25 Agustus Maulid Nabi 2026, Sejarah, Keutamaan, dan Amalan yang Perlu Diketahui

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:00 WIB
Ketua Yayasan Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi H Edy Sulistyo menyerahkan santunan kepada anak yatim dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Senin malam (1/9).
ILUSTRASI: Ketua Yayasan Masjid Haji Muhammad Cheng Hoo Banyuwangi H Edy Sulistyo menyerahkan santunan kepada anak yatim dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Senin malam (1/9) tahun lalu.

RADAR BANYUWANGI – Maulid Nabi Muhammad saw. 2026 jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026, bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah. Di Indonesia, tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari libur nasional dan menjadi momentum bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran Rasulullah saw. sekaligus meneladani akhlak dan perjuangan beliau. 

Bukan sekadar penanda dalam kalender, Maulid Nabi kerap diisi dengan pembacaan selawat, pengajian, kajian sirah nabawiyah, hingga kegiatan sosial. Momentum ini menjadi kesempatan untuk kembali melihat keteladanan Nabi Muhammad saw., mulai dari kejujuran, amanah, kepedulian kepada sesama, hingga keteguhan dalam berdakwah.

Lantas, apa makna Maulid Nabi 2026, bagaimana sejarah peringatannya, apa keutamaannya, dan amalan apa saja yang bisa dilakukan?

Maulid Nabi 2026 Tanggal Berapa?

Maulid Nabi Muhammad saw. 2026 diperingati pada Selasa, 25 Agustus 2026, atau 12 Rabiul Awal 1448 H. Kalender Hijriah Global Tunggal Muhammadiyah juga mencatat 25 Agustus 2026 sebagai 12 Rabiul Awal 1448 H dan menandainya sebagai Hari Maulid Nabi. (KHGT)

Di Indonesia, Maulid Nabi termasuk hari libur nasional. Berdasarkan ketentuan hari libur nasional dan cuti bersama 2026, peringatan Maulid Nabi jatuh pada Selasa dan tidak disertai cuti bersama. (detikcom)

Dengan demikian, masyarakat dapat memanfaatkan hari libur tersebut bukan hanya untuk beristirahat, tetapi juga memperbanyak kegiatan keagamaan dan memperkuat refleksi terhadap keteladanan Rasulullah saw.

Sejarah Singkat Peringatan Maulid Nabi

Sejarah awal peringatan Maulid Nabi memiliki beberapa versi. BAZNAS menyebut terdapat pendapat yang meyakini tradisi tersebut telah dikenal masyarakat muslim Arab setidaknya sejak tahun kedua Hijriah. Ada pula pendapat yang mengaitkannya dengan masa dinasti Fatimiyah hingga masa Salahuddin Al-Ayyubi. (Baznas)

Salah satu pendapat dikemukakan Ahmad Tsauri dalam buku Sejarah Maulid Nabi. Ia menyebut perayaan Maulid Nabi telah dilakukan masyarakat muslim sejak tahun kedua Hijriah. Pendapat tersebut merujuk pada kitab Wafa’ul Wafa bi Akhbar Darul Mustafa karya Nuruddin Ali. (Baznas)

Dalam catatan tersebut, Khaizuran atau Jurasyiyah binti 'Atha, istri Khalifah al-Mahdi bin Mansur al-Abbas, disebut datang ke Madinah dan meminta masyarakat mengadakan perayaan Maulid Nabi di Masjid Nabawi.

Setelah itu, Khaizuran pergi ke Makkah dan meminta masyarakat melakukan peringatan serupa di rumah-rumah. Pengaruhnya kemudian disebut turut mendorong berkembangnya tradisi memperingati kelahiran Nabi Muhammad saw. di tengah masyarakat muslim. (Baznas)

Perlu dicatat, sejarah awal Maulid Nabi memiliki beragam versi. Karena itu, informasi mengenai asal-usul tradisi tersebut sebaiknya dipahami sebagai bagian dari khazanah sejarah Islam, bukan sebagai satu-satunya versi yang disepakati.

Makna Maulid Nabi 2026 bagi Umat Islam

Peringatan Maulid Nabi dapat menjadi momentum untuk mengubah pengetahuan tentang Rasulullah saw. menjadi teladan yang hadir dalam kehidupan sehari-hari.

1. Mengenang Perjuangan Rasulullah saw.

Kisah kehidupan Nabi Muhammad saw. memperlihatkan perjalanan dakwah yang penuh tantangan. Mempelajari sirah membantu umat Islam memahami keteguhan beliau dalam menyampaikan ajaran Islam.

Dari sana, umat dapat mengambil pelajaran tentang kesabaran, keberanian, kejujuran, dan tanggung jawab.

2. Menumbuhkan Rasa Cinta kepada Rasulullah saw.

Maulid Nabi juga menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah saw. Salah satunya dengan memperbanyak selawat, mempelajari sunah, serta memahami akhlak beliau.

Rasa cinta tersebut idealnya tidak berhenti dalam perayaan, tetapi diwujudkan melalui perilaku sehari-hari yang mencerminkan nilai-nilai Islam.

3. Menjadi Sarana Muhasabah

Maulid Nabi dapat menjadi waktu untuk melakukan introspeksi. Umat Islam dapat mengevaluasi kembali kualitas ibadah, akhlak, hubungan dengan keluarga, serta kepedulian terhadap sesama.

