RADAR BANYUWANGI – Aktivitas kegempaan Gunung Kelud kembali menjadi perhatian setelah Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Kelud mencatat tujuh kali gempa tektonik jauh selama periode pengamatan Selasa, 5 Agustus 2026. Meski demikian, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memastikan kondisi gunung api yang berada di perbatasan Kabupaten Kediri, Blitar, dan Malang itu masih berada pada Level I (Normal) sehingga belum menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas vulkanik.
Berdasarkan laporan pengamatan selama pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, aktivitas seismik didominasi gempa tektonik jauh dengan amplitudo 2–29 milimeter. Nilai selisih waktu gelombang S-P tercatat berkisar 20,18–51,56 detik, sedangkan durasi gempa berlangsung antara 58 hingga 392 detik.
Gempa tektonik jauh merupakan getaran yang dipicu oleh aktivitas pergerakan lempeng bumi di lokasi yang relatif jauh dari Gunung Kelud. Getaran tersebut dapat terekam oleh peralatan seismograf di gunung api, tetapi tidak secara langsung mengindikasikan adanya peningkatan tekanan magma maupun potensi erupsi.
Selain aktivitas kegempaan, hasil pemantauan visual menunjukkan kondisi Gunung Kelud relatif stabil. Cuaca di sekitar puncak terpantau cerah hingga berawan dengan tubuh gunung terlihat jelas. Selama periode pengamatan, petugas tidak mengamati kemunculan asap dari kawah.
Pemantauan melalui kamera pengawas (CCTV) juga memperlihatkan air Danau Kawah masih berwarna kehijauan. Fenomena bualan air di bagian tengah danau masih tampak samar, sementara suhu air berdasarkan sistem telemetri tercatat mencapai 29,10 derajat Celsius.
Kondisi cuaca di kawasan puncak didominasi angin berkecepatan lemah yang bertiup ke arah selatan, barat daya, dan barat. Suhu udara berkisar antara 18 hingga 29 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan 57–78 persen.
PVMBG menegaskan status aktivitas Gunung Kelud hingga kini masih berada pada Level I (Normal). Kendati aktivitas vulkanik belum menunjukkan peningkatan, masyarakat dan wisatawan tetap diminta mematuhi rekomendasi keselamatan.
Pengunjung dilarang mendekati area kawah dalam radius satu kilometer dari pusat kawah aktif. Selain itu, warga yang bermukim di sekitar aliran sungai berhulu di Gunung Kelud, termasuk para penambang, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar apabila hujan turun dengan intensitas tinggi di kawasan puncak.
Imbauan tersebut diberikan sebagai langkah antisipasi karena material vulkanik di kawasan hulu berpotensi terbawa aliran air saat curah hujan meningkat, meskipun status aktivitas gunung masih berada pada level normal. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : Radar Kediri