Menteri PU Kaji Tol Pekanbaru-Kuansing, Truk ODOL dan Pacu Jalur Jadi Pemicu

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:30 WIB
Menteri Pekerjaan Umum RI Dody Hanggodo bersama Dirjen SDA Arnold Aristotle Paplapa didampingi Pelaksana Tugas Bupati Kuantan Singingi Muklisin dan Penjabat Sekretaris Daerah Muradi meninjau Sekolah Rakyat di Telukkuantan, Kuantan Singingi, Selasa (4/8/2026). (DESRIANDI CANDRA/RIAU POS)
Menteri Pekerjaan Umum RI Dody Hanggodo bersama Dirjen SDA Arnold Aristotle Paplapa didampingi Pelaksana Tugas Bupati Kuantan Singingi Muklisin dan Penjabat Sekretaris Daerah Muradi meninjau Sekolah Rakyat di Telukkuantan, Kuantan Singingi, Selasa (4/8/2026). (DESRIANDI CANDRA/RIAU POS)

RADAR BANYUWANGI — Harapan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) untuk memiliki akses jalan lebih cepat menuju Pekanbaru mendapat angin segar. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan pemerintah pusat akan mengkaji rencana pembangunan jalan tol Pekanbaru-Kuansing.

Rencana itu mencuat saat Dody melakukan kunjungan kerja ke Kuansing, Selasa (4/8/2026). Selain memperkuat konektivitas dan memangkas waktu tempuh, jalan tol tersebut dinilai strategis untuk mendukung distribusi hasil pertanian, investasi, serta pergerakan wisatawan menuju daerah yang dikenal sebagai pusat budaya Pacu Jalur.

Yang menarik, wacana tol ini bukan semata lahir dari kebutuhan konektivitas. Dody mengaku melihat langsung persoalan di jalur Pekanbaru-Telukkuantan saat melakukan perjalanan darat. Jalan yang relatif sempit harus berbagi ruang dengan banyak kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL).

“Saya melihat banyak kali truk ODOL, over kapasitas yang lewat. Jalannya pun sempit. Karena itu kita akan kaji kemungkinan pembangunan jalan tol.”

Pernyataan tersebut menjadi sinyal awal bahwa pemerintah pusat mulai melihat opsi baru untuk memperkuat akses menuju Kuansing.

Truk ODOL Jadi Sorotan Menteri PU

Dody mengatakan, pembangunan infrastruktur tidak bisa hanya melihat kebutuhan saat ini. Pertumbuhan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat harus diantisipasi melalui konektivitas yang lebih memadai.

Karena itu, rencana tol Pekanbaru-Kuansing akan dikaji sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan akses transportasi darat.

Konektivitas tersebut juga dinilai penting karena Kuansing memiliki dua potensi besar yang bisa bergerak bersamaan, yakni pertanian dan pariwisata budaya.

Pacu Jalur menjadi salah satu magnet utama. Festival budaya tersebut telah berkembang menjadi agenda yang menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah.

Dengan akses jalan yang lebih baik, pemerintah berharap arus wisatawan menuju Telukkuantan semakin mudah. Di saat yang sama, distribusi komoditas pertanian dari Kuansing menuju pusat-pusat perdagangan juga bisa lebih efisien.

Tol Pekanbaru-Kuansing Bisa Dongkrak Ekonomi

Dody menegaskan, infrastruktur jalan bukan sekadar pembangunan fisik. Kehadiran jalan bebas hambatan dapat menciptakan efek berantai bagi perekonomian daerah.

Mulai dari mobilitas penduduk, distribusi hasil pertanian, pertumbuhan investasi hingga sektor pariwisata.

Pemerintah pusat melihat Kuansing memiliki potensi yang cukup besar untuk dikembangkan. Karena itu, peningkatan konektivitas menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.

Bagi masyarakat, rencana tersebut juga menjadi harapan baru setelah selama ini akses darat menuju Pekanbaru masih menjadi salah satu tantangan.

Plt Bupati Kuansing Muklisin menyambut positif komitmen Menteri PU tersebut. Menurut dia, realisasi jalan tol bakal menjadi lompatan besar bagi pembangunan daerah.

