RADAR BANYUWANGI - Nama Neeltje Deliana Insjowi Werimon mencuri perhatian dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pelajar asal Papua itu dipercaya menjadi pembawa baki Sang Merah Putih dalam upacara penurunan bendera di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8).
Neeltje, yang akrab disapa Nel, merupakan Paskibraka perwakilan Provinsi Papua. Ia menjadi bagian dari Tim Paskibraka Nasional “Indonesia Adil Makmur”, yang beranggotakan putra-putri terpilih dari 38 provinsi. Dalam formasi utama penurunan bendera, siswi SMA Negeri 8 Jayapura tersebut mendapat amanah untuk membawa baki dalam prosesi penurunan Sang Merah Putih.
Kepercayaan itu menjadi capaian penting bagi Nel. Sebab, tugas pembawa baki merupakan salah satu posisi sentral dalam prosesi penurunan bendera. Amanah tersebut sekaligus menempatkannya sebagai salah satu wajah generasi muda Papua dalam upacara kenegaraan di tingkat nasional.
Perjalanan Nel menuju panggung nasional tidak berlangsung secara instan. Ia dikenal sebagai pelajar yang memiliki jiwa kepemimpinan, menyukai tantangan, serta terbuka terhadap pengalaman baru. Ketika masih bersekolah di SMP YPJ Tembagapura, Kabupaten Mimika, Nel aktif berorganisasi dan pernah dipercaya menjadi Ketua OSIS.
Pengalaman berorganisasi tersebut menjadi bekal dalam membentuk karakter kepemimpinannya. Di luar kegiatan sekolah, Nel juga memiliki beragam minat. Ia diketahui menguasai sejumlah alat musik seperti piano, gitar, dan ukulele. Ia juga gemar bernyanyi serta bermain tenis.
Kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu kelebihan lainnya. Nel pernah menempuh pendidikan di Amerika Serikat sebelum kembali ke Papua. Setelah kembali, ia memilih untuk aktif mengikuti Paskibra di sekolah dan menaruh perhatian serius pada latihan serta pembentukan kedisiplinan.
Dari proses itu, perjuangan Nel berbuah hasil. Ia lolos sebagai calon Paskibraka Tingkat Pusat 2026 dan menjadi salah satu dari dua pelajar yang mewakili Provinsi Papua. Nama Neeltje Deliana Insjowi Werimon tercatat bersama Johanes Matius Paulus Rumsayor dalam daftar wakil Papua yang lolos ke tingkat pusat.
Pada tahap seleksi di daerah, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Jayapura, Nur Jaya, menyebut Neeltje sebagai salah satu dari tiga pelajar Kota Jayapura yang melaju ke seleksi calon Paskibraka nasional.
Harapan itu akhirnya terwujud. Neeltje tidak hanya lolos ke tingkat pusat, tetapi kemudian memperoleh kepercayaan lebih besar sebagai pembawa baki pada upacara penurunan bendera HUT ke-81 RI di Istana Merdeka.
Neeltje lahir di Jayapura pada 15 Mei 2010. Ia merupakan putri pasangan Aiwoisendin Hendrik Werimon dan Steffi Edithya Florence Awom. Latar belakang keluarganya juga beragam, dengan darah keturunan Papua, Belanda, Maluku, dan Sunda.
Di balik penampilannya dalam formasi Paskibraka, terdapat proses panjang yang menuntut ketekunan, disiplin, dan konsistensi. Dari pengalaman sebagai pengurus OSIS, mengembangkan berbagai bakat, hingga menekuni latihan Paskibra, perjalanan Nel menunjukkan bahwa kesempatan di tingkat nasional lahir dari persiapan yang dilakukan jauh sebelumnya.
Pada upacara penurunan bendera tahun ini, Neeltje bertugas bersama sejumlah anggota Paskibraka lainnya. Posisi cadangan pembawa baki dipercayakan kepada Ismi Ulfaida dari Sulawesi Barat. Sementara Atanasius Meyllano Frans Yogar dari Nusa Tenggara Timur dipercaya sebagai Komandan Kelompok 8.
Tugas pengerek bendera diemban Maharazthu Rizqhy Ramadhana Chubuyana dari Nusa Tenggara Barat, sedangkan Mirza Rafi Navazani dari Kalimantan Barat bertugas sebagai pembentang bendera. Untuk posisi Komandan Kelompok 17, amanah diberikan kepada Baruno Wicaksono dari Jawa Barat.
Editor : Lugas Rumpakaadi