RADAR BANYUWANGI – Rehabilitasi Jembatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, yang dijadwalkan mulai bulan ini memunculkan persoalan baru bagi arus kendaraan. Sebab, jalur alternatif untuk kendaraan berat hingga kini belum sepenuhnya siap, sementara kepastian Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Probowangi) difungsikan sebagai jalur fungsional juga belum diperoleh.
Kondisi tersebut membuat pengaturan lalu lintas selama pekerjaan jembatan menjadi perhatian. Terutama untuk kendaraan bertonase besar seperti truk tronton yang tidak bisa begitu saja dialihkan melalui jembatan sementara.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN Wilayah I Jawa Timur Wahyu Wibowo mengatakan, jembatan bailey yang disiapkan sebagai akses sementara di Jembatan Pajarakan telah rampung dipasang.
“Bailey sudah rampung,” kata Wahyu.
Namun, jembatan sementara itu memiliki keterbatasan. Lebarnya sekitar dua meter dengan kemampuan menahan beban maksimal sekitar 10 ton.
“Pada waktu itu pakai bailey maksimal 10 ton,” ujarnya.
Dengan kapasitas tersebut, kendaraan seperti truk engkel masih memungkinkan melintas. Sebaliknya, kendaraan yang memiliki dimensi dan bobot lebih besar, termasuk truk tronton, belum dapat menggunakan akses tersebut secara leluasa.
Rehabilitasi Jembatan Pajarakan Dimulai Bulan Ini
Persoalan itu menjadi semakin penting karena rehabilitasi Jembatan Pajarakan akan dimulai pada bulan ini. Selama pekerjaan berlangsung, arus kendaraan tentu membutuhkan skema pengaturan agar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik tetap berjalan.
Wahyu mengatakan, pihaknya masih menunggu arahan pimpinan terkait penanganan kendaraan berat selama proses rehabilitasi.
BBPJN juga akan berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk menentukan pola lalu lintas yang paling memungkinkan. Pembahasan tersebut akan melibatkan Satlantas dan Dinas Perhubungan (Dishub).
Skema itu diperlukan untuk memilah kendaraan berdasarkan ukuran dan tonase. Sebab, tidak semua kendaraan dapat diarahkan melewati jembatan bailey yang kapasitasnya terbatas.
Tol Probowangi Belum Pasti Jadi Jalan Keluar
Di tengah persiapan rehabilitasi, muncul harapan agar sebagian arus kendaraan dapat dialihkan melalui Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi sebagai jalur fungsional.
Penggunaan tol tersebut dinilai berpotensi membantu mengurangi beban lalu lintas di sekitar Jembatan Pajarakan, terutama ketika pekerjaan rehabilitasi berlangsung.
Namun, sampai saat ini belum ada kepastian apakah Tol Probowangi dapat difungsionalkan untuk kebutuhan tersebut.
“Fungsional Tol Probowangi, belum mendapat informasi lebih lanjut, apakah bisa atau tidak,” ujar Wahyu.
Artinya, pengaturan kendaraan berat untuk sementara masih harus menunggu keputusan dan koordinasi lintas instansi. Dengan jembatan bailey yang hanya mampu menahan sekitar 10 ton, opsi bagi kendaraan bertonase besar masih menjadi pekerjaan rumah sebelum rehabilitasi Jembatan Pajarakan dimulai.
Situasi ini membuat kepastian jalur alternatif menjadi penting. Terlebih, kendaraan berat memiliki peran besar dalam arus distribusi barang di jalur pantura Jawa Timur. (*)
Editor : Ali Sodiqin