bagi ekonomi dan pariwisata DIY. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : bpjt.pu.go.id
Tol Solo Yogyakarta Akses Bokoharjo JORR Yogyakarta gunungkidul Tol Yogyakarta