Tol Gilimanuk-Mengwi Dipangkas, Gilimanuk-Pekutatan Kembali Jadi Jalan Nasional

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 13:00 WIB
Proyek Tol Gilimanuk–Mengwi di Bali direstrukturisasi. Pemerintah prioritaskan Seksi Pekutatan–Mengwi dan tambah Simpang Susun Kerambitan.
Tol Gilimanuk-Mengwi dipangkas dari 96 menjadi 42 km. Gilimanuk-Pekutatan kembali memakai jalan nasional yang diperlebar. Ini skema terbarunya. (Ilustrasi AI-Radar Bali)

RADAR BANYUWANGI — Rencana pembangunan Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi berubah signifikan. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan rescoping atau peninjauan ulang ruang lingkup proyek sehingga panjang tol yang semula dirancang sekitar 96 kilometer kini dipangkas menjadi sekitar 42 kilometer.

Perubahan tersebut bukan sekadar menggeser trase. Ruas Gilimanuk-Pekutatan di Kabupaten Jembrana tidak lagi dibangun sebagai jalan tol baru. Pemerintah memilih memanfaatkan jalan nasional yang sudah ada dan memperlebarnya.

Sementara itu, pembangunan jalan tol akan difokuskan pada ruas Pekutatan-Jembrana menuju Antosari/Soka di Tabanan hingga Mengwi di Badung. Skema baru tersebut kini masih dievaluasi pemerintah pusat, termasuk dari sisi feasibility study (FS) dan kebutuhan investasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRKIM) Provinsi Bali Nusakti Yasa Wedha mengatakan perubahan skema tersebut masih dalam pembahasan pemerintah pusat.

"Kalau tol kan sedang evaluasi terhadap trase yang baru, ada perubahan," kata Nusakti seusai apel HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Denpasar, Senin (17/8).

Gilimanuk-Pekutatan Tak Lagi Jadi Ruas Tol

Dalam rancangan awal, Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi dibangun sebagai konektivitas jalan bebas hambatan sepanjang kurang lebih 96 kilometer dari ujung barat Bali hingga kawasan Mengwi.

Namun, setelah rescoping, konsep tersebut berubah. Ruas Gilimanuk-Pekutatan tidak lagi masuk dalam pembangunan jalan tol.

Pemerintah akan menggunakan jalan nasional eksisting pada ruas tersebut. Jalan itu nantinya diperlebar untuk meningkatkan kapasitas dan mendukung konektivitas kendaraan dari Gilimanuk menuju Jembrana dan Pekutatan.

"Jadi sementara untuk Gilimanuk sampai ke Jembrana atau ke Pekutatan, itu akan menggunakan jalan eksisting, jalan nasionalnya akan diperlebar. Sedangkan yang dari Pekutatan menuju ke Antosari sampai ke Mengwi, itu akan digunakan jalan tolnya," jelas Nusakti.

Dengan skema tersebut, konstruksi jalan tol baru difokuskan pada ruas Pekutatan-Antosari/Soka-Mengwi. Panjang ruas yang menjadi fokus investasi jalan tol pun menyusut drastis menjadi sekitar 42 kilometer.

Nilai Investasi Ikut Berubah

Pemangkasan trase otomatis berdampak terhadap nilai investasi proyek. Sebab, pembiayaan pembangunan jalan tol kini hanya diarahkan pada ruas Pekutatan hingga Mengwi.

Sementara itu, penanganan Gilimanuk-Pekutatan menjadi bagian dari jaringan jalan nasional sehingga tidak lagi dihitung sebagai investasi pembangunan jalan tol.

"Berubah. Yang namanya nilainya kan yang akan diinvestasikan kan dari Pekutatan ke Mengwi. Sedangkan yang lainnya kan nasional, karena berada di ruas jalan nasional," ujar Nusakti.

Pemerintah pusat saat ini masih mengevaluasi FS proyek untuk menyesuaikan kebutuhan investasi dengan skema baru. Perubahan panjang ruas dan pembagian penanganan antara jalan tol dan jalan nasional membuat perhitungan investasi perlu disusun kembali.

"Ini sedang dilakukan evaluasi oleh pusat terkait dengan penyiapan evaluasi terhadap FS. Karena tentunya ini akan berpengaruh terhadap nilai investasi yang akan disampaikan di situ," katanya.

Tender Proyek Berpotensi Dievaluasi Ulang

Perubahan desain proyek juga berimbas pada proses pengadaan. Dengan adanya trase, panjang ruas, skema investasi, serta target baru, proses tender pembangunan jalan tol perlu kembali disesuaikan.

Nusakti memastikan pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap proses tersebut.

"Oh iya, pasti. Karena ada skema baru, dengan target yang baru, tentunya akan ada evaluasi," tegasnya.

Namun, Pemprov Bali belum dapat memastikan kapan evaluasi pemerintah pusat tersebut selesai. Keputusan mengenai skema final pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi masih menunggu hasil kajian pemerintah pusat.

Bukan Hanya Tol, Infrastruktur Bali Terus Berjalan

Di tengah evaluasi proyek Tol Gilimanuk-Mengwi, sejumlah pembangunan infrastruktur prioritas di Bali tetap dipersiapkan.

Salah satunya pembangunan underpass di Simpang Tohpati. Proyek tersebut masih berada pada tahap penyiapan Detail Engineering Design (DED).

Tahap DED menjadi bagian penting sebelum pembangunan fisik dimulai karena rancangan teknis proyek harus disiapkan dan dimatangkan terlebih dahulu.

Dengan perubahan skema Tol Gilimanuk-Mengwi, pemerintah kini memiliki dua pendekatan berbeda untuk memperkuat konektivitas Bali bagian barat: memperlebar jalan nasional eksisting di Gilimanuk-Pekutatan dan membangun jalan tol baru pada ruas Pekutatan-Mengwi.

Keputusan akhir mengenai trase, nilai investasi, serta tahapan pengadaan masih menunggu evaluasi pemerintah pusat. (*)

Editor : Ali Sodiqin
investasi tol jalan tol Bali tol Jembrana tol Bali barat Tol Gilimanuk Mengwi