Tol Prosiwangi Tinggal Selangkah Lagi Beroperasi, Ini Syarat yang Harus Beres

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 07:43 WIB
SIAP DILINTASI: Simpang susun tol Paiton, Probolinggo. Rencananya ruas tol Prosiwangi mulai dibuka 14 Maret mendatang.
SIAP DILINTASI: Simpang susun tol Paiton, Probolinggo. Rencananya ruas tol Prosiwangi mulai dibuka akhir 2026 mendatang.

RADAR BANYUWANGI – Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) tinggal selangkah lagi membuka akses baru di koridor timur Jawa. Konstruksi Seksi 1 dan Seksi 2 sepanjang 24 kilometer telah rampung, bahkan sudah mengantongi Sertifikat Laik Operasi (SLO). Namun, pengendara belum bisa langsung melintas karena masih ada bagian penting yang harus disempurnakan sebelum operasional komersial dimulai.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan kedua seksi tersebut telah menyelesaikan seluruh pekerjaan konstruksi. Saat ini, proses menuju pengoperasian terus dimatangkan, termasuk penyempurnaan sejumlah aspek keselamatan dan teknis yang ditemukan dalam pemeriksaan Tim Uji Laik Fungsi Operasi (ULFO).

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan hasil pemeriksaan ULFO menemukan sejumlah aspek yang masih membutuhkan penyempurnaan oleh badan usaha jalan tol (BUJT), PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, Tim ULFO menemukan sejumlah aspek utama yang memerlukan penyempurnaan oleh PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol selaku badan usaha jalan tol,” ujar Dody dalam keterangannya, dikutip Jumat (7/8/2026).

Atas temuan tersebut, BUJT berkomitmen segera menuntaskan seluruh rekomendasi terkait keselamatan dan teknis. Penyempurnaan itu menjadi bagian penting sebelum izin pengoperasian resmi diterbitkan.

Sementara itu, Tol Prosiwangi Seksi 1 dan Seksi 2 yang membentang dari Suko hingga Kraksaan telah dinyatakan selesai secara konstruksi. Seksi 1 Suko–Kraksaan memiliki panjang 12,8 kilometer, sedangkan Seksi 2 Kraksaan–Paiton mencapai 11,2 kilometer.

Keduanya menjadi bagian awal dari pembangunan Tol Prosiwangi yang nantinya membentang hingga Banyuwangi. Kehadiran jalan bebas hambatan tersebut ditargetkan memperkuat konektivitas kawasan Tapal Kuda, sekaligus mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Jawa Timur.

“Pembangunan jalan tol selalu memiliki arti strategis, tidak hanya bagi infrastruktur fisik, tetapi juga bagi penguatan fondasi ekonomi nasional,” kata Dody.

Membentang 175,40 Kilometer

Secara keseluruhan, Tol Prosiwangi yang dikelola PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi akan memiliki panjang 175,40 kilometer. Jalan tol tersebut terbagi dalam tujuh seksi pembangunan yang menghubungkan wilayah Probolinggo hingga Ketapang, Banyuwangi.

Rinciannya, Seksi 1 Suko–Kraksaan sepanjang 12,8 kilometer, Seksi 2 Kraksaan–Paiton 11,2 kilometer, Seksi 3 Paiton–Besuki 25,6 kilometer, dan Seksi 4 Besuki–Situbondo sepanjang 42,3 kilometer.

Selanjutnya, Seksi 5 Situbondo–Asembagus sepanjang 16,7 kilometer, Seksi 6 Asembagus–Bajulmati sepanjang 37,4 kilometer, serta Seksi 7 Bajulmati–Ketapang sepanjang 29,2 kilometer.

“Saat ini, Seksi 1 dan Seksi 2 dari Suko hingga Kraksaan telah menyelesaikan seluruh pekerjaan konstruksi dan telah memperoleh Sertifikat Laik Operasi (SLO),” terang Dody.

Tak hanya Seksi 1 dan 2, pembangunan koridor Tol Prosiwangi juga terus bergerak ke arah timur. Seksi 3 Paiton–Besuki kini tengah menjalani proses Uji Laik Fungsi Operasi (ULFO).

Pemerintah berharap tahapan tersebut dapat mempercepat terwujudnya konektivitas baru di sepanjang koridor timur Jawa. Kehadiran tol nantinya diharapkan memangkas waktu tempuh sekaligus membuat arus barang dan orang antardaerah menjadi lebih efisien.

Simpang Susun Gending Jadi Penentu

Meski Seksi 1 dan Seksi 2 telah mengantongi SLO, status tersebut belum otomatis membuat ruas tol dapat langsung dibuka secara komersial.

Masih ada satu pekerjaan penting yang menjadi perhatian, yakni penyempurnaan Simpang Susun Gending. Infrastruktur tersebut berperan menghubungkan Tol Pasuruan–Probolinggo (Paspro) dengan Tol Prosiwangi.

Keterhubungan antartol menjadi penting agar pengoperasian ruas baru tidak berjalan parsial. Setelah seluruh penyempurnaan memenuhi ketentuan keselamatan dan teknis, barulah tahapan menuju pengoperasian komersial dapat dilanjutkan.

Dengan demikian, Tol Prosiwangi Seksi 1 dan Seksi 2 secara konstruksi memang telah selesai. Namun, masyarakat masih harus menunggu hingga seluruh persyaratan dan infrastruktur pendukung dinyatakan siap sebelum benar-benar dapat menikmati akses tol baru tersebut. (*)

Editor : Ali Sodiqin
uji laik fungsi Seksi 1 Seksi 2 Tol Probolinggo Banyuwangi tol prosiwangi