RADAR BANYUWANGI — Ada pemandangan tak biasa yang tengah disiapkan di ruas Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro). Bukan hanya menjadi jalur kendaraan, sebagian ruas tol tersebut direncanakan dapat berubah fungsi menjadi landasan pesawat alternatif TNI Angkatan Udara (TNI AU).
Lokasinya bukan di Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi) seperti informasi yang sempat beredar. Titik yang disiapkan berada di KM 833–834 Tol Paspro, tepatnya di kawasan perbatasan Probolinggo Timur dan Probolinggo Barat.
Rencana tersebut dibenarkan Humas PT Transjawa Paspro Jalan Tol Riswandha. Hingga Kamis (13/8), sejumlah persiapan telah dilakukan. Namun, kapan ruas tersebut benar-benar digunakan sebagai landasan masih menunggu kepastian pemerintah pusat dan TNI AU.
“Benar, ada rencana untuk menjadi landasan alternatif TNI AU. Sejauh ini kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari pusat. Baik dari TNI AU maupun pemerintah pusat,” ujar Riswandha.
Bukan Keputusan Pengelola Tol
Penetapan ruas Tol Paspro sebagai landasan alternatif bukan merupakan keputusan pengelola jalan tol.
Menurut Riswandha, pihaknya hanya menyiapkan ruas yang telah ditentukan sesuai kebutuhan. Sementara aspek teknis penerbangan, penggunaan landasan, serta kegiatan di lokasi merupakan kewenangan TNI AU.
Dengan kata lain, pengelola tol berada pada posisi menyiapkan infrastruktur sesuai kebutuhan, sedangkan keputusan mengenai operasional landasan berada di tangan pemerintah dan TNI AU.
Ruas KM 833–834 menjadi titik yang disiapkan untuk kebutuhan tersebut.
Informasi ini sekaligus meluruskan kabar sebelumnya yang menyebut Tol Prosiwangi sebagai lokasi landasan alternatif.
Sempat Disebut Tol Prosiwangi
Sebelumnya, informasi mengenai lokasi landasan alternatif sempat simpang siur.
Ruas Tol Prosiwangi sempat disebut-sebut menjadi lokasi yang akan digunakan. Namun, informasi tersebut kemudian diluruskan oleh pihak pengelola.
Humas Tol Prosiwangi Hima Jaya memastikan titik yang dimaksud justru berada di Tol Paspro.
“Itu (lokasinya) di Tol Paspro,” kata Hima.
Dengan demikian, masyarakat yang melintas di wilayah Probolinggo perlu membedakan kedua ruas tersebut. Rencana landasan alternatif TNI AU berada di Tol Paspro KM 833–834, bukan Tol Prosiwangi.
Uji Coba 15 Agustus Belum Final
Pertanyaan berikutnya adalah kapan ruas tol tersebut akan benar-benar diuji sebagai landasan.
Sebelumnya beredar informasi bahwa uji coba akan dilakukan pada 15 Agustus 2026. Namun, hingga Kamis (13/8), jadwal tersebut belum mendapatkan kepastian.
Riswandha justru memperkirakan agenda tersebut berpotensi mundur.
“Terkait rencana akan dilakukan uji coba pada 15 Agustus mendatang, kami belum bisa memastikan. Sepertinya akan mundur,” terangnya.
Kepastian jadwal masih menunggu informasi resmi dari pemerintah pusat. Termasuk mengenai agenda yang berkaitan dengan peresmian landasan alternatif tersebut.
Riswandha menyebut kegiatan yang direncanakan berkaitan dengan agenda peresmian. Namun, hingga Kamis belum ada kepastian mengenai tanggal maupun rangkaian acara.
“Tanggal 15 itu belum fix. Kemungkinan sih kalau lihat pergerakan belum ada protokol istana dan paspampres notif. Sepertinya mundur,” ungkapnya.
Tol Paspro Belum Otomatis Ditutup
Rencana menjadikan ruas tol sebagai landasan pesawat alternatif tentu menimbulkan pertanyaan lain: apakah jalan tol akan ditutup untuk kendaraan?
Untuk saat ini, masyarakat diminta tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa Tol Paspro akan langsung ditutup atau berubah fungsi pada 15 Agustus.
Sebab, yang telah dipastikan baru sebatas rencana pemanfaatan sebagian ruas KM 833–834 sebagai landasan pesawat alternatif TNI AU.
Jadwal pelaksanaan, mekanisme penggunaan, serta pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi masih menunggu keputusan dan informasi resmi dari pemerintah pusat serta TNI AU.
Artinya, sampai ada keputusan final, aktivitas kendaraan di Tol Paspro tetap mengacu pada ketentuan operasional yang berlaku.
Mengapa Ruas Tol Bisa Disiapkan Jadi Landasan?
Pemanfaatan ruas jalan tol sebagai landasan alternatif merupakan bagian dari konsep kesiapan infrastruktur strategis. Jalan tol memiliki karakteristik fisik yang memungkinkan sebagian ruasnya dipertimbangkan untuk kebutuhan tertentu, tentu dengan persyaratan teknis dan operasional yang ketat.
Dalam konteks Tol Paspro, titik KM 833–834 dipersiapkan sesuai kebutuhan TNI AU. Namun, aspek kelayakan penerbangan, keselamatan, pengamanan, hingga teknis penggunaan berada dalam ranah pihak berwenang.
Karena itu, belum tepat jika masyarakat menganggap ruas tersebut sudah resmi menjadi landasan operasional.
Masih ada tahapan yang harus dilalui sebelum fungsi alternatif tersebut benar-benar dijalankan.
Menunggu Keputusan Pusat
Untuk sementara, pengelola Tol Paspro masih menunggu arahan lebih lanjut.
Jika pemerintah pusat dan TNI AU telah menetapkan jadwal serta mekanisme penggunaan, pengelola tol akan menyesuaikan operasional di lapangan.
Satu hal yang kini sudah jelas: lokasi yang disiapkan adalah Tol Paspro KM 833–834, bukan Tol Prosiwangi.
Sementara tanggal uji coba 15 Agustus masih belum final dan berpotensi mundur.
Bagi pengguna jalan, informasi resmi menjadi penting agar tidak terjadi kepanikan atau kesalahpahaman mengenai status ruas tol. Apalagi perubahan fungsi sebagian ruas untuk kebutuhan penerbangan tentu akan membutuhkan pengaturan lalu lintas dan pengamanan khusus.
Untuk saat ini, rencana tersebut masih berada pada tahap persiapan dan koordinasi. Keputusan final mengenai kapan Tol Paspro KM 833–834 digunakan sebagai landasan alternatif TNI AU masih menunggu pemerintah pusat. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : Radar Bromo