Tsunami Terdeteksi di NTT hingga Sulawesi, BMKG Resmi Cabut Peringatan

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:26 WIB
Tangkapan layar pusat gempa bumi tektonik berkekuatan tujuh magnitudo yang terjadi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026).
Tangkapan layar pusat gempa bumi tektonik berkekuatan tujuh magnitudo yang terjadi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026).

RADAR BANYUWANGI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mencabut peringatan dini tsunami setelah gempa kuat yang mengguncang wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu pagi (15/8/2026), sempat memicu gelombang tsunami di sejumlah daerah.

Gelombang tertinggi tercatat mencapai 0,94 meter di Maurole, NTT. Tsunami juga terdeteksi di sejumlah wilayah lain di NTT, Nusa Tenggara Barat hingga Sulawesi.

Pencabutan status peringatan dilakukan setelah BMKG memantau perkembangan aktivitas gelombang pascagempa dan memastikan peringatan dini tsunami telah berakhir.

“Peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa tanggal 15 Agustus 2026 dinyatakan telah berakhir,” demikian informasi yang disampaikan BMKG melalui akun resminya.

Dengan berakhirnya status tersebut, masyarakat yang sebelumnya berada dalam wilayah peringatan mendapat kepastian bahwa peringatan dini tsunami telah dicabut.

Gempa Guncang Nagekeo, Tsunami Sempat Terdeteksi

Gempa yang memicu peringatan tsunami terjadi pada Sabtu pagi sekitar pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA.

Episenter gempa berada di sekitar 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT. Dalam informasi awal yang disampaikan, gempa tersebut berkedalaman sekitar 10 kilometer.

Tak lama setelah gempa, alat pemantau BMKG mendeteksi perubahan muka laut di sejumlah titik.

Gelombang tertinggi tercatat di Maurole, NTT, mencapai 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB.

Meski tinggi gelombang masih di bawah satu meter, kemunculan tsunami di sejumlah wilayah membuat proses pemantauan dilakukan secara intensif.

Tsunami Terdeteksi di Sikka hingga Labuan Bajo

Selain Maurole, gelombang tsunami juga tercatat di beberapa wilayah NTT.

Di Kawapante, gelombang terdeteksi setinggi 0,38 meter pada pukul 05.16 WIB. Sementara di Flores Timur, tinggi gelombang tercatat sekitar 0,25 meter pada pukul 05.24 WIB.

Di Bakalang, gelombang tsunami terdeteksi mencapai 0,14 meter pada pukul 05.41 WIB.

BMKG juga mencatat tsunami di wilayah Sikka dengan tinggi sekitar 0,19 meter pada pukul 05.03 WIB.

Sementara itu, di Labuan Bajo, gelombang terdeteksi mencapai 0,36 meter pada pukul 05.26 WIB.

Dampak gempa juga terpantau hingga Nusa Tenggara Barat. Di Dompu, tsunami tercatat setinggi 0,17 meter pada pukul 05.29 WIB.

Sebaran titik pengamatan tersebut menunjukkan dampak gempa dirasakan di kawasan yang cukup luas.

Gelombang Menjalar hingga Sulawesi

Pemantauan BMKG menunjukkan gelombang tsunami tidak hanya terdeteksi di wilayah Nusa Tenggara.

Di Baubau, Sulawesi Tenggara, tsunami tercatat mencapai 0,30 meter pada pukul 05.47 WIB.

Sementara di Bulukumba, Sulawesi Selatan, gelombang yang terdeteksi lebih tinggi, yakni mencapai 0,54 meter pada pukul 05.58 WIB.

Dengan demikian, dampak tsunami akibat gempa di Nagekeo terpantau menjalar dari wilayah NTT ke NTB hingga sejumlah daerah di Sulawesi.

Gelombang tertinggi tetap tercatat di Maurole dengan ketinggian 0,94 meter.

Peringatan Tsunami Resmi Berakhir

Setelah melakukan pemantauan terhadap aktivitas gelombang, BMKG akhirnya mengakhiri status peringatan dini tsunami.

Meski demikian, masyarakat di wilayah terdampak tetap perlu mengacu pada informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah untuk mengetahui perkembangan situasi pascagempa.

Gempa kuat yang mengguncang Nagekeo kali ini menjadi pengingat bahwa dampak gempa bawah laut tidak hanya dirasakan di sekitar pusat gempa.

Dalam hitungan menit, perubahan muka laut dapat terdeteksi di sejumlah wilayah yang berada cukup jauh dari lokasi episenter.

Pencabutan peringatan tsunami memang menandai berakhirnya status bahaya gelombang yang sebelumnya dipantau. Namun, perhatian kini tetap tertuju pada kondisi wilayah terdampak gempa, termasuk kemungkinan kerusakan bangunan dan proses penanganan masyarakat di sejumlah daerah NTT. (*)

Editor : Ali Sodiqin
BMKG tsunami Gempa M 7 Gempa Nagekeo Tsunami NTT Gelombang tsunami