RADAR BANYUWANGI — Kabar yang ditunggu calon aparatur sipil negara (ASN) akhirnya datang. Pemerintah menyiapkan 4.770 formasi CPNS melalui jalur sekolah kedinasan 2026, dengan pengumuman seleksi peserta didik direncanakan berlangsung pada Agustus 2026.
Jumlah tersebut naik cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, pemerintah membuka 3.257 formasi sekolah kedinasan. Artinya, terdapat tambahan 1.513 formasi atau sekitar 46,45 persen pada seleksi tahun ini.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini meminta putra-putri Indonesia yang mengincar sekolah kedinasan mulai mempersiapkan diri sejak sekarang.
“Seleksi sekolah kedinasan bukan hanya tentang kesempatan menjadi ASN, tetapi juga tentang mempersiapkan diri untuk menjadi pribadi yang kompeten, integritas, dan disiplin dalam pengabdian untuk masyarakat,” ujar Rini dalam keterangan tertulis, Jumat (14/8/2026).
Pendaftaran CPNS Sekolah Kedinasan Lewat SSCASN
Setelah pengumuman resmi diterbitkan, proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal SSCASN milik Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Peserta nantinya perlu mengikuti tahapan seleksi sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah dan masing-masing sekolah kedinasan.
Berdasarkan pola seleksi sebelumnya, SSCASN menjadi kanal resmi yang digunakan untuk proses administrasi sekolah kedinasan. BKN pada seleksi 2025 juga menetapkan tahapan mulai dari pengumuman, pendaftaran, seleksi administrasi, hingga Seleksi Kompetensi Dasar (SKD).
Portal pendaftaran: SSCASN BKN
Tahun ini terdapat sembilan instansi yang membuka formasi sekolah kedinasan di bawah kementerian dan lembaga.
Daftar 4.770 Formasi Sekolah Kedinasan 2026
Berikut rincian formasi yang disiapkan pemerintah:
| Sekolah Kedinasan | Instansi | Formasi |
|---|---|---|
| Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) | Kementerian Dalam Negeri | 1.410 |
| 22 sekolah kedinasan | Kementerian Perhubungan | 891 |
| Politeknik Keuangan Negara STAN | Kementerian Keuangan | 1.000 |
| Politeknik Siber dan Sandi Negara | BSSN | 50 |
| Politeknik Statistika STIS | BPS | 564 |
| Politeknik Pengayoman Indonesia | Kementerian Hukum | 250 |
| Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan | Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan | 375 |
| Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika | BMKG | 130 |
| Sekolah Tinggi Intelijen Negara | BIN | 100 |
| Total | 4.770 |
Dari komposisi tersebut, IPDN menjadi sekolah kedinasan dengan formasi terbesar, yakni 1.410 kursi. Posisi berikutnya ditempati Politeknik Keuangan Negara STAN dengan 1.000 formasi dan sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan dengan 891 formasi.
Besarnya formasi membuat persaingan diperkirakan tetap ketat. Karena itu, calon peserta tidak cukup hanya menunggu pengumuman pendaftaran.
SKD Sekolah Kedinasan Digelar September 2026
Setelah tahapan pendaftaran dan seleksi administrasi, pemerintah menargetkan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berlangsung pada September 2026.
SKD sekolah kedinasan tetap menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT). Sistem ini dirancang untuk membuat proses seleksi lebih transparan dan mengurangi peluang praktik kecurangan.
Tiga materi utama yang akan dihadapi peserta dalam SKD adalah:
-
Tes Wawasan Kebangsaan (TWK)
-
Tes Intelegensia Umum (TIU)
-
Tes Karakteristik Pribadi (TKP)
Setelah SKD, peserta yang memenuhi ketentuan akan mengikuti seleksi lanjutan. Jadwal dan bentuk seleksi lanjutan tersebut diatur oleh masing-masing sekolah kedinasan.
Pemerintah Ingatkan Jangan Percaya Calo Kelulusan
Di tengah tingginya minat masyarakat terhadap sekolah kedinasan, pemerintah kembali mengingatkan calon peserta agar tidak tergoda tawaran kelulusan.
Rini menegaskan bahwa tidak ada jalan pintas untuk menjadi ASN. Hasil seleksi ditentukan berdasarkan kemampuan dan tahapan yang harus dilalui peserta.
“Jangan mudah percaya pada pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan. Tidak ada jalan pintas untuk menjadi bagian dari birokrasi yang berintegritas,” jelas Rini.
Peringatan tersebut menjadi penting karena sekolah kedinasan selama ini menjadi salah satu jalur favorit bagi lulusan sekolah menengah yang mengincar pendidikan kedinasan sekaligus peluang berkarier sebagai ASN.
Dengan sistem CAT, peserta harus mengandalkan kemampuan sendiri. BKN pada pelaksanaan seleksi sekolah kedinasan 2025 juga menetapkan SKD menggunakan sistem CAT dalam rangkaian seleksi.
Formasi Naik, Persiapan Jangan Mendadak
Kenaikan formasi dari 3.257 pada 2025 menjadi 4.770 pada 2026 memang membuka peluang lebih besar bagi calon peserta.
Namun, tambahan kursi bukan berarti persaingan otomatis menjadi ringan.
Peserta tetap harus melewati seleksi administrasi, SKD, serta seleksi lanjutan sesuai sekolah kedinasan yang dipilih. Karena itu, waktu sebelum pendaftaran menjadi kesempatan untuk mematangkan strategi.
Mulai dari mempelajari materi TWK, TIU, dan TKP, memahami persyaratan administrasi, hingga mencari informasi hanya melalui kanal resmi pemerintah dan sekolah kedinasan.
Rini berharap seleksi Sekolah Kedinasan 2026 tidak sekadar menghasilkan peserta yang lolos menjadi calon ASN, tetapi juga generasi muda dengan kompetensi, karakter, integritas, dan disiplin.
“Semoga seleksi Sekolah Kedinasan 2026 dapat melahirkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan mengedepankan kepentingan masyarakat,” jelasnya.
Dengan 4.770 formasi yang disiapkan dan pendaftaran direncanakan dibuka pada Agustus, calon peserta kini memiliki satu pekerjaan utama: jangan menunggu pengumuman baru mulai bersiap. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : bkn.go.id