RADAR BANYUWANGI – Kegagalan berulang tak membuat dua putra Banyuwangi menyerah mengejar impian menjadi perwira TNI Angkatan Laut. Ketekunan mereka justru berbuah prestasi membanggakan. Letda Laut (P) Muhammad Rizqi Wira Utama Baihagi Putra dan Letda (Mar) Fikri Bima Herdian Useng sukses menjadi lulusan terbaik Akademi Angkatan Laut (AAL) 2026 dengan meraih penghargaan bergengsi.
Keduanya diterima Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Lounge Pemkab Banyuwangi, Jumat pagi (31/7), setelah menuntaskan pendidikan di AAL. Pertemuan itu menjadi momen apresiasi atas capaian dua putra daerah yang berhasil mengharumkan nama Banyuwangi di tingkat nasional.
Muhammad Rizqi Wira Utama Baihagi Putra mencatatkan prestasi sebagai penerima Adhi Makayasa AAL 2026, penghargaan tertinggi bagi lulusan terbaik Akademi Angkatan Laut. Tak hanya itu, pemuda asal Rogojampi tersebut juga meraih Adhi Prasita Korps Pelaut AAL 2026 sebagai lulusan terbaik di Korps Pelaut.
Sementara itu, Letda (Mar) Fikri Bima Herdian Useng asal Kecamatan Srono dinobatkan sebagai penerima Adhi Prasita Korps Marinir AAL 2026, penghargaan bagi lulusan terbaik Korps Marinir.
Di balik sederet prestasi tersebut, perjalanan Rizqi menuju akademi militer tidak berlangsung mudah. Putra pasangan Kolonel (CPM) Achmad Bahagi dan Nuri Nurhayati itu harus menghadapi kegagalan berkali-kali sebelum akhirnya berhasil mengenakan seragam perwira TNI AL.
Rizqi pertama kali mengikuti seleksi Akademi Militer (Akmil) pada 2020, namun gugur di tingkat pusat. Pada 2021 dan 2022, ia kembali mencoba mengikuti seleksi Akmil dan AAL, tetapi hasilnya masih sama. Kegagalan itu tidak membuatnya berhenti.
Sambil tetap mempersiapkan diri, Rizqi sempat menjalani kuliah selama dua semester. Kesempatan berikutnya datang pada 2023 ketika ia memutuskan fokus mendaftar ke AAL. Upaya itu akhirnya membuahkan hasil.
"Alhamdulillah diterima. Sampai sekarang kami lulus di tahun 2026 dengan predikat Adhi Makayasa Akademi Angkatan Laut tahun 2026," ujarnya.
Menurut Rizqi, pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa kegagalan hanyalah bagian dari proses menuju keberhasilan. Ia pun berpesan kepada generasi muda Banyuwangi agar tidak minder dengan asal daerahnya.
"Jangan bangga hanya berasal dari Banyuwangi. Tetapi, jadilah alasan Banyuwangi bangga memiliki dirimu. Hari ini berjuang, hari esok menginspirasi," pesannya.
Perjalanan serupa juga dialami Fikri Bima Herdian Useng. Putra pasangan Serka Damis Useng dan Nurida Herdiana itu mengaku bukan termasuk siswa berprestasi saat masih duduk di bangku SMA.
"Saya mungkin bisa dibilang peringkat terakhir di sekolah, tapi itu tidak menutup semangat kami untuk meraih cita-cita," katanya.
Pada 2022, Fikri sempat gagal saat mengikuti seleksi Akademi Militer. Setahun berikutnya, ia memilih membuka lebih banyak peluang dengan mendaftar ke berbagai institusi, mulai TNI, Polri, hingga perguruan tinggi.
" Kami tidak ingin menutup semua kesempatan yang kami miliki. Kami mendaftar banyak instansi, baik Polri, TNI, bahkan kuliah. Alhamdulillah kami diterima di Akademi Angkatan Laut dan diberikan penghargaan," tuturnya.
Perjuangan tersebut berbuah manis. Fikri dilantik sebagai perwira TNI Angkatan Laut oleh Presiden pada 22 Juli 2026 dan menutup masa pendidikannya sebagai lulusan terbaik Korps Marinir AAL 2026.
Di hadapan Bupati Ipuk, Fikri mengajak generasi muda Banyuwangi untuk berani bermimpi besar dan tidak menjadikan latar belakang sebagai penghalang meraih cita-cita.
"Tidak peduli kalian berasal dari mana. Cukup dengan kerja keras, disiplin, loyalitas, doa, serta rida dari kedua orang tua. InsyaAllah seluruh cita-cita bisa kalian capai," tegasnya.
Kisah dua perwira muda tersebut menjadi bukti bahwa keberhasilan tidak selalu diraih melalui jalan yang mulus. Ketekunan menghadapi kegagalan, keberanian mencoba kembali, serta konsistensi memperbaiki diri menjadi modal utama yang akhirnya mengantarkan mereka mengukir prestasi tertinggi di Akademi Angkatan Laut sekaligus membawa nama Banyuwangi semakin dikenal di tingkat nasional. (fre/aif)
Editor : Ali Sodiqin