“Jika rencana ini dapat terwujud, tentu akan menjadi lompatan besar bagi pembangunan Kuantan Singingi.”

Muklisin menilai jalan tol tidak hanya akan mendukung penyelenggaraan Pacu Jalur. Infrastruktur tersebut juga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi, membuka peluang investasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemkab Siapkan Dukungan Kajian

Pemkab Kuansing menyatakan siap mendukung proses kajian yang dilakukan pemerintah pusat.

Dukungan tersebut diperlukan agar rencana pembangunan jalan tol nantinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan daerah sekaligus tetap sejalan dengan prioritas pembangunan nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Muklisin juga menyerahkan proposal usulan perbaikan sejumlah ruas jalan kabupaten, provinsi dan nasional kepada Menteri PU.

Menurut dia, perbaikan jaringan jalan menjadi pekerjaan rumah yang tidak kalah penting sembari menunggu perkembangan rencana pembangunan tol.

“Kalau ini disetujui, maka tuntas PR perbaikan infrastruktur jalan di Kuansing,” ujarnya.

Dengan demikian, ada dua kebutuhan yang berjalan beriringan: memperbaiki infrastruktur jalan yang sudah ada dan mengkaji konektivitas baru melalui jalan tol.

Irigasi dan Sekolah Rakyat Ikut Jadi Perhatian

Kunjungan Dody ke Kuansing tidak hanya membahas jalan tol. Menteri PU juga meninjau persiapan peresmian jaringan irigasi persawahan di Desa Pulau Komang, Kecamatan Sentajo Raya.

Irigasi dinilai penting untuk memastikan ketersediaan air bagi lahan pertanian masyarakat. Dengan pasokan air yang lebih terjamin, produktivitas padi diharapkan meningkat sehingga Kuansing dapat memperkuat ketahanan pangan dan menuju swasembada beras.

Dalam kunjungan tersebut, Dody juga meninjau pembangunan Sekolah Rakyat yang bersumber dari APBN.

Saat ditinjau, progres fisik bangunan telah mencapai sekitar 90 persen. Proyek tersebut menelan anggaran sekitar Rp239 miliar lebih.

Pembangunan mencakup sejumlah fasilitas pendidikan, antara lain gedung utama SMA dan SMP serta ruangan pendukung yang masih dalam tahap penyelesaian.

Semula Sekolah Rakyat ditargetkan diresmikan pada 31 Juli 2026. Namun, jadwal tersebut ditunda dan direncanakan kembali pada 14 Agustus 2026. Dody menyebut pihak yang akan meresmikan masih menunggu kepastian.

420 Murid Disiapkan untuk Tahun Ajaran 2027

Pemkab Kuansing menargetkan Sekolah Rakyat dapat beroperasi penuh pada 2027. Sebanyak 420 murid disiapkan untuk mengikuti proses belajar mengajar pada tahun ajaran baru setelah melalui proses seleksi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 270 murid berasal dari Kuansing.

Rinciannya, masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, SMP dan SMA. Untuk jenjang SD tersedia tiga ruang belajar, SMP tiga ruang belajar, dan SMA tiga ruang belajar.

Sementara peserta didik lainnya berasal dari Rokan Hilir, Pemprov serta Sentra Bisika.

Bagi Kuansing, rangkaian pembangunan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap infrastruktur dari berbagai sisi. Jalan tol diharapkan membuka konektivitas dan ekonomi, irigasi memperkuat sektor pertanian, sedangkan Sekolah Rakyat memperluas akses pendidikan.

Kini, perhatian masyarakat tertuju pada hasil kajian pemerintah pusat. Sebab, pernyataan Menteri PU baru merupakan komitmen untuk mengkaji, bukan keputusan final pembangunan jalan tol Pekanbaru-Kuansing.

Jika kajian berlanjut dan rencana tersebut terealisasi, jalur menuju Kuansing bukan hanya akan menjadi lebih cepat. Ia berpotensi menjadi koridor baru yang menghubungkan mobilitas, pertanian, investasi, dan geliat wisata Pacu Jalur. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : riau pos
tol Pekanbaru Kuansing jalan tol Kuansing truk ODOL Kuansing Pacu Jalur Dody Hanggodo