RADARBANYUWANGI.ID - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan hasil revitalisasi tahap pertama bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026). Peresmian tersebut menjadi penanda komitmen pemerintah dalam menjaga warisan sejarah sekaligus memperkuat transformasi sektor perkeretaapian nasional.
Presiden tiba di Stasiun Semarang Tawang sekitar pukul 11.00 WIB setelah bertolak dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Kedatangannya disambut Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin bersama jajaran pemerintah pusat dan daerah.
Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa upaya revitalisasi ratusan stasiun di Indonesia memiliki arti penting, bukan hanya untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi, tetapi juga memperkuat daya tarik wisata sejarah dan budaya.
"Usaha KAI untuk revitalisasi ratusan stasiun sangat penting, jangan dianggap sepele. Ini bisa jadi daya tarik," ujar Presiden Prabowo, dikutip Antara.
Menurut Presiden, stasiun kereta tidak sekadar menjadi simpul transportasi, melainkan juga bagian dari identitas bangsa yang harus dijaga keberadaannya. Pelestarian bangunan bersejarah dinilai mampu menghadirkan nilai tambah bagi sektor pariwisata sekaligus memperkuat kebanggaan terhadap warisan budaya nasional.
Revitalisasi tahap pertama Stasiun Semarang Tawang dikerjakan PT KAI Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang selama 240 hari, mulai 5 Mei hingga 30 Desember 2025. Seluruh proses pemugaran dilakukan dengan melibatkan tenaga ahli cagar budaya karena bangunan tersebut telah ditetapkan sebagai cagar budaya berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.57/PW007/MKP/2010 serta mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
Pekerjaan tahap awal difokuskan pada pengembalian fasad asli bangunan peninggalan Nederlandsch-Indische Maatschappij (NISM) rancangan arsitek Belanda Sloth-Blauwboer yang dibangun sejak 1911 dan mulai beroperasi pada 1914. Selain itu, dilakukan penataan hall utama, ruang tunggu luxury, ruang VIP, selasar, hingga pembenahan sistem drainase untuk mengurangi risiko banjir rob maupun genangan air hujan yang selama ini menjadi persoalan di kawasan tersebut.
Stasiun Semarang Tawang juga memiliki catatan sejarah penting dalam perjalanan bangsa. Bangunan ini pernah menjadi titik keberangkatan Kereta Luar Biasa menuju Bandung pada 10 September 1945 serta menjadi lokasi persinggahan Presiden pertama RI Soekarno saat perundingan dalam rangkaian Pertempuran Lima Hari Semarang pada Oktober 1945.
Di sisi operasional, kinerja stasiun tersebut juga menunjukkan tren positif. Sepanjang Semester I 2026, Stasiun Semarang Tawang menjadi stasiun tersibuk keempat di Indonesia dengan melayani lebih dari 2,15 juta aktivitas penumpang. Tingkat ketepatan waktu keberangkatan kereta bahkan mencapai 99,45 persen.
Presiden juga menekankan bahwa kereta api merupakan layanan publik yang memiliki fungsi strategis dalam pemerataan ekonomi. Karena itu, pengelolaannya tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan bisnis.
Menurutnya, moda transportasi berbasis rel harus tetap mengutamakan pelayanan kepada masyarakat karena menjadi sarana logistik yang efisien dan terjangkau, terutama bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah.
Selain mendorong modernisasi perkeretaapian, Presiden mengingatkan agar pengembangan jaringan kereta cepat tidak mengabaikan konektivitas menuju kota-kota kecil. Ia juga meminta PT KAI meningkatkan investasi pada aspek keselamatan dengan memperbanyak pemasangan pintu perlintasan otomatis di ribuan perlintasan sebidang yang masih memiliki tingkat risiko tinggi.
Dalam kesempatan itu, Presiden turut menyampaikan target besar pembangunan jaringan kereta api nasional. Ia menginstruksikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin untuk mempersiapkan pembangunan jalur Trans Sumatra yang menghubungkan Bakauheni hingga ujung utara Pulau Sumatra, sekaligus mengembangkan proyek Trans Kalimantan.
Presiden menegaskan pembangunan infrastruktur membutuhkan keberanian menetapkan target besar. Ia mengutip pesan Presiden pertama RI Soekarno tentang pentingnya menggantungkan cita-cita setinggi langit sebagai semangat membangun bangsa.
Peresmian revitalisasi ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Presiden Prabowo bersama Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi. Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih turut hadir dalam acara tersebut.
Usai peresmian, Presiden bersama rombongan menjajal Kereta Nusantara Explorer, layanan terbaru PT KAI yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan elegan guna mendukung pengembangan sektor pariwisata. Dari Semarang, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Batang untuk menghadiri peresmian akad massal KPR 62.000 rumah subsidi yang digelar serentak di 165 titik pada 36 provinsi.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara