RADAR BANYUWANGI - Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) bukan sekadar jalan bebas hambatan pertama di Pulau Kalimantan. Ruas sepanjang 97,3 kilometer ini menjadi salah satu akses strategis menuju IKN Nusantara yang memangkas perjalanan Balikpapan menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN dari sekitar dua jam menjadi hanya 30 menit.
Tol Balikpapan-Samarinda berada di Kalimantan Timur dan menjadi bagian penting dari jaringan konektivitas menuju kawasan IKN. Kehadirannya juga mempercepat perjalanan Balikpapan-Samarinda hingga sekitar 1,5 jam dibandingkan jika menggunakan jalur non-tol.
Posisi strategis tersebut membuat Tol Balsam kerap dipandang sebagai salah satu wajah infrastruktur menuju IKN yang mengusung konsep Smart Forest City. Jalan tol ini juga dirancang terhubung dengan jaringan jalan menuju kawasan inti pemerintahan IKN.
Tol Pertama di Pulau Kalimantan
Tol Balikpapan-Samarinda mencatat sejarah sebagai jalan tol pertama yang dibangun di Pulau Kalimantan. Jalan bebas hambatan ini membentang sepanjang 97,3 kilometer dan menghubungkan dua kota penting di Kalimantan Timur.
Dari sisi konektivitas, keberadaan tol membuat perjalanan antara Balikpapan dan Samarinda menjadi jauh lebih efisien. Jika melalui jalur non-tol, waktu perjalanan relatif lebih panjang. Dengan Tol Balsam, perjalanan kini dapat ditempuh sekitar 1,5 jam lebih cepat.
Efisiensi tersebut menjadi semakin penting karena Balikpapan merupakan salah satu pintu gerbang utama menuju kawasan IKN. Akses jalan tol memberikan jalur yang lebih cepat bagi pergerakan masyarakat maupun distribusi barang menuju berbagai kawasan di Kalimantan Timur.
Balikpapan ke KIPP IKN Hanya 30 Menit
Salah satu manfaat paling strategis Tol Balikpapan-Samarinda adalah koneksinya dengan jaringan jalan menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan IKN.
Sebelum jaringan konektivitas tersebut berkembang, perjalanan dari Balikpapan menuju kawasan inti IKN dapat memakan waktu sekitar dua jam. Kini, perjalanan tersebut diproyeksikan dapat ditempuh sekitar 30 menit.
Pemangkasan waktu ini menjadikan Tol Balsam bukan hanya infrastruktur penghubung Balikpapan dan Samarinda. Ruas tersebut juga menjadi bagian dari akses utama menuju pusat pemerintahan baru Indonesia.
Dengan konektivitas yang semakin terintegrasi, jarak antarkawasan di Kalimantan Timur menjadi lebih mudah dijangkau. Peran tersebut sekaligus mendukung mobilitas menuju IKN yang dikembangkan dengan konsep kota hutan atau Smart Forest City.
Membelah Kawasan Hutan Kalimantan Timur
Di balik perannya sebagai infrastruktur konektivitas, pembangunan Tol Balikpapan-Samarinda juga bersinggungan dengan kawasan hutan di Kalimantan Timur.
Ruas tol tersebut melewati kawasan Tahura Bukit Soeharto yang berada di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Jalurnya juga melewati kawasan Hutan Lindung Sungai Manggar.
Keberadaan kawasan hutan tersebut menjadi bagian penting dari karakter geografis jalur Tol Balsam. Infrastruktur jalan bebas hambatan dibangun di tengah wilayah yang memiliki fungsi ekologis dan bentang alam khas Kalimantan Timur.
Karena itu, Tol Balikpapan-Samarinda memiliki dua wajah sekaligus: sebagai tulang punggung konektivitas menuju IKN dan sebagai infrastruktur yang berada di tengah kawasan hutan yang perlu dijaga.
Lima Seksi, Hampir 100 Kilometer
Tol Balikpapan-Samarinda terbagi menjadi lima seksi dengan total panjang 97,3 kilometer.
Seksi 1 dan Seksi 5 merupakan ruas Balikpapan-Samboja dengan panjang total 32,40 kilometer. Pembangunannya mendapat dukungan pemerintah.
Sementara Seksi 2, 3, dan 4 merupakan ruas Samboja-Samarinda sepanjang 64,87 kilometer. Bagian ini menjadi porsi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasa Marga Balikpapan-Samarinda.
Pembagian tersebut menunjukkan pembangunan Tol Balsam melibatkan skema dukungan pemerintah dan peran badan usaha. Keduanya menjadi bagian dari pembangunan jaringan jalan bebas hambatan yang menghubungkan Balikpapan, Samarinda, hingga kawasan IKN.
Pada akhirnya, Tol Balikpapan-Samarinda tidak hanya memangkas waktu perjalanan antarkota. Ruas sepanjang 97,3 kilometer ini menjadi salah satu fondasi konektivitas Kalimantan Timur menuju IKN Nusantara, sekaligus menandai babak baru pembangunan jalan tol di Pulau Kalimantan. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : bpjt.pu.go.id