RADAR BANYUWANGI – Merah Putih berkibar jauh di atas hamparan pegunungan Banyuwangi. Sekitar 250 pendaki memilih memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengikuti upacara bendera di puncak Gunung Rante, Licin, pada Minggu (17/8).
Di ketinggian 2.601 meter di atas permukaan laut (mdpl), ratusan pendaki berdiri bersama mengikuti rangkaian upacara yang dimulai sekitar pukul 07.00. Perayaan kemerdekaan itu menjadi salah satu pernik HUT ke-81 RI yang berlangsung dengan cara berbeda.
Bukan di lapangan upacara atau halaman perkantoran, peringatan 17 Agustus kali ini digelar dengan latar panorama alam pegunungan. Para peserta sebelumnya harus menempuh perjalanan pendakian sebelum akhirnya berkumpul di puncak Gunung Rante.
Kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang rutin digelar untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia.
Koordinator Satgas Gunung Rante AK Anam mengatakan, tahun ini jumlah pendaki yang mengikuti upacara mencapai hampir 250 orang.
“Acara dimulai sekitar pukul 07.00 dan diikuti hampir 250 orang yang mendaki Gunung Rante,” ujarnya.
Merah Putih Jumbo Bentang di Ketinggian 2.601 Mdpl
Suasana peringatan kemerdekaan semakin semarak ketika bendera Merah Putih berukuran jumbo dibentangkan di puncak Gunung Rante.
Ratusan pendaki ikut menopang dan membentangkan bendera tersebut. Momen itu menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan sekaligus ekspresi kecintaan terhadap Indonesia.
Di tengah udara pegunungan, para pendaki mengikuti upacara dengan khidmat. Perbedaan usia, latar belakang, dan asal peserta seolah menyatu dalam satu semangat ketika Merah Putih dikibarkan di titik tertinggi Gunung Rante.
Anam menjelaskan, kegiatan tersebut diinisiasi langsung oleh Satgas Gunung Rante dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Upacara kemerdekaan di puncak gunung itu juga bukan kegiatan yang baru pertama kali digelar.
“Event tahunan kami resmi, sudah kita laksanakan sejak tahun 2018 saat pendakian Rante diresmikan,” katanya.
Menurut Anam, upacara bendera di puncak Gunung Rante bukan hanya tentang memperingati hari lahirnya kemerdekaan Indonesia. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bagi para pendaki untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, memperkuat kebersamaan, sekaligus menikmati alam dengan penuh tanggung jawab.
Tradisi tersebut terus dipertahankan dari tahun ke tahun dan menjadi salah satu agenda yang dinantikan para pendaki setiap momentum 17 Agustus.
Ingin Rasakan Upacara di Puncak Gunung
Salah satu pendaki, Rizal, warga Kelurahan Kalipuro, sengaja memilih mendaki Gunung Rante pada momentum peringatan kemerdekaan tahun ini.
Pria yang bekerja sebagai satpam tersebut mengaku ingin memanfaatkan waktu libur sekaligus merasakan pengalaman berbeda mengikuti upacara bendera pada 17 Agustus.
“Selain memanfaatkan waktu libur, saya ingin ikut upacara 17 Agustus di puncak Gunung Rante,” ujarnya.
Bagi Rizal dan ratusan pendaki lainnya, perjalanan menuju puncak bukan sekadar aktivitas wisata. Ada pengalaman berbeda ketika peringatan kemerdekaan dirayakan setelah menempuh jalur pendakian hingga mencapai ketinggian 2.601 mdpl.
Ketika bendera Merah Putih jumbo akhirnya terbentang di puncak, perjuangan menuju Gunung Rante pun mendapat makna tersendiri. Di atas pegunungan Banyuwangi, sekitar 250 pendaki merayakan kemerdekaan dengan cara sederhana: berdiri bersama, menghormat Merah Putih, dan meneguhkan kembali rasa cinta kepada tanah air. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin