RADAR BANYUWANGI – Tol Probolinggo-Banyuwangi masuk radar TNI Angkatan Udara (TNI AU). Ruas tol yang membentang menuju Banyuwangi tersebut menjadi salah satu opsi yang tengah dikaji untuk digunakan sebagai landasan alternatif pesawat dalam kondisi darurat.
Rencana itu disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila pangkalan udara tidak dapat digunakan untuk mendukung operasi. Namun, hingga kini belum ada keputusan bahwa Tol Probolinggo-Banyuwangi akan difungsikan sebagai landasan pesawat TNI AU.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan, sejumlah ruas jalan tol di Jawa Timur masih dalam tahap peninjauan.
Salah satunya adalah Tol Probolinggo-Banyuwangi. Menurut Nyoman, ruas tersebut memang masuk dalam rencana yang sedang dipertimbangkan.
“Itu jadi salah satu rencana, tapi hingga saat ini masih ditinjau,” kata Nyoman, Selasa (11/8), dikutip Antara.
Pembahasan mengenai pemanfaatan jalan tol sebagai landasan alternatif dilakukan dalam rapat yang dipimpin Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Wakasau) Marsekal Madya TNI Tedi Rizalihadi di Markas Besar TNI AU, Cilangkap, Jakarta, Senin (10/8).
Dalam rapat tersebut, TNI AU tidak hanya membahas lokasi. Sejumlah kebutuhan teknis turut menjadi perhatian untuk memastikan ruas jalan tol memiliki kelayakan apabila nantinya digunakan sebagai landasan alternatif pesawat.
Faktor keselamatan dan keamanan menjadi bagian utama dalam kajian tersebut. Setiap unsur yang terlibat diminta menyiapkan berbagai kebutuhan secara cermat sebelum rencana penggunaan jalan tol dapat direalisasikan.
“Wakasau menekankan agar seluruh unsur yang terlibat melaksanakan persiapan secara cermat dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan dan keamanan dalam setiap tahapan kegiatan,” ujar Nyoman.
Konsep pemanfaatan jalan tol sebagai landasan alternatif berkaitan dengan kebutuhan menjaga kesinambungan operasi TNI AU dalam situasi luar biasa. Ketika sebuah pangkalan udara tidak dapat digunakan, diperlukan alternatif yang memungkinkan kegiatan operasional tetap berjalan.
Karena itu, keberadaan ruas tol dalam daftar kajian belum serta-merta berarti jalan tersebut siap digunakan untuk pendaratan pesawat. Ada sejumlah tahapan yang harus dilalui sebelum suatu ruas dinyatakan memenuhi persyaratan.
TNI AU masih melakukan peninjauan terhadap kesiapan teknis, termasuk aspek keselamatan dan keamanan. Hasil kajian tersebut nantinya menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan ruas jalan tol yang dapat digunakan sebagai landasan alternatif.
Untuk Tol Probolinggo-Banyuwangi, statusnya saat ini masih sebatas salah satu opsi yang dipertimbangkan. TNI AU belum menetapkan ruas tersebut sebagai lokasi operasional pesawat.
Peninjauan dan persiapan teknis akan dilanjutkan. Dengan demikian, bagi masyarakat Banyuwangi dan pengguna Tol Probolinggo-Banyuwangi, rencana tersebut masih berada pada tahap kajian dan belum mengubah fungsi jalan tol menjadi landasan penerbangan.
Jika nantinya dinyatakan layak, pemanfaatan ruas tol sebagai landasan alternatif akan menjadi bagian dari skenario kesiapsiagaan TNI AU menghadapi kondisi darurat yang dapat mengganggu penggunaan pangkalan udara.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara