Tak Hanya untuk Kendaraan, Empat Tol Ini Bisa Jadi Landasan Pesawat Tempur

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 15:30 WIB
Tol Probowangi seksi Situbondo disiapkan sebagai lokasi uji coba pendaratan dan lepas landas jet tempur darurat. (Antara)
ILUSTRASI: Tol Prosiwangi seksi Situbondo disiapkan sebagai lokasi uji coba pendaratan dan lepas landas jet tempur darurat. (Antara)

RADAR BANYUWANGI – Jalan tol di Indonesia tidak hanya dipersiapkan untuk mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi logistik. Pemerintah kini juga menyiapkan empat ruas jalan tol sebagai landasan darurat (emergency runway) bagi pesawat tempur dalam kondisi tertentu. Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat kesiapan pertahanan nasional ketika pangkalan udara tidak dapat digunakan.

Empat ruas yang dipilih berada di wilayah strategis Indonesia, yakni Tol Banda Aceh–Sigli, Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan, Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka), serta Tol Probolinggo–Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi).

Informasi tersebut disampaikan melalui publikasi resmi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang diunggah melalui akun Instagram resminya pada Jumat (24/7/2026).

Tol Tak Lagi Sekadar Jalur Transportasi

Pemanfaatan jalan tol sebagai landasan pesawat bukanlah konsep baru di berbagai negara. Sejumlah negara seperti Finlandia, Swedia, hingga Taiwan telah lama mengembangkan ruas jalan raya yang dapat difungsikan sebagai runway darurat untuk mendukung operasi militer.

Kini, Indonesia mulai mengadopsi konsep serupa dengan menyiapkan beberapa ruas tol yang memiliki spesifikasi teknis tertentu, seperti permukaan jalan yang memadai, panjang lintasan mencukupi, serta area sekitar yang mendukung operasi penerbangan militer.

Keberadaan landasan alternatif dinilai penting sebagai bagian dari strategi menghadapi situasi darurat maupun ancaman terhadap pangkalan udara utama.

Tol Terpeka Jadi Lokasi Uji Coba Perdana

Dari empat ruas yang dipersiapkan, Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) menjadi lokasi pertama yang berhasil digunakan sebagai landasan darurat pesawat tempur.

Uji coba dilaksanakan pada 11 Februari 2026 dan berlangsung dengan sukses.

Dalam simulasi tersebut, dua jenis pesawat tempur milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara berhasil melakukan pendaratan dan lepas landas dari ruas tol, yakni EMB-314 Super Tucano dan F-16 Fighting Falcon.

Keberhasilan uji coba tersebut menjadi bukti bahwa infrastruktur jalan tol dapat mendukung kebutuhan operasi pertahanan apabila diperlukan.

Empat Tol Strategis yang Disiapkan

Berikut empat ruas jalan tol yang diproyeksikan sebagai landasan darurat pesawat tempur:

Pemilihan ruas tersebut mempertimbangkan lokasi strategis, dimensi jalan, hingga aspek keselamatan penerbangan.

Perkuat Kesiapan Pertahanan Nasional

Pemanfaatan jalan tol sebagai runway darurat diharapkan memperkuat fleksibilitas operasi udara Indonesia.

Dalam situasi konflik, bencana, maupun keadaan darurat lainnya, pesawat tempur dapat memanfaatkan ruas tol tertentu sebagai lokasi pendaratan, pengisian logistik, hingga kembali menjalankan misi tanpa bergantung sepenuhnya pada pangkalan udara konvensional.

Selain mendukung kepentingan pertahanan, konsep ini juga menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur nasional memiliki fungsi ganda (dual use infrastructure), yakni melayani kebutuhan sipil sekaligus dapat dimanfaatkan untuk kepentingan strategis negara.

Ke depan, ruas-ruas tersebut diperkirakan akan menjalani serangkaian evaluasi dan pengujian lanjutan guna memastikan seluruh aspek keselamatan, operasional, dan kesiapan teknis memenuhi standar untuk mendukung operasi penerbangan militer apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
pesawat tempur landasan darurat jalan tol kementerian pu tol prosiwangi