Pertanyaannya sederhana: setelah mengenang Rasulullah saw., apa yang berubah dalam diri kita?

Keutamaan Memperingati Maulid Nabi

Peringatan Maulid Nabi kerap diisi dengan kegiatan yang mendorong umat untuk mengenal Rasulullah saw. lebih dekat dan menghidupkan nilai-nilai kebaikan.

Beberapa hal yang dapat menjadi refleksi dalam momentum Maulid Nabi 2026 antara lain:

Menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah saw. Pembacaan sirah, selawat, dan kajian keislaman dapat menjadi sarana mengenal kehidupan serta akhlak Rasulullah saw. lebih mendalam.

Menghidupkan nilai-nilai Islam. Kejujuran, amanah, kepedulian, kesabaran, dan semangat berbuat baik merupakan nilai yang dapat terus diterapkan dalam kehidupan.

Meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Mempelajari perjalanan hidup Rasulullah saw. dapat menjadi pengingat agar umat semakin teguh menjalankan ajaran agama.

Mempererat ukhuwah Islamiah. Pengajian, kajian, pembacaan selawat, dan kegiatan sosial dapat mempertemukan masyarakat dalam suasana kebersamaan.

Mendorong amal saleh. Momentum Maulid juga dapat diisi dengan berbagi makanan, bersedekah, membantu sesama, dan berbagai kegiatan sosial lainnya.

Amalan yang Bisa Dilakukan saat Maulid Nabi 2026

Tidak ada keharusan bahwa Maulid Nabi harus dirayakan dengan satu bentuk kegiatan tertentu. Bagi umat Islam yang mengisinya dengan kegiatan keagamaan, sejumlah amalan berikut dapat menjadi pilihan.

1. Memperbanyak Selawat

Selawat menjadi salah satu amalan yang banyak dilakukan dalam momentum Maulid Nabi. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan keutamaan berselawat kepada Rasulullah saw.

Memperbanyak selawat juga dapat menjadi sarana untuk mengingat Rasulullah saw. di tengah kesibukan sehari-hari.

2. Membaca Sirah Nabawiyah

Daripada hanya mengenal Rasulullah saw. melalui kisah-kisah singkat, Maulid Nabi dapat dimanfaatkan untuk membaca sirah nabawiyah secara lebih utuh.

Perjalanan dakwah, kehidupan keluarga, kepemimpinan, hingga cara Rasulullah saw. memperlakukan orang lain menyimpan banyak pelajaran yang relevan dengan kehidupan masa kini.

3. Bersedekah dan Berbagi

Berbagi kepada sesama dapat menjadi bentuk kepedulian sosial. Sedekah, membantu kaum dhuafa, berbagi makanan, atau membantu orang yang membutuhkan dapat dilakukan sesuai kemampuan.

Semangat berbagi tersebut sejalan dengan upaya meneladani kepedulian Rasulullah saw. terhadap sesama.

4. Meningkatkan Ibadah

Maulid Nabi juga dapat menjadi titik awal untuk memperbaiki rutinitas ibadah. Membaca Al-Qur'an, berzikir, melaksanakan salat sunah, serta memperbanyak doa dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan ketakwaan.

Yang lebih penting, peningkatan tersebut tidak berhenti pada satu hari peringatan.

Maulid Nabi dan Amanah Menjaga Keluarga

Keteladanan Rasulullah saw. juga dapat direfleksikan dalam kehidupan keluarga. Menjalankan amanah dan tanggung jawab kepada orang-orang yang menjadi tanggungan merupakan bagian penting dari kehidupan seorang muslim.

Karena itu, momentum Maulid Nabi 2026 dapat menjadi pengingat bahwa menjaga keluarga bukan hanya soal memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga mempersiapkan masa depan mereka.

Salah satu bentuk ikhtiar yang dapat dipertimbangkan adalah perencanaan keuangan dan perlindungan finansial. Asuransi jiwa syariah menjadi salah satu pilihan yang dapat dipelajari keluarga sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

Mengenal PRUAnugerah Syariah

Salah satu produk yang dapat dipertimbangkan adalah PRUAnugerah Syariah dari Prudential Syariah, yang dirancang berdasarkan prinsip syariah dengan perlindungan hingga usia 120 tahun sesuai ketentuan polis.

Produk tersebut menawarkan sejumlah manfaat, antara lain:

Pilihan perlindungan keuangan tentu perlu disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan finansial, serta ketentuan produk yang berlaku.

Pada akhirnya, Maulid Nabi 2026 bukan sekadar tanggal merah. Selasa, 25 Agustus 2026 dapat menjadi momentum untuk kembali mengenal perjalanan Rasulullah saw., memperbanyak selawat, memperbaiki ibadah, memperkuat kepedulian sosial, dan menerapkan nilai amanah dalam keluarga.

Sebab, ukuran kebermaknaan Maulid Nabi bukan semata-mata seberapa meriah peringatannya, melainkan seberapa jauh keteladanan Rasulullah saw. ikut hadir dalam perilaku setelah peringatan itu usai. (*)

Meta Description

 

Editor : Ali Sodiqin
Maulid Nabi 2026 tanggal Maulid Nabi amalan Maulid Nabi sejarah Maulid Nabi keutamaan Maulid Nabi