RADAR BANYUWANGI – Jalan menuju pesisir selatan Sukabumi berpotensi semakin terbuka. Wacana meneruskan pembangunan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Bocimi) hingga Palabuhanratu mendapat dukungan dari Komisi V DPR RI yang menilai proyek tersebut strategis untuk mempercepat konektivitas sekaligus membuka potensi ekonomi baru di kawasan selatan Jawa Barat.
Dukungan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras. Komisi yang membidangi infrastruktur dan perhubungan itu menyatakan siap mengawal pembangunan jika proyek Tol Bocimi dilanjutkan menuju Palabuhanratu.
“Siap back up full,” kata Andi Iwan.
Pernyataan singkat tersebut menjadi sinyal dukungan politik terhadap rencana pembangunan ruas yang diharapkan dapat memangkas hambatan akses menuju kawasan pesisir selatan Kabupaten Sukabumi.
Tol Jagoratu Dirancang 34,22 Kilometer
Rencana tersebut dikenal sebagai Tol Jagoratu, yang menghubungkan Cibadak dengan Palabuhanratu.
Ruas tol itu direncanakan memiliki panjang sekitar 34,22 kilometer, dengan titik awal di kawasan Cibadak sebagai bagian dari jaringan Tol Bocimi dan berakhir menuju Palabuhanratu.
Jika terealisasi, ruas tersebut akan memperpanjang manfaat konektivitas Tol Bocimi hingga kawasan pesisir selatan Sukabumi.
Bukan hanya perjalanan antarkawasan yang diharapkan lebih cepat. Pemerintah dan pemangku kepentingan melihat infrastruktur tersebut sebagai salah satu instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan.
Akses jalan yang lebih baik dapat membuka peluang investasi, memperlancar distribusi barang, memperkuat mobilitas masyarakat, sekaligus mempermudah wisatawan menuju destinasi pesisir Sukabumi.
DPR Dorong Tol Bocimi Jangan Berhenti di Cibadak
Wacana meneruskan Tol Bocimi ke Palabuhanratu sebelumnya disuarakan Anggota DPR RI asal Jawa Barat Mulyadi.
Menurut dia, pembangunan jalan tol menuju pesisir selatan Sukabumi memiliki arti strategis bagi masa depan kawasan.
Selama ini, Palabuhanratu dikenal memiliki potensi wisata dan ekonomi pesisir yang besar. Namun, pengembangan kawasan tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur dan akses transportasi yang memadai.
Mulyadi melihat akses cepat dari Jakarta menuju Palabuhanratu dapat menjadi pemicu pertumbuhan baru.
“Bali dijadikan pusat finansial internasional Indonesia, Palabuhanratu harus kita angkat juga,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menggambarkan ambisi untuk menjadikan Palabuhanratu bukan sekadar destinasi wisata, tetapi kawasan yang memiliki peran lebih besar dalam perekonomian Jawa Barat.
Pariwisata dan Perikanan Jadi Dua Kekuatan
Pengembangan Palabuhanratu tidak hanya diarahkan pada sektor pariwisata.
Mulyadi juga mendorong pemerintah Jawa Barat membangun pusat pelayanan dan pelelangan ikan modern.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengembangkan sektor perikanan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir.
Dengan infrastruktur jalan yang semakin baik, distribusi hasil perikanan dari Palabuhanratu ke wilayah lain diharapkan menjadi lebih efisien.
Di saat yang sama, sektor pariwisata dapat tumbuh melalui kemudahan akses wisatawan.
Dua sektor tersebut—pariwisata dan perikanan—berpotensi berjalan beriringan jika didukung infrastruktur yang memadai.
Mengapa Tol Palabuhanratu Dinilai Strategis?
Ada beberapa alasan mengapa pembangunan Tol Jagoratu dinilai penting.
Pertama, memperkuat konektivitas. Ruas ini akan menghubungkan jaringan Tol Bocimi dengan kawasan pesisir Palabuhanratu.
Kedua, membuka akses ekonomi. Infrastruktur transportasi yang lebih baik dapat memperlancar pergerakan orang dan barang.
Ketiga, memperkuat sektor pariwisata. Palabuhanratu memiliki kawasan pesisir dan destinasi wisata yang dapat dikembangkan lebih jauh.
Keempat, mendorong investasi. Akses transportasi menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan daya tarik sebuah kawasan bagi pelaku usaha.
Kelima, mengembangkan ekonomi pesisir. Jika dibarengi fasilitas perikanan modern, konektivitas dapat membantu mempercepat distribusi hasil laut dan meningkatkan nilai ekonomi sektor tersebut.
Karena itu, pembangunan jalan tol tidak hanya dilihat sebagai proyek konstruksi, tetapi sebagai bagian dari strategi pengembangan kawasan.
Komisi V DPR Siap Kawal Pembangunan
Dukungan Komisi V DPR RI menjadi salah satu perkembangan penting dalam wacana tersebut.
Andi Iwan Darmawan Aras menyatakan komisinya siap memberikan dukungan penuh terhadap proses pembangunan Tol Jagoratu.
Namun, pembangunan jalan tol tetap membutuhkan tahapan panjang, mulai dari perencanaan, kajian teknis dan kelayakan, pembiayaan, penetapan skema pembangunan, hingga proses pengadaan tanah dan konstruksi.
Artinya, dukungan DPR menjadi modal politik, tetapi realisasi proyek tetap membutuhkan proses sesuai ketentuan pembangunan infrastruktur nasional.
Palabuhanratu Dibidik Jadi Ikon Wisata Pesisir Jawa Barat
Jika rencana tersebut terealisasi, dampaknya berpotensi melampaui urusan waktu tempuh.
Palabuhanratu dapat memperoleh akses yang lebih kuat ke pusat-pusat ekonomi di Jawa Barat dan Jabodetabek.
Kawasan pesisir yang selama ini memiliki daya tarik wisata dapat semakin mudah dijangkau. Sektor perikanan pun berpeluang berkembang dengan dukungan infrastruktur distribusi.
Pada titik inilah Tol Bocimi menuju Palabuhanratu dipandang memiliki nilai strategis.
Pembangunan jalan bukan sekadar menghubungkan dua titik di peta. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi pintu masuk untuk membuka potensi kawasan yang selama ini belum sepenuhnya berkembang.
Kini, dukungan Komisi V DPR RI memberi energi baru terhadap wacana tersebut.
Jika seluruh tahapan dapat dilalui dan proyek terealisasi, Tol Jagoratu sepanjang 34,22 kilometer bukan hanya akan memperpanjang jaringan Tol Bocimi, tetapi juga dapat menjadi jalur baru menuju masa depan ekonomi pesisir Sukabumi. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : Radar Sukabumi