RADAR BANYUWANGI – Perjalanan menuju Bali dan Bandung bakal semakin mudah. Dua proyek jalan tol strategis di Jawa kini memasuki tahap penting penyelesaian, yakni Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) di Jawa Timur dan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan di Jawa Barat.
Progres kedua proyek tersebut menjadi kabar penting bagi masyarakat karena kehadiran ruas baru ini tidak hanya memangkas waktu perjalanan, tetapi juga membuka konektivitas baru untuk mobilitas orang dan distribusi logistik.
Untuk akses menuju Bali, Tol Prosiwangi sudah menunjukkan perkembangan signifikan. Berdasarkan data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang dikutip Sabtu (15/8/2026), dua seksi pertama sepanjang sekitar 24 kilometer telah rampung dan mendapatkan Sertifikat Laik Operasi (SLO).
Dua ruas tersebut adalah Gending-Kraksaan sepanjang 12,88 kilometer dan Kraksaan-Paiton sepanjang 11,20 kilometer.
"Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) Seksi 1 dan Seksi 2 sepanjang 24 kilometer telah rampung dan dipersiapkan menuju tahap pengoperasian," tulis BPJT.
Tol Prosiwangi Tinggal Menunggu Tahap Penting
Meski konstruksi dua seksi tersebut telah selesai, masyarakat belum bisa langsung menggunakan ruas tol tersebut. Pengoperasiannya masih menunggu hasil Uji Laik Fungsi dan Operasi (ULFO) pada Simpang Susun Gending.
Tahapan ini menjadi penting karena Simpang Susun Gending nantinya berfungsi sebagai penghubung antara Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) dan Tol Prosiwangi.
Dengan tersambungnya kedua jaringan tersebut, perjalanan dari wilayah barat Jawa Timur menuju kawasan Tapal Kuda hingga Banyuwangi diharapkan menjadi lebih lancar.
Tidak berhenti di Seksi 1 dan Seksi 2, pembangunan Seksi 3 Paiton-Besuki juga telah mencapai progres 100 persen.
Namun, ruas tersebut masih menjalani proses ULFO oleh BPJT sebelum dapat masuk ke tahap pengoperasian.
Artinya, pembangunan fisik bukan lagi menjadi satu-satunya penentu. Serangkaian pemeriksaan dan pengujian harus dituntaskan sebelum jalan tol benar-benar dinyatakan siap melayani kendaraan.
Jalur Alternatif Menuju Bandung
Di sisi lain Pulau Jawa, pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 2A juga terus dikebut.
PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), yang tergabung dalam KSO WIKA-PP-KMK-HKI, melaporkan progres pengerjaan proyek tersebut telah mencapai 84 persen hingga akhir Juni 2026.
Salah satu pekerjaan utama yang tengah dikerjakan adalah perkerasan jalan beton atau rigid pavement pada mainroad Zona 3 dan Zona 4.
Sekretaris Perusahaan HKI Resnu Aditya Wuladarman mengatakan percepatan dilakukan untuk memastikan pengerjaan proyek berjalan sesuai target yang telah ditetapkan.
"Hingga saat ini, HKI tengah mengerjakan sejumlah pekerjaan utama pada Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Paket 2A. Salah satu pekerjaan mayor yang tengah menjadi fokus adalah pekerjaan perkerasan jalan beton atau rigid pavement pada area mainroad Zona 3 dan Zona 4," ujar Resnu dalam keterangannya.
Proyek ini memiliki arti strategis karena nantinya menjadi salah satu alternatif perjalanan dari kawasan Jakarta menuju Bandung.
Hubungkan Jatiasih hingga Sadang
Secara keseluruhan, Tol Jakarta-Cikampek II Selatan ditargetkan rampung pada 2027. Jalan tol tersebut memiliki panjang sekitar 62 kilometer dan akan menghubungkan Jatiasih, Bekasi, dengan Sadang, Purwakarta.
Kehadirannya diharapkan mampu mengurangi ketergantungan kendaraan terhadap koridor utama Jakarta-Cikampek yang selama ini menjadi salah satu jalur paling sibuk dan strategis di Pulau Jawa.
Bagi pengguna jalan menuju Bandung, keberadaan jalur alternatif tersebut berpotensi memberikan pilihan perjalanan baru. Sementara bagi sektor logistik, konektivitas tambahan dapat memperkuat pergerakan barang antara Jakarta, Jawa Barat, dan wilayah sekitarnya.
Dua proyek ini memperlihatkan arah pembangunan jalan tol yang tidak hanya berorientasi pada penambahan panjang jalan, tetapi juga memperkuat jaringan antarkawasan.
Prosiwangi diarahkan memperlancar konektivitas menuju ujung timur Jawa dan akses ke Bali. Sementara Japek II Selatan diproyeksikan menjadi alternatif penting untuk perjalanan Jakarta-Bandung.
Jika seluruh tahapan teknis dan operasional dapat diselesaikan sesuai target, masyarakat akan memiliki lebih banyak pilihan jalur untuk melakukan perjalanan jarak jauh dengan waktu tempuh yang lebih efisien.
Dengan demikian, akses menuju Bali dan Bandung kini bukan sekadar rencana. Dua proyek tol tersebut sudah berada pada fase penyelesaian yang semakin dekat dengan manfaat langsung bagi pengguna jalan. (*)
Editor : Ali Sodiqin