Bus dan Travel ke Bali Kini Wajib Sesuai Manifes, Dicek Maksimal 2 Menit

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 03:00 WIB
MULAI DIPERIKSA: Petugas ASDP Ketapang mencocokan data penumpang dengan manifes pada bus yang akan menyeberang ke Bali, Rabu (18/8). (ASDP Ketapang)
MULAI DIPERIKSA: Petugas ASDP Ketapang mencocokan data penumpang dengan manifes pada bus yang akan menyeberang ke Bali, Rabu (18/8). (ASDP Ketapang)

RADAR BANYUWANGI – Bus dan travel yang hendak menyeberang dari Pelabuhan Ketapang menuju Bali kini tak bisa lagi membawa penumpang yang tidak tercantum dalam tiket. Sejak Selasa (18/8), PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperketat pemeriksaan manifes dengan mencocokkan jumlah penumpang di dalam kendaraan dengan data tiket sebelum kendaraan masuk loket.

Kebijakan tersebut diterapkan untuk memastikan seluruh penumpang tercatat secara resmi sekaligus menjaga ketertiban, keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran layanan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk. Meski pemeriksaan dilakukan lebih ketat, ASDP memastikan prosesnya tidak akan menghambat arus kendaraan.

Hasil simulasi menunjukkan, pengecekan manifes rata-rata hanya membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua menit, bergantung pada jenis kendaraan dan kondisi antrean di pelabuhan.

General Manager ASDP Ketapang Arief Eko Kurniansjah menjelaskan, pemeriksaan sebenarnya sudah dimulai sejak calon penumpang membeli tiket melalui aplikasi Ferizy maupun kanal penjualan yang tersedia di sekitar Pelabuhan Ketapang.

Sejak tahap tersebut, calon pengguna jasa diwajibkan mengisi data penumpang secara akurat. Nama dan nomor identitas harus sesuai dengan dokumen pribadi penumpang yang akan melakukan perjalanan.

“Dari awal kita sudah memastikan bahwa data itu seakurat mungkin. Nomor dan nama yang diisi harus sesuai dengan identitas pribadi calon pengguna jasa,” kata Arief.

Namun, proses verifikasi tidak berhenti ketika tiket diterbitkan. Saat bus atau travel tiba di kawasan pelabuhan, petugas ASDP bersama sekuriti kembali melakukan pemeriksaan sebelum kendaraan diarahkan ke loket.

Kendaraan terlebih dahulu dihentikan. Petugas memastikan tiket telah tersedia, kemudian mencocokkan jumlah penumpang yang berada di dalam kendaraan dengan jumlah yang tercatat dalam tiket.

“Petugas kita memastikan tiket sudah ada, jumlah yang tertera di tiket dengan jumlah di dalam kendaraan sama. Baru kita izinkan menuju loket,” jelas Arief.

Dicek Sebelum Masuk Loket

Setelah dinyatakan sesuai, kendaraan baru diarahkan menuju loket untuk menjalani proses pemindaian barcode dan pemeriksaan lanjutan. Dengan mekanisme tersebut, ASDP ingin menutup celah adanya perbedaan antara data manifes dengan kondisi penumpang sebenarnya.

Arief mengatakan, pemeriksaan di pintu masuk pelabuhan dilakukan petugas ASDP dengan dukungan personel BKO dan sekuriti.

“Untuk pengecekan ini memang kita, dibantu teman-teman BKO dan sekuriti untuk memastikan kesesuaian jumlah tiket dan data penumpangnya,” ujarnya.

Dia menegaskan, pengetatan manifes tersebut merupakan bagian dari amanah Kementerian Perhubungan. Selain meningkatkan ketertiban administrasi, data penumpang yang akurat juga penting dalam aspek keselamatan dan pelayanan pengguna jasa.

ASDP juga telah melakukan simulasi untuk memastikan pemeriksaan tambahan tersebut tidak menjadi sumber kemacetan baru. Dari simulasi yang dilakukan, proses pencocokan data rata-rata dapat diselesaikan dalam satu sampai dua menit.

“Durasi tersebut tentu berbeda tergantung jenis kendaraan,” kata Arief.

Jalur Khusus Bisa Dibuka

Meski proses pemeriksaan relatif singkat, ASDP tetap menyiapkan skenario apabila terjadi lonjakan kendaraan. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menyediakan jalur khusus bagi bus dan travel saat kondisi pelabuhan mulai padat.

Langkah tersebut diperlukan agar pemeriksaan manifes tidak mengganggu kelancaran kendaraan lain yang hendak masuk kawasan pelabuhan.

Arief menyebut penerapan jalur pemeriksaan akan bersifat situasional. Saat arus kendaraan normal, bus dan travel tetap mengikuti alur pemeriksaan yang berjalan. Namun, ketika kepadatan meningkat, skema dapat disesuaikan.

“Kalau kondisi-kondisi padat, bus sama travel mungkin pemeriksaannya bisa kita sendiri, yang tidak mengganggu kendaraan lainnya ketika sedang padat. Kalau sepi seperti sekarang ya kita campur. Situasional saja,” pungkasnya. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
manifes penumpang bus ke Bali tiket Ferizy pelabuhan ketapang asdp ketapang