RADAR BANYUWANGI - Pemerintah Provinsi Bengkulu kembali mendorong penguatan konektivitas wilayah. Kali ini, Pemprov Bengkulu mengusulkan agar Kota Bengkulu masuk dalam trase pembangunan kereta api Trans Sumatera yang tengah direncanakan pemerintah pusat.
Usulan tersebut dinilai penting karena kondisi geografis Bengkulu selama ini membuat mobilitas orang dan distribusi logistik membutuhkan biaya relatif tinggi. Provinsi yang dikenal sebagai Bumi Merah Putih itu dikelilingi gugusan Bukit Barisan, sehingga sejumlah ruas jalan nasional harus melintasi kawasan perbukitan dengan kontur berliku.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu R.A. Denni mengatakan, pemerintah daerah telah menyampaikan usulan tersebut kepada pemerintah pusat.
"Kita usulkan di Trans Sumatera ini, kita Bengkulu masuk. Nah, karena itu kita sudah mengusulkan ke pusat," kata Denni, Kamis (13/8), dikutip Antara.
Menurut dia, pembangunan jalur kereta api menuju Bengkulu akan menjadi salah satu solusi untuk memperbaiki akses transportasi. Konektivitas tersebut tidak hanya berkaitan dengan pergerakan penumpang, tetapi juga distribusi barang dan logistik dari serta menuju Bengkulu.
Selama ini, jalur darat menjadi salah satu tumpuan utama konektivitas Bengkulu dengan wilayah lain di Sumatera. Kondisi geografis membuat perjalanan membutuhkan waktu dan ongkos transportasi yang tidak sedikit.
Bengkulu sebenarnya telah mendapatkan program pembangunan jalan tol menuju Lubuklinggau, Sumatera Selatan, pada 2023. Namun, proyek tersebut hingga kini baru merealisasikan satu dari tiga seksi yang direncanakan.
Dari total panjang sekitar 96 kilometer, pembangunan yang telah terealisasi baru sekitar 17 kilometer.
Karena itu, rencana pembangunan infrastruktur kereta api Trans Sumatera yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dinilai menjadi peluang baru bagi Bengkulu. Jalur tersebut diharapkan dapat membuka koneksi yang lebih kuat dari Bengkulu menuju jaringan transportasi di wilayah tengah Pulau Sumatera.
Menurut Denni, rencana yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto tentang pembangunan infrastruktur kereta Sumatera menjadi angin segar untuk meningkatkan konektivitas Bengkulu menuju jalur lintas tengah Pulau Sumatera.
Tak hanya soal akses darat, keberadaan jalur kereta api juga dinilai dapat memperkuat fungsi Pelabuhan Pulau Baai. Pelabuhan tersebut saat ini tengah menjalani proses revitalisasi oleh pemerintah pusat.
Jika terhubung dengan jaringan kereta api, arus barang dari dan menuju Pelabuhan Pulau Baai berpotensi menjadi lebih efisien. Konektivitas antara pelabuhan dan jaringan kereta menjadi salah satu aspek penting dalam membangun sistem logistik yang terintegrasi.
Pemprov Bengkulu telah mengusulkan pembangunan jalur kereta api yang menghubungkan wilayah Sumatera Selatan, khususnya Lubuklinggau, dengan Bengkulu. Pemerintah daerah juga telah mengirimkan surat kepada kementerian terkait dan berharap ada pembahasan lebih lanjut bersama pemerintah pusat.
"Kita sudah bersurat. Kita mengharapkan pemerintah pusat juga bisa segera menindaklanjuti memfasilitasi pertemuan kepada kementerian yang terkait, Pemerintah Provinsi Bengkulu, untuk membahas akses kereta api dari Sumatera Selatan ataupun Lubuklinggau hingga ke Bengkulu," ujar Denni.
Pemprov Bengkulu menyebut telah memiliki kajian awal mengenai rute tersebut. Berdasarkan kajian yang telah disampaikan kepada kementerian, jarak dari Lubuklinggau menuju kawasan Pelabuhan Pulau Baai diperkirakan sekitar 96 hingga 98 kilometer.
Kajian itu menjadi modal awal bagi pemerintah daerah untuk memperjuangkan masuknya Bengkulu dalam trase Trans Sumatera. Namun, persoalan pembiayaan masih menjadi tantangan utama.
Denni mengatakan pembangunan jalur kereta api tersebut membutuhkan dukungan pemerintah pusat. Kebutuhan anggaran dan kewenangan pembangunan infrastruktur berskala besar itu dinilai tidak mungkin sepenuhnya ditanggung melalui APBD Provinsi Bengkulu.
Di sisi lain, Pemprov Bengkulu menyatakan kesiapan untuk membantu tahapan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah. Salah satunya berkaitan dengan proses pembebasan lahan apabila rencana pembangunan rel tersebut mendapat persetujuan.
Bagi Bengkulu, masuk dalam jaringan kereta api Trans Sumatera bukan sekadar proyek infrastruktur. Jalur tersebut diharapkan menjadi bagian dari strategi membuka keterisolasian relatif wilayah, menekan biaya logistik, memperlancar mobilitas masyarakat, sekaligus memperkuat posisi Pelabuhan Pulau Baai.
Pemprov Bengkulu pun berharap rencana Trans Sumatera yang tengah didorong pemerintah pusat dapat memasukkan wilayahnya sebagai salah satu bagian dari trase.
"Kita ingin Trans Sumatera terealisasi. Nah, kita masuk di situ," kata Denni.
Jika usulan tersebut terealisasi, jalur Lubuklinggau-Bengkulu hingga Pelabuhan Pulau Baai berpotensi menjadi salah satu penghubung penting antara jaringan transportasi darat Sumatera bagian tengah dengan kawasan pesisir Bengkulu.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara