RADAR BANYUWANGI – Nama Banyuwangi kembali mencuri perhatian di panggung Pemilihan Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur 2026. Dari 38 perwakilan kabupaten dan kota yang bersaing, dua wakil Bumi Blambangan berhasil membawa pulang sejumlah capaian membanggakan.
Jebeng Metha Pradhin Budiarto sukses menembus Top 10 Raki Jawa Timur 2026. Tak berhenti di sana, Metha juga masuk Top 5 Raki Berbusana Terbaik Jawa Timur 2026 serta Top 10 Program Berdampak Raki Jawa Timur 2026.
Sementara itu, Thulik Achmad Haikal Fiqri membawa pulang gelar atribut Raka Persahabatan Jawa Timur 2026.
Prestasi tersebut diraih setelah rangkaian panjang seleksi yang digelar sejak Juni 2026 hingga malam Grand Final di Aston Gresik Hotel & Conference Center. Sebelumnya, tahapan preliminary berlangsung di Atrium Gressmall Gresik pada Kamis (6/8/2026).
Bukan Sekadar Penampilan
Bagi Metha, mengikuti Pemilihan Raka Raki Jawa Timur bukan sekadar mempersiapkan penampilan di atas panggung.
Ia mengaku harus memperkaya pengetahuan tentang pariwisata, budaya, lingkungan, sekaligus mengasah kemampuan berbicara di depan publik.
“Bagi saya, proses ini adalah tentang mempersiapkan diri untuk menjadi representasi Jawa Timur yang tidak hanya mampu tampil, tetapi juga membawa nilai dan potensi daerah kepada masyarakat,” ungkap Metha.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa figur duta wisata kini dituntut memiliki kapasitas lebih luas. Mereka tidak cukup hanya piawai tampil dan berkomunikasi, tetapi juga harus memahami potensi daerah serta mampu menerjemahkannya menjadi gagasan yang memberi dampak.
Haikal Ingin Jadi Jembatan Antar-Daerah
Capaian Metha dilengkapi prestasi Haikal yang dinobatkan sebagai Raka Persahabatan Jawa Timur 2026.
Gelar tersebut sekaligus menjadi tanggung jawab baru bagi Haikal untuk membangun jejaring dan kolaborasi di sektor pariwisata Jawa Timur.
“Saya ingin memperluas kolaborasi dengan komunitas, pemerintah, pelaku UMKM, generasi muda, dan stakeholder pariwisata. Menjadi Raka Persahabatan berarti menjadi jembatan yang mempererat hubungan antargenerasi, antardaerah, dan seluruh elemen pariwisata Jawa Timur,” tutur Haikal.
Semangat kolaborasi tersebut menjadi semakin penting karena sektor pariwisata tidak berdiri sendiri. Destinasi, ekonomi kreatif, UMKM, komunitas, budaya, hingga generasi muda saling berkaitan dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.
Seleksi Raka Raki Makin Berorientasi Dampak
Pemilihan Raka Raki Jawa Timur 2026 digelar melalui sejumlah tahapan. Seleksi diawali dengan unjuk bakat, kemudian dilanjutkan program berdampak dengan konsep sustainable tourism pada Juni 2026.
Para finalis juga mengikuti Irari Talk untuk menguji gagasan, pembentukan karakter melalui karantina, hingga preliminary dengan penilaian penampilan busana pakem dan glamor batik.
Tak hanya berhenti pada kompetisi individu, dua program berdampak terbaik yang lahir dari gagasan para finalis nantinya akan dipilih menjadi kegiatan prioritas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur.
Raka Raki terpilih akan dilibatkan secara langsung dalam pelaksanaan program tersebut.
Kepala Disbudpar Jawa Timur Evy Afianasari mengatakan format pemilihan tahun ini sengaja diarahkan agar para peserta memiliki kompetensi yang lebih lengkap.
“Tahun 2026, pemilihan Raka Raki Jawa Timur mengusung pendekatan yang lebih berdampak melalui penguatan kompetensi kepemimpinan, komunikasi publik, digital branding, dan aksi nyata di tengah masyarakat,” tegas Evy.
Malang dan Surabaya Raih Gelar Utama
Pada malam penganugerahan, dewan juri akhirnya menetapkan perwakilan Kabupaten Malang dan Kota Surabaya sebagai Raka dan Raki Jawa Timur 2026.
Posisi Wakil I Raka diraih Kota Surabaya, sedangkan Wakil I Raki diraih Kota Malang. Wakil II ditempati Kabupaten Mojokerto untuk kategori Raka dan Kabupaten Jember untuk kategori Raki.
Selanjutnya, Wakil III diraih Kabupaten Jombang untuk Raka dan Kabupaten Blitar untuk Raki. Posisi Wakil IV menjadi milik Kabupaten Gresik untuk Raka dan Syifa dari Kabupaten Sidoarjo untuk Raki.
Selain gelar utama, sejumlah gelar atribut juga diberikan.
Kategori Raka Raki Favorit diraih Kabupaten Bojonegoro dan Kota Madiun. Gelar Raka Raki Bersahabat diberikan kepada Kabupaten Banyuwangi dan Kota Batu.
Untuk kategori Busana Terbaik, gelar diraih Kabupaten Pasuruan dan Kota Blitar. Kategori Berbakat menjadi milik Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Lumajang.
Sementara kategori Inspiratif diraih Kabupaten Ponorogo dan Kabupaten Trenggalek.
Bagi Banyuwangi, capaian Metha dan Haikal menjadi bukti bahwa duta wisata daerah tidak hanya hadir untuk membawa identitas daerah di panggung kompetisi. Lebih jauh, mereka dituntut menjadi penghubung antara potensi lokal, generasi muda, komunitas, dan perkembangan pariwisata Jawa Timur.
Metha dengan sederet capaian dan Haikal melalui gelar Raka Persahabatan kini membawa satu pekerjaan rumah: memastikan pengalaman dari panggung Raka Raki berlanjut menjadi kontribusi nyata bagi pariwisata Banyuwangi dan Jawa Timur. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : banyuwangitourism.com