RADAR BANYUWANGI - Perjalanan di Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Simpang Ness tak lama lagi tidak lagi gratis. PT Hutama Karya (Persero) segera memberlakukan tarif pada ruas tol tersebut setelah sebelumnya dibuka tanpa tarif, dengan waktu tempuh yang terpangkas drastis dari sekitar dua jam menjadi hanya 40 menit.
Pemberlakuan tarif dilakukan setelah ruas tol sepanjang koridor Bayung Lencir-Simpang Ness memasuki tahap pengoperasian berbayar. Pengguna jalan diminta mulai bersiap, terutama memastikan kartu uang elektronik berfungsi dan saldo mencukupi sebelum melintas.
Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan mengatakan, pengoperasian tanpa tarif sebelumnya menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal sekaligus merasakan manfaat ruas tol tersebut.
“Pengoperasian tanpa tarif memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal dan merasakan langsung manfaat jalan tol ini. Dalam waktu dekat, ruas ini akan memasuki tahap pengoperasian bertarif,” kata Iwan dalam keterangan resmi, Jumat (21/8/2026).
Dua Jam Jadi 40 Menit
Kehadiran Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Simpang Ness menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS).
Sebelum adanya tol, perjalanan pada koridor tersebut dapat memakan waktu sekitar dua jam. Kini, perjalanan dapat ditempuh sekitar 40 menit.
Pemangkasan waktu tempuh tersebut diproyeksikan tidak hanya memberikan keuntungan bagi pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga memperlancar pergerakan orang dan distribusi barang.
Efisiensi itu diharapkan ikut menggerakkan aktivitas ekonomi antardaerah, khususnya wilayah yang terhubung melalui koridor jalan tol tersebut.
“Efisiensi waktu tempuh tersebut diharapkan turut mendorong kelancaran mobilitas orang dan barang serta memberikan dampak positif bagi aktivitas perekonomian antardaerah,” ujar Iwan.
Gratis Sejak 2024, Kini Masuk Tahap Berbayar
Sebelum memasuki tahap berbayar, ruas tol tersebut telah beroperasi secara bertahap tanpa tarif.
Segmen Bayung Lencir-Tempino mulai beroperasi pada 17 Oktober 2024. Selanjutnya, pengoperasian diperluas melalui Segmen Tempino-Simpang Ness sejak 14 September 2025.
Setelah masyarakat mendapat kesempatan menggunakan dan mengenal ruas tersebut tanpa tarif, Hutama Karya kini mempersiapkan pengoperasian secara bertarif.
Menjelang penerapan tarif, infrastruktur transaksi juga telah disiapkan. Terdapat tiga gerbang tol yang akan mendukung operasional, yakni Gerbang Tol Pijoan, Gerbang Tol Muaro Sebapo, dan Gerbang Tol Bayung Lencir.
Masing-masing gerbang dilengkapi gardu entrance, gardu exit, gardu reversible, serta mobile reader untuk mendukung kelancaran transaksi.
22 Armada Siaga, 104 CCTV Pantau Jalan
Bukan hanya sistem pembayaran yang dipersiapkan. Hutama Karya juga memperkuat pelayanan operasional dan keselamatan pengguna jalan.
Sebanyak 22 unit armada operasional disiagakan. Armada tersebut terdiri atas lima kendaraan patroli, satu kendaraan rescue, dua ambulans, enam kendaraan derek, tiga kendaraan keamanan dan ketertiban, tiga kendaraan Patroli Jalan Raya (PJR), satu kendaraan skylift, dan satu kendaraan water tank.
Pemantauan lalu lintas juga didukung 104 kamera CCTV serta enam Variable Message Sign (VMS). Perangkat tersebut digunakan untuk memantau kondisi jalan sekaligus menyampaikan informasi lalu lintas kepada pengguna.
“Kami memastikan seluruh aspek pelayanan, mulai dari transaksi di gerbang tol, kesiapan armada layanan, hingga sistem pemantauan lalu lintas terus kami optimalkan agar pengguna jalan memperoleh perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar,” jelas Iwan.
Pengguna Diminta Siapkan Saldo E-Toll
Menjelang pemberlakuan tarif, Hutama Karya mengingatkan pengguna jalan agar tidak menunggu sampai hari penerapan tarif untuk mempersiapkan perjalanan.
Pengendara diminta memastikan kartu uang elektronik dalam kondisi baik serta memiliki saldo yang cukup sebelum memasuki jalan tol. Langkah sederhana tersebut penting agar transaksi di gerbang berjalan lancar dan tidak menimbulkan antrean.
Selain kesiapan pembayaran, pengguna jalan juga diimbau mematuhi rambu lalu lintas dan batas kecepatan. Menjaga jarak aman serta menghindari berkendara dalam kondisi lelah juga menjadi bagian penting dari keselamatan perjalanan.
Hutama Karya menyatakan sosialisasi mengenai pengoperasian bertarif akan dilakukan secara bertahap melalui berbagai kanal komunikasi resmi.
Dengan waktu perjalanan yang jauh lebih singkat, Tol Bayung Lencir-Simpang Ness menawarkan efisiensi bagi pengguna. Namun, setelah tarif diberlakukan, manfaat tersebut akan datang bersama kewajiban baru: memastikan saldo elektronik siap sebelum kendaraan memasuki gerbang tol. (*)
Editor : Ali Sodiqin