Akronim Tol Diplesetkan Warganet, dari BALSAM hingga JORR Bikin Ngakak

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 19:00 WIB
Akronim jalan tol Indonesia diplesetkan warganet jadi gombalan dan humor. BALSAM, JORR, Getaci hingga Cikampek punya arti baru yang bikin ngakak. (Instagram @pupr_bpjt)
Akronim jalan tol Indonesia diplesetkan warganet jadi gombalan dan humor. BALSAM, JORR, Getaci hingga Cikampek punya arti baru yang bikin ngakak. (Instagram @pupr_bpjt)

RADAR BANYUWANGI — Nama jalan tol biasanya lahir dari gabungan nama wilayah yang dilintasi. Namun di tangan warganet, singkatan resmi itu bisa berubah total: dari nama geografis menjadi ungkapan cinta, sindiran, sampai kalimat absurd yang bikin kolom komentar penuh tawa.

Fenomena tersebut terlihat dalam unggahan media sosial yang mengajak pengguna memelesetkan akronim sejumlah jalan tol di Indonesia. Ajakan sederhana itu justru memancing puluhan kreativitas warganet.

Ada yang mengubah BALSAM menjadi “Balikan Sama Mantan”. Ada pula yang menyulap Cikampek menjadi kalimat romantis, “Cinta Kamu Sampe Klepek”. Sementara JORR, singkatan dari Jakarta Outer Ring Road, diplesetkan menjadi “Jalan Ora Rampung-Rampung”.

Humor semacam ini menunjukkan bagaimana nama infrastruktur yang sehari-hari terdengar formal bisa berubah menjadi bahan kreativitas digital.

BALSAM Jadi “Balikan Sama Mantan”

Salah satu akronim yang paling banyak mengundang perhatian adalah BALSAM, yang merujuk pada Tol Balikpapan-Samarinda.

Dalam kolom komentar, BALSAM dipelesetkan menjadi “Balikan Sama Mantan”. Ada pula versi lain, “Balasanmu Sungguh Masam”.

Nama resmi yang sebenarnya merupakan gabungan dua kota itu pun mendadak memiliki makna yang jauh lebih personal.

Tak berhenti di situ. Cikampek juga menjadi sasaran kreativitas warganet.

Salah satu komentar mengubahnya menjadi:

“Cinta Kamu Sampe Klepek.”

Komentar lain bahkan membuat plesetan yang lebih nyeleneh. Kreativitas tersebut menunjukkan bahwa nama tempat yang sudah akrab di telinga masyarakat mudah diolah menjadi permainan kata.

GETACI: Dari Nama Proyek Jadi Bahan Sindiran

Proyek Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap atau Getaci juga tak luput dari plesetan.

Dalam komentar, Getaci dipelesetkan menjadi “Gagal Eksekusi Tapi Cair”. Ada pula versi “Gedebage Tasikmalaya Cilacap” yang dipadukan dengan berbagai permainan kata.

Plesetan tersebut bahkan menyentuh isu lama mengenai pembangunan proyek tol yang sempat mengalami dinamika panjang.

Namun, komentar-komentar tersebut merupakan ekspresi dan humor pengguna media sosial, bukan penjelasan resmi mengenai status proyek.

Dari KUTEPAT hingga TTIP

Akronim jalan tol di Sumatera juga ikut menjadi sasaran.

Ruas Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (KUTEPAT) dipelesetkan menjadi kalimat bernuansa uang:

“Kuharap THR berlipat-lipat.”

Sementara Tebing Tinggi-Indrapura (TTIP) dibuat menjadi “Tau-Tau Izin Pulang”.

Permainan kata semacam ini menjadi semakin lucu karena akronim asli memang terdengar seperti kata atau kalimat dalam bahasa sehari-hari.

PALINDRA dan BALSAM, Sama-sama Punya “Kehidupan Baru”

Tol Palembang-Indralaya atau Palindra juga mendapatkan versi baru dari warganet.

Salah satu komentar mengubahnya menjadi “Paling Lincah di Ranjang”. Ada pula yang membuat plesetan bernada romantis untuk sejumlah nama tol lainnya.

Tol Soreang-Pasir Koja atau Seroja misalnya, dipelesetkan menjadi “Serasa Jadi Raja”.

Sementara Cimareme dibuat menjadi “Cinta Rame-rame”.

Nama Pejagan bahkan mendapat versi “Perasaan Dijaga Biar Ga Kehilangan”.

Di sinilah kekuatan humor media sosial bekerja. Akronim yang awalnya dibuat agar nama ruas tol lebih ringkas justru menjadi bahan permainan bahasa yang tidak ada hubungannya dengan lokasi sebenarnya.

JORR Jadi “Jalan Ora Rampung-Rampung”

Salah satu plesetan yang paling mudah dipahami adalah JORR.

Nama resmi Jakarta Outer Ring Road disulap menjadi:

“Jalan Ora Rampung-Rampung.”

Plesetan tersebut menggunakan bahasa Jawa yang berarti “jalan tidak selesai-selesai”.

Ada pula KABAR SETAN untuk Karawang Barat-Sentul Selatan. Sementara MBZ, yang merupakan nama Jalan Layang Sheikh Mohamed bin Zayed, diplesetkan menjadi “Mungkin Belum Ziap”.

Bahkan istilah TOL secara umum ikut dipermainkan menjadi “Tarife Ora Lumrah”.

Ada Juga Tol yang Dijadikan Gombalan

Tidak semua plesetan bernada sindiran. Banyak yang justru bernuansa romantis.

Tol Adiwerna diplesetkan menjadi:

“Aku udah kecantol, tapi kamu masih belum peka.”

Tol Kanci-Pejagan juga mendapat versi gombalan:

“Ditolak karena cinta, pedih berkepanjangan.”

Sementara CiPaLi, singkatan dari Cikampek-Palimanan, diplesetkan menjadi “Cinta Panyunan Kali”.

Ada pula CiJago yang dibuat menjadi “Cinta Jangan Goyah”.

Nama jalan tol akhirnya berubah menjadi semacam permainan tebak-tebakan. Pembaca yang awalnya hanya mengetahui singkatan geografis dapat menemukan makna baru yang sengaja dibuat lucu oleh pengguna media sosial.

Kreativitas Warganet, Nama Tol Jadi Bahan Hiburan

Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa infrastruktur tidak selalu hadir dalam percakapan publik hanya sebagai persoalan konstruksi, tarif, atau lalu lintas.

Nama jalan tol yang melekat dalam aktivitas sehari-hari ternyata juga bisa menjadi bagian dari budaya digital.

Warganet mengubah singkatan menjadi gombalan, candaan, kritik, bahkan bahasa daerah. Dari BALSAM yang berubah menjadi “Balikan Sama Mantan”, JORR menjadi “Jalan Ora Rampung-Rampung”, hingga KUTEPAT yang dikaitkan dengan harapan THR berlipat-lipat.

Lucunya, semakin formal nama sebuah ruas tol, semakin luas pula ruang kreativitas untuk memelintirnya.

Dan satu hal yang pasti: perjalanan lewat tol bisa saja cepat, tetapi kreativitas warganet dalam membuat plesetan ternyata jauh lebih ngebut. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : Instagram @pupr_bpjt
plesetan jalan tol akronim jalan tol BALSAM Getaci jorr