Lapangan Sepak Bola Klatak Terancam Hilang, Proyek KDMP Dihentikan Usai Diprotes Warga

M Ksatria Raya • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 22:31 WIB
Alat berat mengeruk tanah yang akan dibangun KDKMP yang lokasinya di samping rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Senin (3/8). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Alat berat mengeruk tanah yang akan dibangun KDKMP yang lokasinya di samping rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Senin (3/8). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Polemik pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kelurahan Klatak mencuat. Proyek yang digadang-gadang menjadi pusat penguatan ekonomi masyarakat itu justru menuai penolakan karena berdiri di atas lapangan sepak bola yang selama ini menjadi fasilitas umum warga.

Pembangunan bahkan dihentikan sementara meski pekerjaan fisik baru berlangsung kurang dari sepekan. Keputusan tersebut diambil setelah muncul keberatan dari masyarakat sekitar yang meminta pemerintah meninjau ulang titik lokasi proyek.

Lapangan yang berada di samping Rusunawa Klatak selama ini bukan sekadar tempat bermain sepak bola. Ruang terbuka itu telah menjadi pusat aktivitas warga sejak sekitar 1990, mulai olahraga, latihan rutin, hingga pertandingan sepak bola antarpemuda.

Salah seorang warga yang tinggal di sisi utara lapangan, Slamet Hariyadi, mengatakan masyarakat belum pernah menerima sosialisasi terkait pembangunan KDMP di lokasi tersebut.

"Rumah saya di utara lapangan. Rencana pembangunan KDMP memang ada, namun sementara berhenti karena belum ada sosialisasi ke warga," ujarnya.

Menurut Slamet, warga tidak menolak program pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Yang dipersoalkan adalah pemilihan lokasi yang mengorbankan lapangan sebagai fasilitas publik.

"Warga tidak menolak pembangunan KDMP, namun warga menolak titik lokasinya. Jadi kok lapangan bola yang dipakai," katanya.

Ia menilai pemerintah masih memiliki pilihan lokasi lain yang lebih layak. Salah satunya adalah lahan kosong di sebelah selatan lapangan yang masih merupakan aset Kelurahan Klatak dan hingga kini belum dimanfaatkan.

"Kenapa tidak mengambil lokasi di sebelah selatan jalan menuju Hotel Dialog. Padahal tanah bengkok kelurahan yang lebih luas dan panjang," ungkapnya.

Slamet menjelaskan, lapangan tersebut telah menjadi ruang bersama warga selama lebih dari tiga dekade. Tidak hanya masyarakat Kelurahan Klatak, lapangan juga dimanfaatkan warga dari kawasan Solong hingga Tanjung untuk berolahraga.

"Sejak 1990 lapangan tersebut sudah dipakai kegiatan masyarakat sekitar serta satu-satunya lapangan terbuka yang ada di Kelurahan Klatak. Eman sekali kalau sampai hilang. Nanti para pemuda mau menyalurkan hobi sepak bolanya tidak bisa," keluhnya.

Terpisah, Lurah Klatak Ali Murtadho membenarkan pembangunan KDMP untuk sementara dihentikan. Menurutnya, pemerintah kelurahan akan menggelar rapat bersama guna mencari solusi atas polemik tersebut.

"Terkait pembangunan KDMP Klatak, akan kita bahas malam ini di Kantor Kelurahan," katanya.

Ali menjelaskan, hasil rapat akan menjadi dasar penentuan apakah proyek dilanjutkan di lokasi yang sama atau dipindahkan ke titik lain yang dapat diterima semua pihak.

"Keputusannya kita lihat hasil rapat malam ini," pungkasnya. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
rusunawa Klatak KDMP Klatak Lapangan Klatak warga protes Koperasi Merah Putih