RADAR BANYUWANGI - Pariwisata Banyuwangi mendapat angin segar untuk menembus pasar internasional. PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney bersama Angkasa Pura menyatakan komitmennya mendukung pengembangan Banyuwangi sebagai destinasi wisata kelas dunia melalui penguatan event, promosi, hingga konektivitas penerbangan.
Komitmen tersebut mengemuka setelah Direktur Utama InJourney Maya Watono bersama Direktur Utama Angkasa Pura Mohammad Rizal Pahlevi bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Pendapa Sabha Swagata Banyuwangi, Jumat (31/7). Pertemuan itu menjadi langkah awal menyusun strategi bersama untuk meningkatkan daya saing pariwisata Banyuwangi di tingkat nasional maupun internasional.
Bupati Ipuk Fiestiandani menyambut positif dukungan dari holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata tersebut. Menurutnya, sinergi dengan InJourney dan Angkasa Pura akan memperkuat posisi Banyuwangi sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia.
"Kami optimistis dukungan besar ini akan berdampak positif pada pariwisata dan ekonomi daerah," ujar Ipuk, kemarin (2/8).
Ipuk menilai dukungan tersebut bukan hanya memperluas promosi destinasi, tetapi juga meningkatkan kualitas penyelenggaraan berbagai agenda wisata yang selama ini menjadi daya tarik Banyuwangi.
"Kami mengapresiasi komitmen InJourney dan Angkasa Pura. Dukungan untuk meningkatkan kualitas event, memperluas promosi, hingga memperkuat konektivitas udara akan menjadi modal penting agar pariwisata Banyuwangi semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional," katanya.
Direktur Utama InJourney Maya Watono mengatakan Banyuwangi memiliki modal lengkap untuk berkembang sebagai destinasi wisata kelas dunia. Keindahan alam, kekayaan budaya, kuliner, hingga kopi khas Banyuwangi dinilai menjadi kekuatan yang sulit ditandingi.
"Banyuwangi memiliki potensi yang luar biasa. Alamnya indah, budayanya kuat, kulinernya menarik, kopinya juga luar biasa. Yang paling penting, tim di daerah sangat kreatif. Saya melihat pariwisata bisa menjadi engine of future economic growth bagi Banyuwangi," ujar Maya.
Menurut Maya, identitas budaya yang masih terjaga menjadi DNA utama pariwisata Banyuwangi. Karena itu, InJourney akan menyusun roadmap bersama pemerintah daerah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara sekaligus memperluas pergerakan wisatawan nusantara.
Salah satu fokus kerja sama adalah meningkatkan kualitas penyelenggaraan event agar mampu menjadi magnet wisata internasional. Festival Gandrung Sewu yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang menjadi agenda prioritas yang akan mendapat dukungan.
"Event ini memiliki potensi besar menjadi etalase budaya Indonesia di mata dunia. Dengan pengemasan dan promosi yang lebih kuat, kami optimistis daya tariknya akan semakin besar," tutur Maya.
Selain promosi dan event, aspek konektivitas udara juga menjadi perhatian utama. Direktur Utama Angkasa Pura Mohammad Rizal Pahlevi mengatakan kemudahan akses transportasi menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.
Menurutnya, peluang penambahan frekuensi penerbangan menuju Banyuwangi terbuka, namun harus dirancang secara matang agar berkelanjutan.
"Kami melihat potensi penambahan frekuensi penerbangan ke Banyuwangi. Namun pengembangannya harus dirancang secara komprehensif, misalnya mengintegrasikan rute Banyuwangi dengan destinasi wisata lain sehingga tingkat keterisian penumpang tetap terjaga," jelas Rizal.
Ia menambahkan, penguatan konektivitas membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, Kementerian Perhubungan, hingga maskapai penerbangan.
"Ketika event bertambah kuat, destinasi semakin menarik, dan akses transportasi semakin mudah, maka ekosistem pariwisata akan tumbuh. Dampaknya bukan hanya pada jumlah wisatawan, tetapi juga terhadap ekonomi masyarakat," pungkasnya.
Kolaborasi antara InJourney, Angkasa Pura, dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi diharapkan menjadi titik awal percepatan transformasi pariwisata daerah. Dengan promosi yang lebih luas, event berkelas internasional, dan akses penerbangan yang semakin baik, Banyuwangi berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu gerbang utama pariwisata Indonesia di kawasan timur. (*)
Editor : Ali Sodiqin